Dua pelatih top Eropa menatap final Piala Raja Spanyol dengan situasi yang bertolak belakang. Ancelotti dipayungi keraguan, sedangkan Flick spesialis final.
25 Apr 2025 15:09 WIB · Olahraga
SEVILLA, JUMAT — Real Madrid dalam posisi yang kurang diunggulkan saat berjumpa Barcelona pada final Piala Raja Spanyol, Minggu (27/4/2025) pukul 03.00 WIB, di Stadion De La Cartuja, Sevilla. Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti berbalut keraguan akibat kemerosotan performa tim belakangan ini. Di sisi lain, Barca berada di atas angin mengingat rekor manis Pelatih Hansi Flick pada setiap final yang dijalaninya.
Flick memang pantas menyandang predikat sebagai pelatih spesialis final. Sepanjang karier kepelatihannya, Flick telah meloloskan timnya sebanyak tujuh kali ke partai puncak. Rinciannya adalah enam tim saat berkarier di Jerman dan satu di Spanyol. Dari ketujuh laga mahapenting itu, Flick memenangi semuanya. Dengan kata lain, persentase kemenangan Flick di final menyentuh 100 persen.
Kita belum memenangi apa pun. Butuh lebih banyak kerja keras untuk mencapainya.
Final terakhir yang dimenangi Flick adalah Piala Super Spanyol. Itulah trofi pertama yang ia menangi semenjak melatih Barca musim ini. Di final, Flick membantai Real, 5-2. Rekor 100 persen kemenangan pada final inilah yang menjadi salah satu faktor Barca jauh lebih difavoritkan memenangi Piala Super Spanyol.
Selain itu, Flick selalu mampu mencetak kemenangan setiap kali bertemu Real. Sejauh musim ini, Real dan Barca sudah bertemu sebanyak dua kali dan Barca selalu menang dengan skor mencolok. Pelatih asal Jerman itu selalu tahu cara meredam Real.
Walau lebih diunggulkan, Presiden Barca Joan Laporta meminta Flick dan semua pemain waspada terhadap sanjungan melenakan. Laporta mengingatkan mereka untuk selalu berhati-hati terhadap segala kemungkinan. Kondisi Real yang kini tidak diunggulkan sangat berpotensi menjadi bumerang bagi Barca jika lengah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/67e0612cdc409c7b05202d31c4964d48-FBL_ESP_LIGA_BARCELONA_REAL_MALLORCA_129191449.jpg)
”Kita belum memenangi apa pun. Butuh lebih banyak kerja keras untuk mencapainya,” kata Laporta, Jumat (25/4/2025).
Barca merupakan klub tersukses di Piala Raja Spanyol. Sejak turnamen ini dimulai pada 1903, ”Blaugrana” sudah 31 kali menjadi juara. Di bawah Barca ada Athletic Bilbao yang mengoleksi 24 trofi. Adapun Real berada di posisi ketiga klub dengan jumlah trofi Piala Raja Spanyol terbanyak, yaitu 20 kali.
Sejak awal, Flick sudah menyatakan pentingnya trofi untuk suatu klub. Ia bukanlah tipikal pelatih yang memuja gaya bermain indah. Menurut Flick, suatu tim hanya akan dikenang jika terus memenangi trofi. Bermain indah tetapi kalah tidak ada artinya bagi Flick. Untuk itulah ia sangat serius menatap final keduanya bersama Barca.
Flick sengaja menyimpan enam pemain terbaiknya saat mengalahkan Real Mallorca, 1-0, pada laga sebelumnya. Jules Kounde, Pau Cubarsí, Gerard Martin, Frenkie De Jong, Raphinha, dan Fermin Lopez, yang biasanya mendapat kepercayaan lebih, secara mengejutkan dicadangkan oleh Flick. Langkah ini untuk memberi mereka waktu beristirahat lebih banyak saat menghadapi Real.
Flick pun mengisyaratkan tidak akan bereksperimen pada laga nanti. Ia bukanlah tipe pelatih seperti Pep Guardiola yang gemar mencoba hal baru pada laga-laga krusial. Publik sepak bola masih ingat eksperimen Guardiola pada final Liga Champions Eropa menghadapi Chelsea yang berujung kekalahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/44dc4f2e6f75579a123376c41dea7e27-Spain_Soccer_Copa_del_Rey_128705469.jpg)
Isi pikiran Flick tidak serumit Guardiola. Setiap pemain akan menempati posisinya tanpa perombakan sama sekali. Dia akan menerapkan gaya menyerang dengan garis pertahanan tinggi yang jadi ciri khas Barca musim ini.
Banyak pihak yang menilai tugas Flick akan jauh lebih mudah mengingat Real mendapat jeda istirahat satu hari lebih sedikit dibandingkan Barca. Namun, Flick tidak sependapat.
”Kami tidak tahu apakah Real Madrid akan mendapat manfaat dari satu hari istirahat lebih sedikit hingga final Piala Raja Spanyol. Mereka punya pelatih hebat dan dia salah satu pelatih terbaik di dunia,” ujarnya.
Di sisi lain, laga final nanti berarti sangat penting bagi Real. Piala Raja Spanyol barangkali menjadi satu-satunya trofi yang bisa dimenangi Real. ”Los Blancos” telah tersingkir dari Liga Champions. Di Liga Spanyol, mereka tertinggal empat poin dari Barca. Memenangi Piala Raja Spanyol menjadi satu-satunya harapan Real untuk mengakhiri musim dengan trofi.
Hanya saja, performa Real jelang final sangat meragukan. Real hanya mencetak satu gol dalam enam laga beruntun. Paceklik gol seperti itu belum pernah dialami Los Blancos sejak 2018.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/68616fc11846f5204fa74050bc5816a0-TOPSHOT_FBL_ESP_CUP_ATLETICO_MADRID_BARCELONA_128705461.jpg)
”Memang benar bahwa dalam beberapa pertandingan terakhir kami menunjukkan pertahanan yang lebih solid. Kami masih kurang sedikit dalam hal efektivitas di lini depan. Di babak pertama, kami cukup efektif, tetapi di babak kedua, lewat serangan balik, kami harus bisa lebih tajam,” ujar Ancelotti.
Ancelotti di bawah keraguan serta tekanan hebat jelang laga ini. Kepercayaan fans Real terhadapnya mulai terkikis. Ia pun diisukan akan didepak bila kembali gagal mengatasi Barca.
Ancelotti perlu memikirkan cara untuk meredam kreativitas lini tengah Barca yang dihuni Pedri. Selain itu, penyerang sayap Barca, Lamine Yamal, sangat mungkin jadi momok bagi pertahanan Real. Apalagi saat ini Real tengah krisis bek kiri seiring cederanya Ferland Mendy dan Eduardo Camavinga.
Fran Garcia yang sebelumnya lebih sering dicadangkan mau tidak mau diturunkan mengisi pos tersebut. Kemampuan Garcia akan diuji menghadapi kelincahan Yamal yang biasa beroperasi di sayap kanan.
Di tengah performa yang kurang memuaskan, Ancelotti dipastikan sudah bisa memainkan Kylian Mbappe. Ia akan jadi tumpuan lini serang Real. Akan tetapi, Mbappe belum teruji melawan Barca ala Flick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/bf655baeffb5735618074bba3e62fd8e-FBL_ESP_CUP_REAL_SOCIEDAD_REAL_MADRID_128681217.jpg)
Dalam pertemuan sebelumnya, Mbappe tidak berkutik setiap kali menghadapi Barca. Pemain timnas Perancis itu terjebak offside delapan kali dan gagal mengonversi tiga peluang satu lawan satu melawan kiper Inaki Pena yang dapat mengubah hasil pertandingan. Real pada akhirnya kalah 0-4 pada pertemuan pertama di liga.
”Kami harus tetap fokus, tetapi kami sangat antusias untuk final Piala Raja Spanyol. Kami tersingkir di Liga Champions dan saat ini posisi kedua di liga. Namun, kami ingin memberikan kebahagiaan untuk para Madridista melawan Barcelona di final nanti,” kata kiper Real, Thibaut Courtois.
(AFP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar