Serangan udara Israel ke Doha menuai kecaman. Ternyata Amerika Serikat sudah diberitahu sebelumnya bahwa Israel akan menyerang. Sasarannya, para perunding Hamas.
09 Sep 2025 22:34 WIB · Internasional
NEW YORK, SELASA — Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai negara di Timur Tengah mengecam serangan militer Israel atas para perunding Hamas di Doha, ibu kota Qatar, Selasa (9/9/2025). Sebelum serangan digelar, Israel telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa mereka akan melancarkan serangan udara ke Qatar. Amerika Serikat memiliki pasukan di Pangkalan Udara Al-Udeid yang berada dekat dengan lokasi serangan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres sontak mengecam serangan Israel itu. Guterres menegaskan, serangan Israel jelas melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Qatar.
Selama ini Qatar memainkan peran yang positif dalam upaya mencapai gencatan senjata di Gaza dan pembebasan semua sandera yang ditawan Hamas. ”Semua pihak harus berupaya mencapai gencatan senjata permanen, bukan menghancurkannya,” kata Guterres kepada para wartawan di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/09/27cea13f4070c9b4b6af8ab96a520ecd-Qatar_Israel_Hamas_2.jpg)
Kecaman yang sama juga diutarakan Iran, Uni Emirat Arab, Jordania, Turki, dan Arab Saudi. Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud sudah menghubungi Qatar dan berjanji akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Qatar. Serangan Israel terhadap Hamas di Qatar disebutnya tindakan kejahatan.
Paus Leo menyatakan keprihatinannya atas serangan Israel di Qatar. ”Ada beberapa berita yang sangat serius saat ini: serangan Israel terhadap beberapa pemimpin Hamas di Qatar. Seluruh situasi ini sangat serius,” kata Leo di luar kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo yang dikutip kantor berita ANSA.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengecam serangan pengecut Israel terhadap tempat pertemuan para perunding Hamas di Doha. Serangan Israel itu melanggar hukum internasional. Qatar tidak akan menoleransi perilaku sembrono Israel dan gangguan terhadap keamanan regional.
Serangan Israel menyasar pimpinan kelompok Hamas yang sedang membicarakan proposal gencatan senjata dengan Israel. Beberapa ledakan terdengar dan asap hitam mengepul. Belum diketahui apakah ada korban yang terluka dalam serangan itu. Namun, kantor berita Reuters menyebutkan para perunding Hamas selamat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/10/54198691-c587-4529-807a-839e84f49ed2_png.png)
Israel mengaku menggunakan ”amunisi presisi dan intelijen tambahan” dalam serangan tersebut, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Seorang pejabat Israel, yang berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim, mengonfirmasi Israel menargetkan Hamas di Qatar.
Menanggapi serangan Israel ini, seorang pejabat Gedung Putih mengakui Israel sudah memberi tahu Amerika Serikat sebelum melancarkan serangan udara ke Qatar. ”Kami sudah diberitahu sebelumnya,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada kantor berita AFP.
Kedutaan Besar AS di Qatar sudah menerapkan perintah agar warga negara AS yang berada di Qatar tetap berada di tempat. Tak jauh dari lokasi serangan terdapat Pangkalan Udara Al-Udeid Qatar yang menjadi markas terdepan militer AS untuk Komando Pusat yang berbasis di Timur Tengah.
Pangkalan udara ini pernah diserang Iran dalam perang 12 hari Iran-Israel. Pada awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump menuliskan di platform media sosial Truth yang memberikan ”peringatan terakhir” kepada Hamas terkait kemungkinan gencatan senjata.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/24/94c3152d-5dcc-4e82-a44e-3817e3879572_png.png)
Seusai serangan Israel ke Qatar muncul pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pernyataan itu mengatakan keputusan untuk melakukan serangan tersebut adalah keputusan bangsanya sendiri. ”Israel yang memulainya, Israel yang melakukannya, dan Israel yang bertanggung jawab sepenuhnya,” sebut pernyataan itu.
Terkait dengan perkembangan perundingan gencatan senjata, para pejabat Arab mengatakan sebenarnya sudah ada proposal baru AS untuk gencatan senjata. Seorang pejabat senior Hamas menyebutnya sebagai ”dokumen penyerahan diri yang memalukan,” tetapi Hamas masih akan membahas usulan itu dan akan memberikan respon dalam beberapa hari ke depan.
Usulan yang diajukan Utusan Timur Tengah AS, Steve Witkoff adalah penyelesaian perang melalui perundingan dan penarikan pasukan Israel dari Gaza setelah para sandera dibebaskan dan gencatan senjata ditetapkan.
Para mediator sebelumnya berfokus pada upaya menengahi gencatan senjata sementara dan pembebasan beberapa sandera. Selanjutnya, kedua pihak mengadakan perundingan mengenai gencatan senjata permanen. Witkoff meninggalkan perundingan itu pada Juli lalu, setelah Hamas menerima usulan yang menurut para mediator hampir identik dengan proposal sebelumnya yang telah disetujui Israel.
Seorang pejabat Mesir, yang juga telah mempertimbangkan potensi gencatan senjata, mengatakan serangan Israel ke Qatar itu terjadi ketika sebuah pertemuan oleh para pejabat Hamas mengenai perundingan tersebut telah dijadwalkan di lokasi tersebut. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase