Israel Menyatakan Iran Front Perang Baru

Iran adalah fokus serangan Israel. Gaza digeser ke posisi kedua dalam perang ganda ini.

14 Jun 2025 19:44 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

TEHERAN, SABTU — Suasana tegang melanda warga di kota-kota di Iran setelah negara mereka dan Israel saling balas serangan. Warga berharap konflik tidak meletus menjadi perang terbuka.

Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan pada Sabtu (14/6/2025) bahwa militer Israel mengumumkan Iran merupakan front perang terbaru mereka. Gaza digeser posisinya menjadi front kedua. 

Analis kebijakan militer Israel untuk Miryam Institute, Yankov Lapin, menulis di kantor berita JNS pada 5 Mei 2025 bahwa militer Israel sejak awal memang menyiapkan tahun 2025 untuk perang front ganda. Satu front di Iran dan satu lagi di Gaza. Ambisi Israel ialah menduduki Gaza sepenuhnya dan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Akhir pekan warga Iran pada Sabtu rusak gara-gara konflik antara Teheran dan Tel Aviv. Pada Jumat (13/6/2025), Israel menembakkan rudal ke Iran yang menyasar sejumlah fasilitas pengayaan nuklir. Sejumlah pejabat militer dan ilmuwan tewas.

Panglima militer Brigadir Jenderal Mohammad Hussein Baqeri, Komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami, Komandan Markas Pusat Khatam Al Anbia Mayor Jenderal Gholam Ali Rashid, dan Komandan Satuan Tempur Udara IRGC Mayor Jenderal Amir Ali Hajizadeh tewas. Terdapat pula sembilan ilmuwan nuklir yang tewas.

Israeli security forces inspect destroyed houses that were struck by a missile fired from Iran, in Rishon Lezion, Israel on Saturday, June 14, 2025. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kemudian melantik Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi. Ia menggantikan posisi Hajizadeh mengomandoi IRGC. Mohammad Bagheri dilantik menjadi panglima angkatan bersenjata.

”Memangnya Israel mengharapkan Iran membalas serangan mereka dengan cium sayang?” kata Mahmoud Dorri (29), seorang pengemudi taksi.

Warga lain, seorang montir bernama Houshang Ebadi (61), juga mendukung serangan balasan Iran ke Israel. Akan tetapi, ia berharap semuanya berhenti setelah itu.

”Perang cuma merugikan kedua belah pihak,” ujarnya.

Pada Sabtu pagi, Iran menembak jatuh dua jet tempur Israel. Diberitakan oleh kantor berita terafiliasi pemerintah, Tasnim dan Mehr, dua pilot pesawat itu selamat dari ledakan dan telah ditahan oleh militer. Pesawat-pesawat tempur itu dituduh menyerang beberapa wilayah permukiman. Israel membantah klaim tersebut.

Selain itu, pesawat nirawak Arash dari Iran dilaporkan menembus pertahanan Israel dan mencapai sasaran. Tidak disebutkan sasaran pastinya, tetapi Arash yang memiliki daya jangkauan 2.000 kilometer menyerang target-target di wilayah pendudukan Israel.

Antrean panjang

Di Teheran, toko-toko melayani ratusan pengunjung yang mengantre panjang. Di salah satu tempat pengisian bensin, setidaknya ada 300 mobil yang menunggu giliran.

Warga mengatakan, mereka khawatir konflik bereskalasi dan toko-toko akan tutup sehingga mereka beramai-ramai membeli kebutuhan pokok. Selain itu, di beberapa wilayah juga tidak ada listrik sehingga mengakibatkan pelayanan lama.

”Pemimpin kedua negara pasti tahu rakyat mereka menderita. Hentikan semua ini,” kata Hamid Hasanlu (41), seorang penjual buah-buahan. Anak-anaknya tidak bisa tidur semalaman gara-gara suara tembakan dan ledakan.

TOPSHOT - People walk past a poster of Brigadier General Amir Ali Hajizadeh, who was killed in Israel's attack on June 13, in the capital Tehran on June 14, 2025. Israel's military said that its fighter jets were set to resume striking targets in Tehran, after announcing it had hit air defences in the Iranian capital area overnight, as Israel and Iran trade fire with such intensity for the first time following decades of enmity and conflict by proxy, with fears of a prolonged conflict engulfing the region. (Photo by Atta KENARE / AFP)

Sabtu sore, Israel menembakkan rudal ke beberapa fasilitas nuklir Iran. Serangan itu dibalas oleh Iran. ”Kalau kalian terus menembak, Teheran akan dibumihanguskan,” ucap Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.

Sebelumnya, pada Jumat malam, Ayatollah Khamenei bersumpah menghancurkan Israel. PBB dan sejumlah negara di dunia menyerukan kedua belah pihak menahan diri dan melakukan gencatan senjata.

Ramat Gan, kota di sebelah Tel Aviv, menjadi sasaran rudal Iran. Dua orang tewas dan 19 terluka. Gedung-gedung hancur dan jalanan rusak. Sementara itu, Iran melaporkan 78 warga tewas dan 320 orang terluka akibat serangan Israel pada Jumat malam.

Perundingan nuklir

Iran masih di tengah rencana perundingan nuklir dengan Amerika Serikat. Delegasi kedua negara akan bertemu di Muscat, Oman, pada Minggu (15/6/2025). Ini adalah perundingan putaran keenam.

”Tapi, dengan perkembangan situasi, kami belum tahu keputusan untuk Minggu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.

Perundingan itu untuk memastikan Iran tidak melanjutkan pengayaan nuklir mencapai kapasitas membuat bom. Berdasarkan Kerangka Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015, Iran tidak mengayakan uranium melebihi 3,67 persen yang cukup untuk energi dan teknologi terapan.

Sebagai balasan, AS dan negara-negara secara bertahap mencabut sanksi ekonomi atas Iran. Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump pada masa jabatan pertama, 2017-2021, keluar dari JCPOA atas desakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sejak saat itu, Iran lanjut mengayakan uranium. Kabar terbaru ialah mereka mengayakan uranium sampai kadar 60 persen atau sedikit lagi mencapai kadar bom nuklir, yakni 90 persen.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti