Iran membantah, sedangkan Israel belum berkomentar.
24 Jun 2025 10:55 WIB · Internasional
DUBAI SELASA — Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang gencatan senjata Iran dan Israel terus bergaung. Namun, sebagaimana telah diberitakan, Iran telah membantah adanya kesepakatan, sedangkan Israel belum berkomentar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqhchi, Selasa (24/6/2025), mengatakan, tidak ada kesepakatan apa pun mengenai gencatan senjata dengan Israel. Namun, jika Israel menghentikan agresi ilegal kepada Iran selambat-lambatnya pukul 04.00 waktu Teheran, Iran tidak berniat melanjutkan serangan balasan.
”Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian,” tulis Araqhchi di pelantar X.
Sementara Israel tidak segera mengakui ada atau tidaknya gencatan senjata. Militer Israel menolak berkomentar atas pernyataan Trump. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera menanggapi pesan yang meminta komentar.
Sesaat sebelum pukul 04.00, serangan Israel terus berlanjut di Teheran dan kota-kota lain. Setelah tenggat waktu itu tiba, tidak ada serangan Israel terhadap Iran yang dilaporkan sejak saat itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/24/b936f1a0d2653afa2da7cc6bbf172142-000_63G96K3.jpg)
Tidak lama, Araghchi mengunggah cuitan baru. Cuitannya memberi kesan bahwa gencatan senjata dimulai.
”Operasi militer angkatan bersenjata kita yang kuat untuk menghukum Israel atas agresinya terus berlanjut hingga menit terakhir, pukul 04.00 pagi. Bersama dengan seluruh rakyat Iran, saya berterima kasih kepada angkatan bersenjata kita yang menanggapi setiap serangan musuh hingga menit terakhir,” cuit Araghchi.
Isu gencatan senjata Iran dan Israel mencuat setelah Trump menyampaikannya lewat pelantar Truth Social. Menurut dia, Iran dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata secara ”lengkap dan total” secara bertahap dalam 24 jam. Iran akan memulai gencatan senjata terlebih dulu, sedangkan Israel akan mengikuti kemudian.
”Israel dan Iran datang kepada saya hampir bersamaan dan berkata ingin berdamai. Dunia dan Timur Tengah adalah pemenang yang sesungguhnya! Kedua negara akan melihat cinta, damai, dan kesejahteraan di masa depan mereka,” tulis Trump, Selasa (24/6/2025), dini hari WIB.
Menurut Tehran Times, Trump telah berbohong terkait aksi AS dalam perang Iran-Israel sehingga isu gencatan senjata juga tidak bisa dipercaya. ”AS dan Israel berbohong. Mereka ingin Iran menurunkan kewaspadaan sehingga mereka dapat meningkatkan ketegangan,” kata Mahdi Mohammadi, Penasihat Juru Bicara Parlemen Iran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/23/d550db2a-810e-46d4-83e9-322bddec582c_jpg.jpg)
Media Iran Press TV melaporkan, segera setelah cuitan Araghchi, angkatan bersenjata Iran meluncurkan salvo rudal terakhir ke Israel. Video di dunia maya menunjukkan sirene serangan udara menghajar Tel Aviv, Haifa, dan kota-kota lain. Warga setempat bergegas menuju tempat perlindungan bawah tanah.
Militer Israel memperingatkan publik tentang rudal yang diluncurkan dari Iran. Sirene Israel berbunyi di beberapa wilayah. Tidak lama, Israel menyatakan aman bagi warga untuk keluar dari tempat perlindungan bom.
Tidak jelas apa dampak peluncuran rudal Iran menjelang pukul 04.00 tersebut terhadap gencatan senjata kedua pihak.
David Des Roches, profesor di Universitas Pertahanan Nasional di AS, mengatakan, Iran dan Israel bergerak menuju gencatan senjata. Kemungkinan tersebut ada meskipun Menlu Iran membantah klaim gencatan senjata.
”Saya pikir penolakan Iran sebenarnya bukan penolakan secara substansi, melainkan lebih pada ketentuan. Itu untuk menarik perhatian audiens internal mereka, untuk mengatakan, kami bertanggung jawab atas program ini. Iran tidak dipaksa untuk melakukan gencatan senjata, tetapi membuat keputusan ini karena pilihan sendiri,” kata Des Roches kepada Al Jazeera.
Des Roches melanjutkan, Iran dapat memberi kesan itu dengan memperdebatkan poin-poin penting tentang kapan gencatan senjata berlaku. ”Saya pikir kemampuan Iran untuk meneruskan operasi dengan kecepatan seperti ini belum ada,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/24/79c87b7afb8e2e68140042e777ff0ec7-QATAR_IRAN_ISRAEL_US_CONFLICT_130757935.jpg)
Pengumuman gencatan senjata Trump terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, Senin (23/6/2025). Serangan itu merupakan balasan setelah AS membantu Israel dengan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran.
Menurut Axios, tidak ada korban dalam serangan Iran di Qatar. Iran memberi tahu AS dan Qatar sebelum menyerang.
Setelah insiden di Qatar, sebuah pesawat nirawak tidak dikenal menyerang pangkalan militer di Baghdad, Irak, Selasa. Pesawat itu menghantam sistem radar di pangkalan Taji. Satu pesawat nirawak lainnya juga jatuh di Distrik Radwaniyah yang berjarak 10 kilometer dari Bandara Internasional Baghdad, tempat pangkalan pasukan AS.
Kepala Komando Operasi Baghdad Letnan Jenderal Walid al-Tamimi kepada kantor berita INA mengatakan tidak ada korban dalam serangan itu. Rincian lebih lanjut akan diumumkan nanti.
Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sumber keamanan Irak mengatakan, sejauh ini Iran belum menyerang pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak. (AP/Reuters)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari