Dalam sepekan terakhir terjadi 30 kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem di Jabar. Ribuan rumah terendam banjir dan puluhan ribu warga terdampak.
22 Jan 2025 18:33 WIB · Nusantara
BANDUNG, KOMPAS — Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Barat menyebabkan puluhan peristiwa bencana selama sepekan terakhir. Sebanyak 45.134 warga terdampak bencana dan ribuan rumah di sejumlah wilayah Jabar terendam banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, tercatat 30 kali peristiwa bencana pada Rabu (15/1/2025) hingga Rabu (22/1/2025) ini. Sebanyak 30 kali kejadian bencana ini meliputi 12 peristiwa angin kencang, 12 kejadian longsor, dan 6 kejadian banjir.
Sebanyak 4.163 rumah terendam air akibat banjir. Sementara itu, 18 rumah rusak berat, 24 rumah sedang, dan 20 rumah rusak ringan karena terdampak bencana.
”Sebanyak 45.134 warga terdampak bencana alam dalam sepekan terakhir. Tak ada korban jiwa maupun luka dalam 30 peristiwa ini,” kata Hadi Rahmat Hardjasasmita selaku Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/11/15/76becbf9-b3df-42e3-8593-0aa7e7bc412c_jpg.jpg)
Hadi menuturkan, 30 peristiwa bencana alam itu terjadi di 14 kabupaten/kota di Jabar. Kabupaten Karawang memiliki jumlah bencana alam terbanyak, yakni enam kejadian.
Dia pun mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat bantaran sungai dan daerah perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi perlu dilakukan ketika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam.
Selain itu, para pengendara mobil ataupun sepeda motor wajib menepi saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Upaya ini untuk mencegah pengendara tertimpa baliho atau pohon tumbang.
”Kami mengimbau warga di daerah rawan bencana supaya menyiapkan upaya mitigasi mandiri. Cara tersebut dengan memetakan tempat yang aman untuk evakuasi,” ujar Hadi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/27dac5d90fe034a05c57b38b95eeed76-5ce7d036fd8d6a6e0489536edb3fb56d.jpeg)
Sementara itu, prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi Jabar, Perdana Reynaldy Usior, memaparkan, wilayah Jabar akan memasuki puncak musim hujan pada Februari mendatang. Oleh karena itu, dia pun meminta warga mewaspadai potensi bencana alam karena tingginya intensitas curah hujan.
Perdana mengungkapkan, kondisi cuaca ini terjadi karena Indonesia terdampak angin monsun Asia yang bergerak dari arah barat laut menuju timur. Fenomena ini juga melanda wilayah Jabar.
”Fenomena cuaca ini bisa menyebabkan sering terjadi hujan yang biasanya dimulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB. Terjadi hujan deras dan lebat disertai angin kencang dan kilat,” ungkapnya.
Kami mengimbau warga di daerah rawan bencana supaya menyiapkan upaya mitigasi mandiri. Cara tersebut dengan memetakan tempat yang aman untuk evakuasi.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Haris Firdaus