Jafar/Felisha Dijegal Juara Dunia di Malaysia Terbuka

Jafar/Felisha menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang tampil pada hari pembuka turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka. Mereka langsung tersingkir.

06 Jan 2026 18:52 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUALA LUMPUR, SELASA — Pertandingan perdana pada 2026 bukan pertandingan baik bagi pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Keinginan menggebu untuk menang menjadi bumerang hingga mereka tak bisa mengontrol permainan ketika berhadapan dengan juara dunia di Malaysia Terbuka BWF World Tour Super 1000.

Semangat untuk menang melawan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) sebenarnya menjadi modal positif bagi Jafar/Felisha saat memasuki Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/1/2026). Mereka tak ingin enam kekalahan beruntun dari pasangan ranking keempat dunia itu bertambah panjang.

Namun, ketika keinginan itu terlalu menggebu, ada efek negatif yang muncul. Target itu berubah menjadi tekanan sehingga mereka tak dapat mengontrol permainan. Jafar/Felisha pun tak bisa tampil maksimal dan melakukan banyak kesalahan.

Quote

Performa hari ini jauh dari harapan, jelek sekali. Saya melakukan banyak kesalahan, pergerakan saya tidak nyaman.

Jafar/Felisha kalah dengan skor 12-21, 17-21 dengan performa menurun dibandingkan pertemuan terakhir pada penyisihan grup turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Desember 2025. Saat itu, mereka bisa memberi perlawanan ketat kepada Chen/Toh meski kalah 21-17, 14-21, 15-21.

Jafar Hidayatullah bertahan dari serangan lawan pada babak pertama turnamen Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/1/2026). Jafar/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tersingkir.

”Performa hari ini jauh dari harapan, jelek sekali. Saya melakukan banyak kesalahan, pergerakan saya tidak nyaman. Mungkin karena menggebu-gebu pengin menang, tetapi berbalik menjadi tekanan hingga tidak bisa main maksimal,” tutur Felisha.

Hal serupa dikatakan Jafar. Setelah enam kali kalah pada semua pertandingan yang berlangsung tahun 2025, dia ingin mengalahkah salah satu dari empat ganda campuran terbaik dunia itu pada tahun yang baru.

”Tapi, jadi tidak terkontrol mainnya. Jelek banget, tidak yakin dan banyak mati sendiri. Selain itu, Chen/Toh bermain sangat bagus hari ini,” kata Jafar.

Ganda campuran peringkat empat besar dunia, yaitu Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China), Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand), dan Chen/Toh, masih menjadi batu sandungan tinggi bagi Jafar/Felisha. Meskipun pasangan Indonesia berusia 22 dan 20 tahun itu sudah menempati ranking kesepuluh dunia, mereka belum bisa mengalahkan empat pasangan tersebut.

Dari pengalaman melawan pasangan top dunia itu pada 2025, Jafar/Felisha masih kesulitan bermain baik dengan konsisten. Mereka kehilangan banyak poin setelah interval setiap gim.

Adapun setelah kalah dari Chen/Toh di Malaysia Terbuka, Felisha mengatakan bahwa dia dan Jafar harus mencari cara untuk bangkit jika kesulitan pada awal permainan. ”Itu harus dicari karena situasi seperti ini pasti akan muncul lagi di turnamen ke depan. Secara teknik, semua aspek masih banyak yang harus ditingkatkan,” kata Felisha.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah dari Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) pada babak pertama turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/1/2026).

Laga Jafar/Felisha melawan Chen/Toh menjadi salah satu pertandingan yang mempertemukan pemain-pemain ranking sepuluh besar dunia pada babak pertama. Hal serupa terjadi pada nomor lain, salah satunya ketika ganda putra ranking kelima, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, bertemu Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (10). Man/Tee menang dengan skor 21-17, 21-18.

Ketatnya persaingan sejak awal pada turnamen ini juga terlihat dari kekalahan unggulan keempat ganda putra, Liang Wei Keng/Wang Chang. Pasangan China ini kalah dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, 21-18, 7-21, 17-21.

Tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, pun menjalani laga ketat saat melawan Michelle Li. Pemain Korea Selatan dengan 11 gelar juara pada 2025 itu kehilangan gim pertama dan tertinggal 14-16 pada gim ketiga. Namun, ketangguhan mental membuat An bisa mengatasi tekanan dan menang, 19-21, 21-16, 21-18.

Tekad Fajar/Fikri

Jafar/Felisha menjadi satu-satunya dari sembilan wakil Indonesia yang tampil pada hari pertama turnamen pembuka di 2026 ini. Pemain lain akan mengawali penampilan pada babak pertama yang berlangsung Rabu.

Di antara mereka ada tiga ganda putra Indonesia, termasuk dua pasangan berperingkat sepuluh besar dunia, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ranking keenam) dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (8). Selain itu, ada pasangan muda ranking ke-23, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang menjalani debut pada turnamen Super 1000.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berlatih di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/1/2026). Mereka akan menjalani babak pertama Malaysia Terbuka pada Rabu.

Namun, salah satu di antara mereka dipastikan tersingkir pada babak pertama karena akan terjadi pertemuan antara Sabar/Reza dan Raymond/Nikolaus. Adapun Fajar/Fikri akan berhadapan dengan pasangan Taiwan, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen.

Meski berpengalaman tampil dan menjuarai ajang besar, Fajar/Fikri akan bermain di Malaysia Terbuka untuk pertama kali sebagai pasangan. Mereka berduet sejak Juli 2025 ketika Daniel Marthin (pasangan Fikri cedera) dan Muhammad Rian Ardianto (partner Fajar) cuti dari turnamen karena urusan keluarga.

Hasil lima final (sekali juara) dari sembilan turnamen menempatkan mereka pada ranking keenam dunia pada akhir tahun, juga menjadi unggulan keenam di Malaysia Terbuka. Meski memiliki bekal bagus, mereka bertekad tak akan lengah di tengah ketatnya persaingan ganda putra.

”Tahun ini kembali dari nol meskipun punya ranking dari bekas tahun sebelumnya. Kim Won-ho/Seo Seung-jae meraih 11 gelar juara pada 2025, tapi itu bukan berarti pasangan lain tidak mampu menghadapinya. Siapa pun bisa dilawan, bisa dihadapi, tergantung pada persiapan dan kesiapannya. Semua bisa terjadi,” kata Fajar, menyebut ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berlatih di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/1/2026). Mereka akan menjalani debut di Malaysia Terbuka pada Rabu.

Sementara Fikri mengatakan, berada pada ranking keenam dunia di awal 2026 bisa menjadi motivasi untuk menembus peringkat lima besar, bahkan tiga besar, pada akhir tahun. ”Semoga di tahun ini minimal bisa sama bagusnya dengan enam bulan ke belakang,” ujar Fikri.

Fajar juga mewaspadai gebrakan yang akan dibuat pasangan muda, termasuk Raymond/Nikolaus. Fajar/Fikri bahkan kalah dari mereka pada final Australia Terbuka, November 2025.

Pada nomor tunggal, Alwi Farhan akan bermain di Malaysia Terbuka untuk pertama kalinya dengan melawan unggulan ketujuh tunggal putra asal Perancis, Alex Lanier, sedangkan Jonatan Christie berhadapan dengan Lee Chia Hao (Taiwan). Adapun satu-satunya wakil tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, akan berhadapan dengan Manami Suzu (Jepang).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti