TENIS

”Chaos” di Perancis Terbuka seperti 49 Tahun Lalu

Tak ada juara Grand Slam di semifinal turnamen tenis Perancis Terbuka. Ini terjadi pertama kali di arena Grand Slam sejak 1977.

04 Jun 2026 08:58 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

Persaingan turnamen tenis Perancis Terbuka 2026 menjadi persaingan paling chaos di arena Grand Slam pada era Terbuka. Untuk pertama kali sejak Perancis Terbuka 1977, tak ada juara Grand Slam, tunggal putra dan putri, yang akan bersaing di semifinal.

Persaingan ”kacau balau” ini terjadi sejak babak-babak awal hingga Aryna Sabalenka tumbang di perempat final. Tunggal putri nomor satu dunia dengan empat gelar juara Grand Slam ini kalah dari Diana Shnaider pada pertandingan di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Rabu (3/6/2026), dengan skor 6-3, 5-7, 0-6.

Marah dengan dirinya sendiri, Sabalenka mengekspresikan emosinya dengan komentar-komentar negatif saat konferensi pers. Itu terjadi karena dia tak bisa memanfaatkan keunggulan 4-1 dan ketika membutuhkan dua poin untuk menang, pada skor 5-4, di set kedua.

”Saya hanya ingin berhenti dari tenis saat ini. Anda tahu ada ruangan ketika kita bisa melampiaskan emosi dengan membanting barang-barang? Mungkin saya akan melakukan itu seharian, besok. Mungkin itu akan membantu mengembalikan mental saya atau mungkin juga tidak,” kata Sabalenka.

French Open Tennis

Sabalenka menjadi satu-satunya juara Grand Slam, di tunggal putra dan putri, yang tampil di perempat final. Awal chaos di lapangan tanah liat Roland Garros pada tahun ini terjadi ketika tunggal putra pemilik empat Grand Slam, Jannik Sinner, tersingkir di babak kedua. Petenis nomor satu dunia itu kalah dari Juan Manuel Cerundolo.

Pada babak ketiga, juara Grand Slam yang tersingkir adalah Novak Djokovic, Cori Gauff, dan Iga Swiatek, diikuti Madison Keys pada babak keempat. Sabalenka melengkapi rangkaian kekalahan itu hingga tak ada juara Grand Slam yang tampil di semifinal.

Kondisi ini terakhir kali terjadi 49 tahun lalu di arena Grand Slam dan itu (kebetulan) terjadi di Perancis Terbuka. Pada persaingan Perancis Terbuka 1977, juara baru Grand Slam pun lahir, yaitu Mima Jausovec di tunggal putri dan Guillermo Villas (tunggal putra).

Ketika petenis-petenis bintang tumbang sebelum waktunya, ”favorit juara” berganti setiap satu babak terlewati. Indikatornya adalah ranking tertinggi dan pengalaman bermain di Roland Garros meski peluang mereka kalah tetap terbuka.

Mirra Andreeva mengembalikan bola dengan ”forehand” pada perempat final tunggal putri Perancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Selasa (2/6/2026). Andreeva mengalahkan Sorana Cirstea.

Mirra Andreeva, misalnya, menjadi petenis dengan ranking tertinggi dari empat semifinalis. Petenis Rusia berusia 19 tahun itu menempati peringkat kedelapan dunia dengan performa terbilang konsisten dalam tiga tahun terakhir di Perancis Terbuka. Dia mencapai semifinal pada 2024 dan perempat final 2025. Andreeva datang ke Roland Garros dengan status finalis WTA 1000 Madrid dan menjadi perempat finalis WTA 1000 Roma, turnamen pemanasan Perancis Terbuka.

Namun, Marta Kostyuk, yang menjadi lawan Andreeva di semifinal, Kamis, adalah petenis yang selalu mengalahkannya dalam dua pertemuan yang terjadi pada tahun ini. Andreeva kalah pada perempat final WTA Brisbane, Januari, dan final WTA Madrid, sebulan sebelum pertemuan mereka di Roland Garros. Saat itu, Andreeva kalah 3-6, 5-7.

Rekam jejak tersebut dan emosi yang masih labil dalam tekanan di usia remaja bisa membahayakan Andreeva. Apalagi, Kostyuk berada dalam kondisi terbaik pada persaingan di lapangan tanah liat 2026 ini. Gelar WTA Madrid menjadi gelar pertamanya dari level WTA 1000.

Marta Kostyuk merayakan kemenangan atas Elina Svitolina pada perempat final tunggal putri Perancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Rabu (3/6/2026). Kostyuk akan melawan Mirra Andreeva di semifinal.

Dia meneruskan konsistensinya di Roland Garros dengan menyingkirkan Swiatek pada babak keempat dan sesama petenis Ukraina yang juga tampil baik di lapangan tanah liat 2026, Elina Svitolina. Kostyuk akan membawa kebanggaan sebagai bangsa Ukraina dengan konteks bahwa negaranya berada dalam konflik dengan Rusia, negara asal Andreeva.

Andreeva pun siap mengantisipasi apa pun yang akan terjadi. ”Kali ini, saya hanya harus mencoba mendorong diri sendiri untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik, apa pun yang terjadi. Rasanya akan lebih mudah bermain dengan pola pikir seperti itu,” kata Andreeva dalam laman resmi WTA.

Semifinal petenis kualifikasi

Semifinal lain di tunggal putri mempertemukan Shnaider dengan Maja Chwalinska. Ada faktor keberuntungan yang mengantarkan Chwalinska menuju semifinal, yaitu tak pernah bertemu petenis bintang.

Maja Chwalinska memukul bola dengan ”backhand” pada perempat final tunggal putri Perancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Selasa (2/6/2026). Chwalinska lolos ke semifinal sebagai petenis kualifikasi.

Namun, apresiasi patut diberikan karena dia menjalaninya sejak babak kualifikasi. Chwalinska pun menjadi petenis kualifikasi kedua yang lolos ke semifinal Perancis Terbuka setelah Nadia Podoroska pada persaingan 2020. Total, petenis peringkat ke-114 dunia itu memenangi delapan pertandingan.

”Tentu saja saya lelah, tetapi itu normal. Ini adalah Grand Slam, adrenalinnya pun begitu tinggi. Apa pun yang saya rasakan, semuanya akan baik-baik saja saat memasuki lapangan,” kata Chwalinska, petenis putri kedua dari Polandia yang tampil di semifinal Perancis Terbuka setelah Swiatek.

Chwalinska, yang debut di arena Grand Slam pada Australia Terbuka 2020, tampil di panggung tertinggi tenis profesional untuk ke-15 kali. Semuanya dilalui sejak babak kualifikasi. Sebelum Perancis Terbuka 2026, dia hanya dua kali lolos ke babak utama, saat mencapai babak kedua Wimbledon 2022 dan babak pertama Australia Terbuka 2025.

Diana Shnaider mengembalikan bola sambil menekuk lutut pada perempat final tunggal putri Perancis Terbuka. Di Roland Garros, Paris, Rabu (3/6/2026), Shanider mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka.

Di seberang net, Shnaider juga akan menjalani semifinal pertama Grand Slam setelah mencapai babak keempat Perancis Terbuka 2024. Kedua petenis pernah bertemu di semifinal, tetapi dalam turnamen level rendah, yaitu di WTA Istanbul 2022, yang dimenangi Shnaider.

”Maja adalah petenis dengan permainan yang bisa mengecoh lawan, terutama dengan dropshot dan slice. Itu akan menjadi tantangan berbeda dibandingkan melawan Sabalenka. Saya mengharapkan pertandingan menarik,” kata Shnaider. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar