Jaga Hubungan Baik, Presiden Prabowo Akhirnya Berangkat ke China

Presiden Prabowo Subianto berencana menghadiri peringatan 80 tahun kemenangan perang rakyat China dan parade militer. Ada harapan bertemu sejumlah pemimpin dunia.

03 Sep 2025 00:29 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto yang sempat membatalkan lawatannya ke Republik Rakyat China akhirnya bertolak untuk memenuhi undangan resmi Presiden Xi Jinping. Bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, Presiden Prabowo akan menghadiri parade militer di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai melepas keberangkatan Presiden mengatakan, sesungguhnya dalam undangannya, Presiden China Xi Jinping mengharapkan kehadiran Presiden Prabowo dari tanggal 31 Agustus 2025.

Dengan demikian, seandainya bisa hadir dari tanggal tersebut, Presiden bisa menghadiri KTT Shanghai Cooperation Organization 2025 di Tianjin pada 31 Agustus dan 1 September 2025. Namun, di tengah unjuk rasa yang meluas di Indonesia, Presiden Prabowo memutuskan untuk membatalkan keberangkatan.

”Namun, karena adanya dinamika di dalam negeri, kemudian Bapak Presiden Prabowo memutuskan untuk menunda keberangkatan,” kata Prasetyo.

Quote

Demi menjaga hubungan baik dengan Pemerintah China, Bapak Presiden memutuskan untuk berangkat malam ini dan keesokan malam beliau sudah akan kembali ke Tanah Air.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan seusai melepas Presiden Prabowo Subianto bertolak ke China, Selasa (2/9/2025).

Prasetyo menuturkan, beberapa hari belakangan ini ada permohonan yang sangat dari Pemerintah China agar Presiden Prabowo menghadiri setidaknya satu hari, yakni di acara parade militer Pemerintah China.

Presiden, menurut Prasetyo, tetap mempertimbangkan kondisi Tanah Air saat ini. Presiden juga menilai kondisi tanah air bisa pulih secepatnya berkat seluruh masyarakat Indonesia; jajaran aparat, baik kepolisian maupun TNI; serta jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Para gubernur dan bupati/wali kota dinilai mampu bekerja sama menciptakan rasa persatuan, rasa kerukunan, dan rasa perdamaian di antara sesama anak bangsa. Presiden pun berterima kasih.

”Satu hari ini juga beliau memonitor seluruh keadaan dan mendapatkan laporan dari seluruh jajaran terkait bahwa kehidupan masyarakat telah kembali berangsur pulih seperti sediakala. Oleh karena itulah, demi menjaga hubungan baik dengan Pemerintah China, Bapak Presiden memutuskan untuk berangkat malam ini dan keesokan malam beliau sudah akan kembali ke tanah air,” tutur Prasetyo.

Infografik riset tindakan dan keputusan Presiden Prabowo Subianto menanggapi gelombang demonstrasi.

Presiden rencananya menghadiri peringatan 80 tahun kemenangan dalam perang rakyat China melawan agresi Jepang dan Perang Dunia II.

Sebelumnya, Asisten Menteri Luar Negeri China Hong Lei dalam konferensi pers Kamis (28/8/2025) menyebutkan, Presiden Prabowo sebagai salah satu pemimpin negara yang akan hadir dalam parade militer pada 3 September 2025. Selain itu, masih ada Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif yang juga disebut akan datang.

Para pemimpin dari Myanmar, Iran, Belarus, Uzbekistan, Serbia, Nepal, Armenia, Tajikistan, Kongo, Malaysia, Maladewa, dan Mongolia juga turut hadir. Tidak ada pemimpin negara Barat yang disebut akan hadir.

Undangan parade militer juga disampaikan ke pihak-pihak yang membantu China selama berperang melawan Jepang pada 1931-1945. Ada 50 sahabat dan perwakilan keluarga dari 14 negara yang akan hadir, seperti Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Inggris, dan Perancis.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping memeriksa pasukan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China upacara kenegaraan penyambutan kunjungan kenegaraan Prabowo di Great Hall of The People, Beijing, China, Sabtu (9/11/2024),

Pemerintah China disebut telah mematangkan segala persiapan menjelang parade militer besar pada 3 September 2025 di Lapangan Tiananmen. Acara ini disebut-sebut parade militer terbesar yang pernah digelar sejak Republik Rakyat China berdiri pada 1949.

Parade militer merupakan salah satu rangkaian acara peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. China juga menandai berakhirnya perang melawan Jepang yang terjadi selama 14 tahun. Menurut catatan China, perang menewaskan 35 juta anggota militer dan warga sipil. Kerugian langsung dan tak langsung karena perang ditaksir lebih dari 600 miliar dollar AS.

China berharap sejarah kelam tidak terulang kembali. Beijing pun menegaskan sikap untuk menjaga perdamaian dunia.

Setelah penyambutan, Prabowo yang didampingi sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih mengadakan pertemuan bilateral dengan Xi Jinping dan jajarannya. Pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam itu dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama oleh para menteri disaksikan kedua presiden. Agenda dilanjutkan dengan jamuan makan malam yang juga dilakukan di Aula Besar Rakyat.

”Di tengah situasi global yang kompleks dan defisit perdamaian yang meningkat, menjaga perdamaian dunia adalah tugas menantang. Tema acara peringatan ini adalah ’Mengingat Sejarah, Mengenang Para Pahlawan, Menghargai Perdamaian, dan Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik’,” kata Hong (Kompas.id, 29/8/2025).

Menurut Wakil Direktur Jenderal Biro Operasional Departemen Staf Gabungan Komisi Militer China Mayor Jenderal Wu Zeke, parade ini untuk menunjukkan kemajuan China dalam modernisasi militer. Ada berbagai macam senjata dan peralatan militer yang akan ditampilkan selama parade. Sebagian di antaranya baru akan ditampilkan ke publik untuk pertama kali.

Senjata dan peralatan militer ini dibuat di dalam negeri dan saat ini aktif. Pameran mencakup antara lain peralatan nirawak dan antinirawak, serta sistem presisi hipersonik. Ada lebih dari 10.000 personel yang terlibat dalam parade, 100 pesawat, serta ratusan kendaraan darat. Selain itu, ada lebih dari 100 jenis peralatan yang akan dipamerkan (Kompas.id, 22/8/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan