Isyarat Perpisahan Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti kian dekat dengan pintu keluar dari Real Madrid. Meski dalam bayang-bayang pemecatan, ia menegaskan akan mencoba memenangi Liga Spanyol.

27 Apr 2025 18:51 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

SEVILLA, MINGGU — Kegagalan Real Madrid menjuarai Piala Raja Spanyol kian membuat nasib Carlo Ancelotti dalam ketidakpastian. Ancelotti dipercaya sudah berada di ambang pemecatan. Walau begitu, dia akan tetap mencoba upaya terakhir dengan memenangi Liga Spanyol. 

Ancelotti semakin santer dikaitkan dengan peran sebagai juru taktik timnas Brasil apabila dipecat dari Real. Jurnalis pakar transfer, Fabrizio Romano, mengungkapkan, timnas Brasil sangat percaya diri bisa segera mendapatkan lampu hijau untuk meminang Ancelotti.

Musim lalu, Ancelotti juga ramai dikabarkan akan melatih Brasil. Namun, pelatih asal Italia itu memilih bertahan di Real setelah sukses memenangi Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa. 

”Ia akan bergabung sebelum Piala Dunia Antarklub, indikasi yang jelas dari Brasil. Utusan Federasi (Brasil) tetap berada di Spanyol untuk menyetujui kesepakatan, menunggu keputusan atau langkah dari Real Madrid,” tulis Romano di akun media sosialnya, Minggu (27/4/2025) petang. 

Isu kepergian Ancelotti dari Real semakin kencang setelah kekalahan dari Barca pada final Piala Super Spanyol. Real nyaris membalikkan prediksi sekaligus hampir membuat keajaiban saat unggul 2-1. 

TOPSHOT - Real Madrid's French forward #09 Kylian Mbappe reacts after the Spanish Cup, Copa del Rey (King's Cup) final football match between FC Barcelona and Real Madrid CF at La Cartuja stadium in Seville on April 26, 2025. (Photo by Josep LAGO / AFP)

Akan tetapi, ”Los Blancos” gagal mempertahankan keunggulan di saat laga tinggal 13 menit. Gol Ferran Torres dan Jules Kounde akhirnya membawa Barca menang 3-2 dan merengkuh trofi utama musim ini. Sebelumnya, Barca arahan pelatih Hansi Flick telah lebih dulu memenangi Piala Super Spanyol.

Di sisi lain, hasil ini merupakan kegetiran yang amat dalam bagi Carlo Ancelotti. Pelatih Real itu senantiasa tidak berdaya setiap kali mengadapi Flick. Dalam tiga laga ”El Clasico” musim ini, Ancelotti selalu menelan kekalahan. 

Beberapa pekan belakangan, gejolak masa depan Ancelotti mulai terasa, terutama seusai Real terpental dari Liga Champions. Sejak saat itu, Ancelotti terus dikaitkan dengan pintu keluar dari Real walau kontraknya masih tersisa hingga akhir musim depan. Isu pemecatan Ancelotti kembali menguat seiring kegagalan Real memenangi Piala Raja Spanyol. 

”Saya bisa tetap di sini (Real) atau berhenti. Itu akan menjadi topik yang dibicarakan dalam beberapa minggu mendatang,” ucap Ancelotti saat disinggung mengenai kekalahan dari Barca di Piala Raja yang mungkin memengaruhi masa depannya di Real. 

Dukungan kepada Ancelotti untuk tetap bertahan salah satunya datang dari pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi. Sacchi meminta Real berpikir dua kali sebelum memecat Ancelotti. 

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, berbicara dengan pelatih Carlo Ancelotti saat lawan Barcelona pada final Piala Raja Spanyol di Stadion La Cartuja, Seville, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.

”Yang membuat saya sedih, meskipun itu bagian dari sepak bola, adalah semua orang mengkritik Carlo karena tersingkir dari Liga Champions dan menyalahkannya. Apakah orang-orang ini tahu siapa Ancelotti? Apakah mereka tahu apa yang telah dimenangkannya? Saya menganggapnya sebagai ahli sepak bola sejati, tidak hanya karena trofi-trofinya, tetapi juga karena kualitas kemanusiaannya,” kata Sacchi, dikutip dari The Telegraph. 

Saat periode pertamanya melatih Real pada 2013-2015, Ancelotti pernah merasakan pahitnya pemecatan. Petinggi klub tidak mempertahankannya meski mempersembahkan trofi Liga Champions dan Piala Raja Spanyol pada musim 2013-2014. Di Real, hasil akhir adalah segalanya. Posisi pelatih Real akan sangat terancam apabila mengakhiri musim tanpa trofi. 

Dalam kurun waktu 36 tahun terakhir, Real telah memiliki 33 pelatih berbeda. Sangat jarang ada pelatih yang mampu bertahan lebih dari tiga musim di Real. Hanya Vicente Del Bosque dan Jose Mourinho yang bisa bertahan selama tiga musim menangani Real. 

Melihat kenyataan tersebut, sulit membayangkan Ancelotti bisa lolos dari ancaman pemecatan pada akhir musim. Kinerja pelatih Real dipantau berdasarkan musim berjalan. Mereka tidak akan berbelas kasihan apabila pelatih gagal mempersembahkan satu pun trofi dalam semusim. 

Oleh karena itu, kekalahan dari Barcelona di final Piala Raja Spanyol kian membuat posisi Ancelotti terdesak. Real telah tersingkir di Liga Champions Eropa. Kini satu-satunya kesempatan Ancelotti mempersembahkan trofi tersisa di Liga Spanyol. 

Spain Soccer Copa Del Rey

”Saya terluka, itu nyaris saja. Kami hampir menang. Sekarang kami akan fokus memenangi Liga Spanyol,” kata Ancelotti. 

Menyadari kekalahan di final Piala Raja Spanyol akan semakin mendekatkan dirinya dengan pintu keluar Real, Ancelotti yang biasanya tenang berubah ekspresif. Sepanjang laga, ia tidak berhenti mengunyah permen karet untuk menghilangkan ketegangan.

Ancelotti pun sampai harus terkena kartu kuning pada babak pertama akibat protes yang terlampau keras. Ketika bola mengenai tangan pemain Barca dalam beberapa momen, Ancelotti memperlihatkan gestur menepuk tangan kirinya sebagai pertanda handball kepada wasit.

Tidak berpihak 

Hasil laga pada akhirnya tidak berpihak pada Ancelotti. Real tetap kalah meski sempat bangkit setelah tertinggal lebih dulu. 

Gol Pedri mampu dibalas Kylian Mbappe. Aurelien Tchouameni membawa Real berbalik memimpin lewat sundulannya. Namun, kelengahan pada menit-menit akhir menyebabkan Ferran Torres sukses memaksakan hasil imbang sehingga laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu. 

TOPSHOT - Barcelona's French defender #23 Jules Kounde celebrates scoring his team's third goal with Barcelona's Spanish forward #19 Lamine Yamal (L) during their Spanish Cup, Copa del Rey (King's Cup) final football match between FC Barcelona and Real Madrid CF at La Cartuja stadium in Seville on April 26, 2025. (Photo by Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

Jules Kounde kemudian muncul sebagai pahlawan kemenangan Barca berkat golnya 4 menit jelang laga usai. Skor akhir 3-2 tetap bertahan. Barca pun merengkuh trofi Piala Raja Spanyol ke-32. 

”Hari ini, dengan keberanian besar dalam menghadapi lawan yang hebat, kami tahu bagaimana rasanya menderita dan bagaimana tetap bersatu di saat-saat yang paling sulit. Itulah sebabnya, kami mampu meraih kemenangan ini. Di sinilah keberanian sesungguhnya dari tim ini terungkap,” kata bek Barca, Inigo Martinez. 

Kemenangan atas Real turut memperpanjang tinta emas karier kepelatihan Hansi Flick. Selama ini, Flick dikenal sebagai pelatih spesialis final. Sepanjang kariernya, Flick telah delapan kali membawa timnya menembus final dan semuanya berakhir dengan kemenangan. 

”Saya sering mengatakan bahwa saya di sini bersama tim saya untuk menciptakan suasana positif di klub dan ruang ganti sehingga para pemain dapat menikmati diri mereka sendiri dan bermain di level tinggi,” ujar Flick. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul