Pasangan suami-istri ditemukan tak sadarkan diri di sebuah penginapan di Kabupaten Solok, Sumbar. Sang istri meninggal, sedangkan suaminya dalam kondisi kritis.
11 Okt 2025 14:15 WIB · Nasional
PADANG, KOMPAS — Pasangan suami istri yang baru saja menikah, Gilang Kurniawan (27) dan Cindy Desta Nanda (27), ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar mandi sebuah penginapan di Danau Diateh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Cindy akhirnya meninggal, sedangkan Gilang dalam kondisi kritis.
Peristiwa pilu yang menimpa Gilang dan Cindy terjadi di penginapan Lakeside Alahan Panjang, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Kamis (9/10/2025) pagi. Pengelola penginapan menemukan keduanya tergeletak tak sadarkan diri di dalam kamar mandi. Setelah memberikan pertolongan pertama, pengelola merujuk pasangan itu ke Puskesmas Alahan Panjang.
”Kamis pukul 08.35, Cindy dinyatakan meninggal oleh dokter puskesmas, sedangkan suaminya, Gilang, dalam keadaan kritis dan dirujuk ke RSUD Arosuka, selanjutnya ke Rumah Sakit Semen Padang,” kata Kepala Polsek Lembah Gumanti Ajun Komisaris Barata Rahmat Sukarsih saat dihubungi dari Padang, Sabtu (11/10/2025).
Barata menjelaskan, Gilang dan Cindy menginap di glamping Lakeside Alahan Panjang itu sejak Rabu (8/10/2025) siang. Pasangan asal Kota Padang itu menempati kamar nomor 2 penginapan di tepian Danau Diateh tersebut sejak pukul 13.30.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/11/5fbfc209325fc76c4fffaecf158a9b04-WhatsApp_Image_2025_10_11_at_09.45.49.jpeg)
Pada hari yang sama pukul 18.30, Cindy sempat memesan sejumlah makanan, antara lain sup iga, mi kuah lakeside (pedas), air mineral, risol mayo, dan kentang goreng. Setengah jam kemudian, pegawai penginapan mengantarkan pesanan itu ke kamar nomor 2 yang ditempati Gilang dan Cindy.
Kamis pagi sekitar pukul 07.15, pegawai penginapan kembali mendatangi kamar nomor 2 untuk mengantarkan sarapan. Pegawai mendengar jawaban dari Gilang bahwa sedang mandi. Beberapa menit menunggu di luar, pegawai yang masih mendengar suara aktivitas mandi kemudian bergeser ke kamar lain untuk mengantarkan sarapan.
Lima belas menit kemudian, pegawai lainnya kembali datang untuk mengantarkan sarapan ke kamar nomor 2 dan mengetuk pintu tiga kali. Namun, tidak ada respons dari Gilang dan Cindy. Kondisi itu kemudian dilaporkan kepada pegawai lainnya. Setelah mendapat izin dari pengelola, pegawai penginapan membuka paksa pintu kamar nomor 2.
”Gilang ditemukan telentang tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Istrinya, Cindy, ditemukan di belakang pintu kamar mandi, juga tidak sadarkan diri. Pegawai Lakeside sempat memberikan keduanya oksigen sebagai pertolongan pertama, tetapi tidak ada kemajuan, sehingga dirujuk ke puskesmas,” kata Barata.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/11/f97f4a58f13f08c5df4e90458baa7638-WhatsApp_Image_2025_10_11_at_09.45.41.jpeg)
Menurut Barata, Polsek Lembah Gumanti yang mendapatkan laporan kejadian itu pada Kamis sekitar pukul 08.30 segera mendatangi Puskesmas Alahan Panjang. Selanjutnya, polisi mendatangi Lakeside dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan para saksi.
Barata belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Cindy dan gejala yang dialami Gilang. Penyebab kematian baru dapat diketahui setelah jenazah diotopsi. Terkait dugaan keracunan karbon monoksida (CO) dari pemanas air (water heater) di kamar mandi, Barata mengaku tidak dapat memberikan pernyataan.
”(Kesimpulan) penyebab kematian harus berdasarkan otopsi mayat atau visum dalam. Namun, untuk visum luar, dokter menyimpulkan korban (Cindy) meninggal sebelum sampai ke puskesmas, mungkin dalam perjalanan. Kemudian, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujar Barata.
Barata menjelaskan, pihaknya telah meminta kesediaan keluarga agar jenazah korban diotopsi. Awalnya keluarga bersedia, tetapi kemudian mengurungkan niat untuk otopsi. Sampai Sabtu ini, keluarga korban juga tidak membuat laporan kejadian dan laporan polisi atas peristiwa naas tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/10369ff0-96ee-41ad-b2ed-87f1b6d2c5a9_jpeg.jpg)
Secara terpisah, kakak Gilang, Mieke Erda (39), mengatakan, pihak keluarga terkejut mendengar peristiwa yang menimpa Gilang dan Cindy. ”Kami tidak percaya. Mereka baru menikah empat hari,” kata Mieke.
Saat ini, kata Mieke, Gilang masih dirawat di ruangan high care unit (HCU) Rumah Sakit Semen Padang. Gilang sadar, tetapi belum dapat mengingat peristiwa yang ia dan istrinya alami. Sementara itu, jenazah Cindy dimakamkan di Padang pada Jumat (10/10/2025).
Berdasarkan informasi yang didapat Mieke dari RSUD Arosuka, Gilang diduga keracunan gas karbon monoksida (CO) dari pemanas air di kamar mandi Lakeside Alahan Panjang. Dugaan itu berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga dari kepolisian dan rumah sakit, termasuk keterangan di surat rujukan RSUD Arosuka. Karena ditemukan bersamaan, keluarga menduga kondisi serupa dialami pula oleh Cindy.
”Saya baca surat rujukannya, tertulis, pasien (Gilang) datang dengan penurunan kesadaran akibat keracunan gas karbon monoksida dari water heater,” ujar Mieke sembari menjelaskan keterangan serupa juga disampaikan dokter di Rumah Sakit Semen Padang soal kondisi yang dialami Gilang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/11/174f85de6952ee2fc85721ef7fae8fe5-WhatsApp_Image_2025_10_11_at_09.45.52.jpeg)
Selanjutnya, kata Mieke, polisi juga menjelaskan kepada keluarga kondisi kamar mandi kamar nomor 2 Lakeside. Kondisi kamar mandi itu antara lain pemanas air berada di dalam, ruangan sempit tanpa ventilasi, dan ada tabung LPG 12 kilogram warna pink di dalam kamar mandi.
”Mereka ditemukan di kamar mandi dengan kondisi pintu tertutup dan tergeletak,” kata Mieke. ”Dari informasi yang kami pelajari dari dokter dan sumber lain, dalam kondisi seperti itu ada kemungkinan kebocoran gas akibat water heater karena gas CO itu tidak berbau sehingga korban tidak menyadari.”
Sementara itu, pengelola Lakeside Alahan Panjang, kata Mieke, telah menjumpai pihak keluarga pada Jumat malam. Pengelola meminta maaf secara lisan dan menjelaskan peristiwa yang terjadi.
Saya baca surat rujukannya, tertulis, pasien (Gilang) datang dengan penurunan kesadaran akibat keracunan gas karbon monoksida dari water heater.
Meski menerima musibah yang terjadi, Mieke menyebut, pihak keluarga meminta Lakeside Alahan Panjang untuk bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka. Pengelola Lakeside juga diminta menyampaikan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi dan mengakui kelalaian yang menyebabkan tamu keracunan dan meninggal dunia.
”Mereka harus mengklarifikasi dan mengakui kelalaian. Dengan mereka diam, justru beritanya jadi simpang siur,” katanya.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari Lakeside Alahan Panjang. Kompas telah mencoba meminta tanggapan ke nomor Whatsapp yang tertera di akun Instagram @lakeside_alahanpanjang, tetapi tidak ada tanggapan.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Nur Adji