Dua tunggal putra Italia akan berhadapan dalam semifinal turnamen tenis Perancis Terbuka. Italia pun dipastikan memiliki satu wakil di final.
04 Jun 2026 16:54 WIB · Olahraga
AFP
PARIS, RABU — Italia tanpa petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dalam persaingan tunggal putra Perancis Terbuka sejak babak kedua. Namun, negara ini tetap akan memiliki finalis dengan akan bertemunya dua wakil di semifinal.
Kedua tunggal putra Italia yang akan bertemu di Roland Garros, Paris, Jumat (5/6/2026), tersebut adalah Matteo Arnaldi dan Flavio Cobolli. Salah satu di antara mereka akan berhadapan dengan Alexander Zverev atau Jakub Mensik dalam perebutan gelar juara pada hari terakhir turnamen.
Arnaldi melaju ke semifinal setelah menang atas petenis Italia lainnya, Matteo Berrettini, dalam perempat final, Rabu. Arnaldi unggul 7-5, 5-2 sebelum Berrettini, yang merupakan finalis Wimbledon 2021, mundur karena cedera pinggul. Adapun Cobolli menghentikan langkah Felix Auger-Aliassime dengan skor 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/281868f9a47b43b5a2c3fded87a83547-wires_photo_4_.jpg)
Di antara keempat semifinalis, hanya Zverev yang pernah merasakan intensnya final Grand Slam. Petenis unggulan kedua ini pernah tampil dalam final tiga Grand Slam, kecuali Wimbledon, tetapi selalu kalah. Mensik, lawannya di semifinal, baru mencapai babak keempat sebagai perjalanan terjauh, yaitu di Australia Terbuka, Januari.
Tahap tertinggi yang pernah didapat Arnaldi, juga, babak keempat, di Amerika Serikat Terbuka 2023 dan Perancis Terbuka 2024. Adapun Cobolli mencapai perempat final Wimbledon 2025.
Hanya menjadi petenis tunggal putra nomor tiga dan tujuh Italia, Cobolli dan Arnaldi bukanlah andalan negara mereka. Italia memiliki Sinner, petenis nomor satu dunia dengan empat gelar juara Grand Slam dan finalis Perancis Terbuka 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/c2786823e994e1b00bd5ddae9911cefb-wires_photo_2_.jpg)
Dalam perjalanan menuju Roland Garros tahun ini, Sinner menyapu bersih turnamen di lapangan tanah liat berlevel ATP Masters 1000, di Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Namun, Sinner disingkirkan Juan Manuel Cerundolo pada babak kedua setelah memenangi dua set awal.
Cobolli, petenis peringkat ke-14 yang menjadi unggulan kesepuluh, dan Arnaldi (peringkat ke-94) memanfaatkan terbukanya persaingan tunggal putra hingga lolos ke semifinal. Pertandingan terberat mereka dialami pada babak keempat ketika harus bermain lima set. Arnaldi menang atas Frances Tiafoe, sementara Cobolli mengalahkan Zachary Svajda.
”Kami senang bisa mencapai fase ini untuk tenis Italia. Saya dan Matteo (Arnaldi) pun adalah teman baik,” ujar Cobolli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/c5a36401672d8459130b84028b231fd5-wires_photo_1_.jpg)
Kedua petenis pernah dua kali bertemu dan mereka berbagi kemenangan. Arnaldi memenangi babak kedua ATP Umag pada 2023, lalu Cobolli mengalahkannya pada babak keempat di Roland Garros 2025. Cobolli pun berharap bisa mengulang kemenangan setahun lalu.
Tak hanya catatan tersebut, Cobolli berharap disertai keberuntungan karena dia mandi di bilik mandi yang kerap dipakai juara 14 kali Perancis Terbuka, Rafael Nadal. ”Satu kali, saat saya sedang mandi, dia mengetuk pintu dan meminta saya selesai dengan cepat. Dia bilang, itu tempat mandinya selama 14 tahun. Saya rasa, itu hal terbaik yang saya lakukan pada tahun ini,” katanya.
Berbeda dengan semifinalis lain, Zverev akan menjalani semifinal ke-11 di ajang Grand Slam dan yang kelima dalam enam tahun terakhir di Perancis Terbuka. Dengan catatan tersebut dan status unggulan kedua, Zverev menjadi favorit juara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/6c9173896042f3ae5e11596d3a581328-wires_photo_3_.jpg)
”Saya tidak peduli bahwa saya menjadi favorit juara saat ini. Saya hanya akan fokus pada pertandingan berikutnya dan pada lawan di seberang net. Itu satu-satunya hal yang bisa saya kontrol,” ujar Zverev yang kalah dari lima petenis berbeda dalam lima tahun terakhir di Roland Garros.
Petenis yang akan dihadapi kali ini pun berbeda, petenis berusia 20 tahun asal Ceko, Mensik. Zverev mengalahkannya pada satu pertemuan sebelumnya, di babak keempat Madrid Masters. Meski demikian, dia tahu tak boleh meremehkan Mensik meski baru tiga tahun mengikuti persaingan Grand Slam.
”Tenis punya pemain-pemain muda yang bagus dan potensial. Saya harus percaya pada diri sendiri, pada permainan, dan fokus pada tugas saya,” katanya. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji