Korban Tewas akibat Longsor Pekalongan Bertambah Jadi 19 Orang, Berikut Identitasnya

Dua korban tewas akibat longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ditemukan pada Rabu (22/1/2025) pagi. Total korban meninggal 19 orang.

22 Jan 2025 15:13 WIB · Nusantara

Oleh Raynard Kristian Bonanio Pardede

PEKALONGAN, KOMPAS — Jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bertambah menjadi 19 orang. Sementara itu, tujuh orang masih dilaporkan hilang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana pun mengumumkan identitas para korban tewas itu.

Bencana longsor terjadi di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Senin (20/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi bencana berada di wilayah pegunungan sehingga rawan terjadi longsor, terutama saat hujan deras.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, pada Rabu (22/1/2025) pagi, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban longsor di Petungkriyono.

”Dengan demikian, jumlah korban meninggal yang tercatat hingga siang hari ini menjadi 19 jiwa,” kata Abdul dalam keterangan tertulis, Rabu siang.

Akses jalan alternatif Pekalongan -Banjarnegara yang menghubungkan Kecamatan Doro engan Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terputus karena timbunan longsor, Rabu (22/1/2025). Dari lokasi ini, sukarelawan harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju lokasi longsor. Bencana longsor terjadi pada Selasa (21/1/2025) karena curah hujan ya

Abdul memaparkan, berdasarkan data yang diterima BNPB, 19 korban meninggal itu telah diidentifikasi. Berdasarkan data BNPB, identitas para korban adalah Revalina (19), Kiki Pramudita (23), Sutar (49), Riyanto (50), Ayat (27), Sumeri (30), Doni (27), Winarko (27), Supari (37), Sularso (44), Inawati (23), Afkar (4), Husnul Cholifah (35), Rokhim (40), Joni Yulianto (45), dan Rahmono (24). Selain itu, ada pula beberapa korban yang belum disertai keterangan umur, yakni Suyati, Aisah, dan Ta’ari.

”Dua jenazah yang ditemukan pada pagi hari ini merupakan bagian dari daftar orang yang dilaporkan hilang pada peristiwa naas Senin lalu,” kata Abdul.

Sementara itu, ada beberapa orang yang masih dalam pencarian, yakni M Teguh Imanto, Abiyas, Giyanto, Tegar Hapriyanto, M Nasrulah Amin, Aurel, dan Ta’adi.

Selain korban jiwa, ada pula kerugian material akibat longsor, yakni 2 rumah rusak berat, 2 jembatan rusak, 3 kendaraan roda empat rusak, 1 kafe rusak, dan 3 jalan tertutup longsoran.

Warga berjalan kaki saat hendak mengungsi karea akses jalan alternatif Pekalongan -Banjarnegara yang menghubungkan Kecamatan Doro engan Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terputus karena timbunan longsor, Rabu (22/1/2025).

Akibat kondisi tersebut, evakuasi terkendala karena akses menuju lokasi terdampak terputus. Tim SAR pun harus mencari jalan lain untuk sampai ke lokasi.

”Untuk sementara, akses harus memutar menuju lokasi terdampak, yakni melalui Kali Bening, Kabupaten Banjarnegara, karena jembatan di Kabupaten Pekalongan yang harus dilalui rusak,” ucap Abdul.

Dia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama dengan berbagai instansi terkait masih terus melakukan pendataan dampak bencana itu. Penanganan korban dan lokasi terdampak juga diupayakan.

Selain di Pekalongan, intensitas hujan yang tinggi sejak awal pekan ini juga memicu banjir dan longsor di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Akibat tanah longsor itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan empat luka ringan di Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo.

Longsor juga menerjang sejumlah kecamatan lain di Kendal, yakni Boja, Limbangan, Patean dan Plantungan. Total sebanyak 16 rumah rusak dan 25 jiwa terdampak.

Proses evakuasi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Senin (20/1)

Selain itu, sejumlah kecamatan di Kendal juga terdampak bencana banjir, seperti Kecamatan Patebon, Cepiring, Boja, Rowosari, Patean, dan Kendal. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Patebon yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Bodri.

Bencana banjir di Kendal dilaporkan berdampak pada 1.065 rumah, 10 tempat ibadah, 3 fasilitas kesehatan, 6 fasilitas pendidikan, dan 7 bangunan kantor. Hingga Rabu pagi, masih ada 264 warga di Kendal yang mengungsi akibat banjir.

Peningkatan curah hujan

Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia sedang terdampak gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa Tengah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana diimbau untuk terus siaga terutama saat terjadi hujan lebat. Hal ini untuk mengantisipasi dampak banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Guru membersihkan teras sekolah yang terdampak banjir di SD Negeri 2 Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2025). Hujan dengan intensitas tinggi serta buruknya saluran air menyebabkan sekolah dan wilayah sekitarnya terendam banjir. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Spt.

Berdasarkan perkiraaan BMKG, mulai Kamis (23/1) hingga Sabtu (25/1), daerah-daerah yang berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir dan angin adalah Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Boyolali, Sragen, dan Klaten.

Lalu, hujan lebat juga berpotensi terjadi di Blora, Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Jepara, Temanggung, Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

“Aktifnya gelombang Ekuatorial Rosby mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” ucap Yoga.

Quote

Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia sedang terdampak gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa Tengah


Kerabat Kerja

Penulis:

Raynard Kristian Bonanio Pardede
 | 

Editor:

Haris Firdaus