Armada Global Sumud Flotilla dihadang tentara Israel.
02 Okt 2025 10:04 WIB · Internasional
Pemerintah Israel melalui Kementerian Luar Negeri Israel merilis sebuah foto yang menunjukkan saat aktivis Swedia, Greta Thunberg, sedang diperiksa oleh tentara Angkatan Laut Israel, Rabu (1/10/2025).
Dalam foto itu, Thunberg yang mengenakan kaus hitam dan celana abu-abu terlihat duduk. Di samping Thunberg, seorang tentara Israel berkaus putih dan helm serta berpenutup muka berjongkok. Foto berwarna itu beredar bersama dengan potongan video saat siaran langsung dari armada Global Sumud Flotilla (GSF).
”Beberapa kapal dari armada telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya dipindahkan ke pelabuhan Israel. Greta dan teman-temannya dalam keadaan selamat dan sehat,” unggah Kemenlu Israel melalui media sosial X. Unggahan itu disertai video yang memperlihatkan Thunberg dan beberapa personel militer Israel yang mengenakan masker dan bersenjata.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/02/c87344fb-2b23-464b-b760-f3ece63d6160_jpg.jpg)
Kemenlu Israel pada hari Rabu mengatakan, Israel telah menghentikan kapal-kapal dari armada Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza. Mereka bertujuan untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah Palestina. Sebelumnya, Angkatan Laut Israel telah menghubungi armada bantuan ke Gaza dan meminta mereka untuk mengubah arah karena mereka sedang mendekati zona pertempuran aktif.
Para aktivis di atas armada kapal yang berlayar menuju Gaza mengatakan, Rabu malam, AL Israel telah mencegat tiga kapal saat mendekati wilayah Palestina yang terkepung. Armada Global Sumud Flotilla yang terdiri dari hampir 50 kapal dan 500 aktivis tengah membawa bantuan kemanusiaan dalam jumlah simbolis ke Gaza.
Kapal Sirius, Alma, dan Adara dicegat sekitar 70 mil (112,65 kilometer) dari pantai Gaza. Kelompok tersebut, yang terdiri dari cucu Nelson Mandela, mantan Wali Kota Barcelona Ada Colau, dan beberapa anggota parlemen Eropa, mengatakan bahwa mereka tetap teguh dalam misinya untuk mematahkan blokade Israel dan membawa bantuan untuk Palestina.
Greg Stoker, seorang veteran Amerika di atas Ohwayla penumpang salah satu kapal dalam armada tersebut, mengatakan bahwa sekitar selusin kapal angkatan laut dengan transponder mati telah mendekati kapal tersebut. Mereka meminta rombongan kapal bantuan untuk mematikan mesin dan menunggu instruksi lebih lanjut atau kapal kami akan disita. Di media sosial, aktivis mengabarkan bahwa Israel menggunakan meriam air untuk menyerang beberapa kapal bantuan.
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan, operasi Israel itu memakan waktu 2-3 jam. Ia mengatakan kepada TV pemerintah, Rai, bahwa kapal-kapal tersebut akan ditarik ke Pelabuhan Ashdod di Israel dan para aktivis akan dideportasi dalam beberapa hari mendatang. Ia juga mengatakan, pasukan Israel telah diperingatkan untuk tidak menggunakan kekerasan.
Kemenlu Turki mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal-kapal tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme dan pelanggaran berat hukum internasional. Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan pihaknya mengambil inisiatif untuk memastikan pembebasan segera warga negara Turki dan penumpang lainnya yang ditahan oleh pasukan Israel.
Sementara itu, ribuan pengunjuk rasa di Italia turun ke jalan saat mengetahui peristiwa penangkapan para aktivis oleh tentara Israel. Mereka memblokade jalur kereta api hingga menyebabkan bentrokan dengan aparat kemanan setempat.
Hal serupa terjadi di Argentina. Ribuan pengunjuk rasa menyalakan suar dan membawa bendera Palestina memblokade jalan-jalan di ibu kota.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan