Serangan itu merupakan salah satu serangan terbesar Israel ke Yaman sejak berlangsungnya perang Hamas-Israel di Gaza, 7 Oktober 2023.
11 Jan 2025 09:14 WIB · Internasional
HODEIDA, SABTU — Israel menggempur Yaman dengan lebih dari 20 jet tempur dan menjatuhkan sekitar 50 bom pada Jumat (10/1/2025). Gempuran yang disebut Israel untuk membalas serangan kelompok Houthi itu menyasar pembangkit listrik dan pelabuhan-pelabuhan terbesar di negara tersebut. Iran berang dan mengecam serangan Israel itu.
Serangan tersebut merupakan salah satu serangan terbesar Israel ke Yaman sejak berlangsungnya perang Hamas-Israel di Gaza mulai 7 Oktober 2023. Houthi beberapa kali melancarkan serangan dengan pesawat nirawak (drone) dan rudal ke Israel sebagai tindakan solidaritas kepada warga Palestina, khususnya di Gaza, yang digempur Israel.
Seperti dikutip kantor berita Yaman, SABA, Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Yaman yang dikelola Houthi menyebutkan setidaknya satu orang tewas dan sembilan orang terluka akibat ”agresi” Israel dengan pesawat-pesawat tempurnya di ibu kota Sana’a dan Provinsi Hodeida. Mereka menyebut serangan itu ”agresi Zionis, Amerika, dan Inggris”.
Stasiun TV Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan, serangan udara Israel tersebut menghantam pelabuhan barat Ras Isa dan Hodeidah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/11/5cac010e949a36eda6c4bad60bd0a1a0-AFP_36TC7VM.jpg)
Serangan Israel juga menyasar pembangkit listrik pusat Hezyaz di dekat ibu kota Yaman, Sana’a, dan Distrik Harf Sufyan di Provinsi Amran. Pembangkit listrik utama negara itu dijatuhi sekitar 13 bom oleh jet tempur Israel.
Al-Masirah melaporkan, seorang karyawan di Pelabuhan Ras Isa tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan tersebut. Salah satu korban luka adalah seorang pekerja di pembangkit listrik Hezyay. Sejumlah rumah rusak di sekitar lokasi serangan.
Al-Masirah melaporkan, Pelabuhan Hodeida yang vital untuk impor Yaman diserang enam kali. Sementara Pelabuhan Ras Issa diserang oleh serangkaian bom.
Militer Israel menyatakan mengakui serangan ke pembangkit listrik dan pelabuhan-pelabuhan penting di Yaman tersebut. Serangan itu merupakan balasan atas serangan-serangan pesawat nirawak berpeledak Houthi ke Israel. ”Negara Israel memiliki hak dan kewajiban untuk membela diri,” demikian pernyataan militer Israel.
Menurut militer Israel, pembangkit listrik yang diserang merupakan sumber energi utama bagi Houthi dalam kegiatan militernya. Adapun serangan di Pelabuhan Hodeida dan Ras Issa menyasar infrastruktur militer.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan, lebih dari 20 pesawat dikerahkan dalam gempuran itu dengan 50 amunisi. Pejabat itu mengatakan, serangan difokuskan pada tiga target utama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/11/6c91d3834d4ab7cbd1be80a42dd7b71e-1cfd92edeebb4076b3dcda4bed16f361_0_a6d7ff3d1e3e464998d119b2b6407602.jpg)
Pada Kamis (9/1/2025), Houthi menembakkan tiga pesawat nirawak ke pusat komersial Israel di Tel Aviv. Menurut pernyataan Houthi, selama 48 jam terakhir, mereka menargetkan Jaffa, nama yang mereka gunakan untuk menyebut kota pesisir Israel, Tel Aviv.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan, kelompoknya juga meluncurkan serangan drone dan rudal ke kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Harry S Truman, di Laut Merah.
Menurut pengamat politik Yaman, Hussain al-Bukhaiti, serangan Israel terhadap pembangkit listrik dan pelabuhan mengindikasikan militer Israel tak mengetahui secara tepat lokasi instalasi militer Yaman berada.
”Houthi akan melanjutkan serangan terhadap Israel,” kata Bukhaiti, seperti dikutip media Al-Jazeera, 10 Januari 2025.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan Israel ke Yaman itu. ”Iran mengecam keras serangan brutal dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Yaman,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA.
Hamas juga mengecam serangan Israel ke Yaman tersebut. Houthi, seperti halnya Hamas, merupakan salah satu bagian dari poros perlawanan yang didukung Iran.
Sejak perang Gaza berlangsung, sekutu-sekutu Iran mengalami pukulan telak. Serangan Israel melemahkan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. Di Suriah, Bashar al-Assad, yang juga sekutu kuat Iran, digulingkan dari kursi kepresidenan dan sekarang ditampung Rusia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/11/b0d681cedc4854a3c9cc5898e58e2c9d-AFP_36TE6WX.jpg)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan terhadap Houthi merupakan balasan atas serangan berulang mereka terhadap Israel. ”Houthi membayar dan akan terus membayar dengan harga yang mahal atas agresi mereka terhadap kami,” katanya.
Menurut Netanyahu, Houthi adalah proksi Iran. Kelompok itu menimbulkan bahaya bagi Israel dan kawasan. Ia menegaskan tak akan menoleransi serangan terhadap Israel.
Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Israel akan memburu para pemimpin Houthi. ”Pelabuhan Hodeidah lumpuh dan pelabuhan Ras Isa terbakar. Tidak akan ada kekebalan bagi siapa pun,” katanya dalam sebuah pernyataan video.
Iran mengecam keras serangan brutal dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Yaman.
Militer Israel mengatakan, sejak perang Gaza dimulai, Houthi telah meluncurkan sekitar 40 rudal permukaan-ke-permukaan ke Israel. Sebagian besar bisa dicegat.
Militer Israel juga melaporkan serangan sekitar 320 pesawat nirawak dari Houthi dengan lebih dari 100 dapat dicegat oleh pertahanan udara Israel.
Houthi menyatakan, serangan itu merupakan solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza. Pada Kamis pekan ini, militer Israel mencegat dua pesawat nirawak yang diyakini telah diluncurkan dari Yaman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/11/0975b55148e25b98aefd203bdce517d3-AFP_36TG4YA.jpg)
Selama ini, kerusakan serangan Houthi di Israel minim karena pertahanan udara Israel mencegat sebagian besar serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi.
Meski demikian, serangan-serangan Houthi sangat mengganggu kehidupan warga Israel. Di Jerusalem dan Tel Aviv, sirene serangan udara sering kali memaksa puluhan ribu orang masuk ke tempat perlindungan bom di malam hari. Satu rudal berhasil menembus Tel Aviv pada Desember 2024 melukai 16 orang.
Selain menyerang Israel, kelompok Houthi juga terus menyerang kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel dan negara Barat di Laut Merah dan Teluk Aden. Serangan itu diikuti serangan balasan oleh AS dan Inggris yang ditempatkan di sana. Namun, serangan AS dan Inggris belum berhasil mencegah serangan-serangan Houthi selanjutnya.
Sebelum serangan hari Jumat, Israel telah menyerang target-target Houthi di Yaman beberapa kali, termasuk di ibu kota Sana’a. Sementara itu, di Gaza, Israel masih terus meluncurkan serangan. Sejak 7 Oktober 2023, korban tewas di Gaza telah mencapai lebih dari 46.000 jiwa. (AP/AFP)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Muhammad Samsul Hadi