Ranking Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Naik Delapan Tingkat

Posisi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dalam ranking dunia naik delapan tingkat. Mereka memasuki jajaran 25 besar dunia.

25 Nov 2025 17:24 WIB · Olahraga

HUmas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Gelar juara turnamen bulu tangkis Australia Terbuka menaikkan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam daftar ranking dunia. Mereka pun bisa lebih leluasa mengikuti turnamen BWF World Tour.

Dalam daftar yang dikeluarkan BWF pada Selasa (25/11/2025), Raymond/Nikolaus menempati peringkat ke-24 dunia, naik dari peringkat ke-32 pada pekan sebelumnya. Mereka menjadi salah satu ganda putra dengan kenaikan ranking yang tinggi selain Choi Sol-gyu/Goh V Shem (Korea Selatan/Malaysia) yang naik dari ranking ke-57 menjadi ke-42.

Quote

Mereka mempunyai faktor X yang bisa membawa mereka berkembang menjadi spesial.

Ranking ke-24 itu ditempati setelah Raymond/Nikolaus memulai duet dari posisi ke-302 dalam ranking BWF saat bermain di turnamen Singapura International Challenge, pada Februari. Sembilan bulan sejak saat itu dan setelah tampil dalam 12 turnamen, Raymond/Nikolaus pun melesat.

Mereka menjalani debut pada turnamen Singapura International Challenge dan langsung menjadi juara. Gelar tersebut menjadi salah satu dari empat gelar pemain berusia 21 dan 20 tahun itu dari level international series/challenge sebelum turnamen yang diikuti naik level ke Super 100, 300, lalu 500.

Pada turnamen Super 100, Raymond/Nikolaus meraih hasil satu gelar juara dari dua final, ditambah semifinal dari turnamen lain. Mereka pun tampil hingga ke final Super 300 ketika bermain di Korea Masters, 4-9 November, lalu menjuarai Australia Terbuka.

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Joaquin Nikolaus, beraksi saat pertandingan final Australia Terbuka di Sydney, Australia, Minggu (23/11/2025).

Performa mereka mendapat sorotan penggemar bulu tangkis Indonesia di dunia maya. Mantan atlet Inggris yang menjadi komentator turnamen untuk BWF, Gillian Clark, bahkan, turut berkomentar.

Dalam akun Instagram, Clark membandingkan Raymond/Nikolaus dengan pemain ganda putra Indonesia lainnya yang dinilai memiliki kemampuan spesial, yaitu Hendra Setiawan/Markis Kido, Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying.

”Mereka mempunyai faktor X yang bisa membawa mereka berkembang menjadi spesial,” kata Clark. ”Mereka adalah individu dengan talenta besar, memiliki kemampuan teknis bagus, dinamis, berani dan agresif. Itu membuat mereka menarik ditonton.”

Meski demikian, Clark juga mengingatkan bahwa Raymond/Nikolaus akan dan harus belajar untuk menghadapi ekspektasi dan tekanan yang kian besar pada perjalanan berikutnya. ”Itu adalah hal yang fundamental dan tak dapat dihindari dalam olahraga,” lanjutnya.

Raymond/Nikolaus menyadari hal itu seperti yang mereka utarakan setelah menjuarai Australia Terbuka. Mereka akan menjadikan hasil juara sebagai motivasi dan batu loncatan untuk menghadapi tantangan lebih besar. Apalagi, dengan ranking ke-24, duet pemain asal PB Djarum itu bisa lebih leluasa mengikuti turnamen BWF World Tour, termasuk yang berlevel Super 500 ke atas.

Ganda putri, Rachel Alessya Rose (kanan)/Febi Setianingrum, melawan rekan senegaranya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, dalam pertandingan final Australia Terbuka di Sydney, Australia, Minggu (23/11/2025).

Di Australia Terbuka, mereka mengalahkan pemain-pemain dengan pengalaman lebih banyak di arena BWF World Tour. Sebelum menang atas senior mereka di pelatnas, Fajar/Fikri, Raymond/Nikolaus menyingkirkan dua pasangan Malaysia berperingkat lima besar, yaitu Man Wei Chong/Tee Kai Wun dan Goh Sze Fei Nur Izuddin. Akan tetapi, masih banyak pemain top dunia lain yang belum dihadapi dan Raymond/Nikolaus baru tampil dalam dua turnamen BWF World Tour.

Setelah Australia Terbuka, Raymond/Nikolaus seharusnya mengikuti SEA Games Thailand 2025, 9-20 Desember. Dari sektor ganda putra, PP PBSI mendaftarkan mereka dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.

PBSI mendaftarkan tim yang sebagian besar atlet muda demi regenerasi. Akan tetapi, Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta lebih banyak pemain senior yang ikut serta agar mencapai target kontingen, yaitu menempati ranking ketiga.

Juara dan finalis ganda putri Australia Terbuka, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, juga, didaftarkan dalam tim SEA Games. Seperti Raymond/Nikolaus, kedua pasangan itu mendapat lonjakan dalam daftar ranking. Rachel/Febi menempati posisi ke-59, naik 28 tingkat dari posisi sebelumnya. Adapun Febriana/Meilysa, yang berada di rangking ke-60, naik 23 tingkat.

Kedua ganda putri itu menjadi bagian dari perombakan pasangan pada sektor tersebut demi target lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028. Formasi baru ini menjalani turnamen BWF sejak September.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul