Israel Menantang Tatanan Internasional

Serangan Israel yang menyasar para petinggi Hamas di Qatar, selain memperkeruh konflik di Timur Tengah, juga menantang tatanan hukum internasional.

12 Sep 2025 05:30 WIB · Artikel Opini

Oleh Redaksi

Qatar, sebuah negara berdaulat, menjadi korban serangan sepihak Israel yang mengincar tokoh Hamas yang berada di Doha. Tindakan serampangan Israel ini adalah pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah konvensi internasional, yang berpotensi memperluas konflik dan menimbulkan preseden buruk.

Ini bukan pertama kalinya Israel menyerang negara lain di tengah konflik dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Israel membunuh pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran; menyerbu Hizbullah di Lebanon, menewaskan petinggi Garda Revolusioner Iran Mohammad Reza Zahedi di Damaskus, Suriah, dan menyerang fasilitas nuklir Iran. Namun, negara-negara tersebut sedikit-banyak terlibat dalam perseteruan Israel-Hamas.

Adapun Qatar tidak sedang berperang dengan Israel. Justru Qatar terlibat aktif untuk memediasi konflik Israel-Hamas sejak serangan kejutan Hamas ke Israel, 7 Oktober 2023. Ironisnya, pejabat Hamas yang menjadi sasaran salah satunya adalah Khalil Al-Hayya, juru runding utama Hamas untuk gencatan senjata di Gaza. Al-Hayya dan rekan-rekannya berada di Doha untuk membahas usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat.

This frame grab taken from an AFPTV footage shows smoke billowing after explosions in Qatar's capital Doha on September 9, 2025. Israel's military said it carried out air strikes on September 9 targeting senior Hamas leaders in the Qatari capital Doha, the venue of multiple rounds of talks aimed at ending the Gaza war. (Photo by Jacqueline PENNEY / AFPTV / AFP)

Tak pelak, kecaman keras dunia internasional bermunculan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut serangan Israel jelas melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Qatar. Mengingat peran Qatar dalam konflik ini, dia mengingatkan semua pihak harus berupaya mencapai gencatan senjata permanen, bukan menghancurkannya.

Quote

Seolah peluang diplomasi dihancurkan sebelum sempat tumbuh dan kekerasan kembali menutup upaya jalan damai.

Namun, dunia masih menanti sikap Amerika Serikat. Seperti Israel, Qatar adalah sesama sekutu AS di Timur Tengah. Bahkan, Qatar menjadi rumah bagi Pangkalan Udara Al-Udeid, markas operasi terbesar Angkatan Udara AS di kawasan. Sejauh ini, AS terlihat menjaga jarak dan menyebut serangan di Qatar adalah aksi sepihak Israel.

Dalam sejumlah insiden sebelumnya, AS hanya menutup mata dan membiarkan ulah Israel. Kini saat sekutunya menjadi korban serangan, dunia menanti apakah AS berani menegakkan hukum internasional. Apalagi, insiden ini terjadi di tengah upaya perundingan damai membahas usulan dari AS. Seolah peluang diplomasi dihancurkan sebelum sempat tumbuh dan kekerasan kembali menutup upaya jalan damai.

Jika aksi ini dibiarkan, ulah Israel akan menjadi preseden buruk. Sebuah negara bisa seenaknya menyerang lawan politik di negara berdaulat lainnya dan meremehkan aturan internasional. Dewan Keamanan PBB harus bersikap tegas dan memimpin upaya untuk menjaga kedaulatan negara anggota. Kedaulatan negara dan upaya memperjuangkan perdamaian harus dilindungi, bukan dihancurkan oleh aksi sepihak yang justru menyalakan konflik baru.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Johanes Waskita Utama
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra