Tim bulu tangkis Indonesia menjadi juara Grup D kejuaraan Piala Sudirman setelah mengalahkan Denmark. Alwi dan Putri bermain gemilang.
01 Mei 2025 15:55 WIB · Olahraga
XIAMEN, KAMIS — Tak terkalahkan pada fase penyisihan, Indonesia menjadi juara Grup D pada kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman. Hasil tersebut dan daya juang yang diperlihatkan pemain-pemain muda menjadi bekal bagi tim ”Merah Putih” untuk menjalani perempat final.
Posisi juara grup didapat setelah Indonesia mengalahkan Denmark dengan skor 4-1 di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Kamis (1/5/2025). Kemenangan itu menambah kemenangan atas India (4-1) dan Inggris (5-0) sehingga Indonesia berhak atas posisi teratas dengan tiga poin, diikuti Denmark yang mempunyai dua poin, hasil dari dua kali menang.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian bersyukur atas hasil juara grup yang didapat Indonesia. ”Ini merupakan hasil dari kerja sama satu sama lain, pemasangan susunan pemain yang tepat, dan kesiapan pemain dari setiap sektor untuk mengambil poin,” kata Eng Hian.
Status juara grup diperoleh dalam persaingan di grup terberat dari empat grup yang masing-masing terdiri atas empat tim. Di Grup D terdapat tiga tim dengan kekuatan berimbang, yaitu Indonesia, Denmark, dan India. Padahal, hanya dua tim terbaik yang berhak melaju ke perempat final.
Setelah ini, kerja sama dan kemampuan pemain akan diuji dalam pertandingan dengan intensitas lebih tinggi karena persaingan akan berlangsung dengan sistem gugur. Perempat final akan berlangsung Jumat (2/5/2025) antara juara dan peringkat kedua dari grup berbeda setelah mereka bersaing dalam format round robin dalam empat grup.
Penentuan tim-tim yang berjumpa pada fase perempat final itu dilakukan melalui undian yang diselenggarakan setelah semua laga penyisihan selesai, Kamis malam. Berdasarkan undian tersebut, Indonesia akan menghadapi Thailand, Korea Selatan melawan Denmark, Jepang melawan Taiwan, dan China melawan Malaysia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/4bcefc69a629682296bda9eedd7e8478-WhatsApp_Image_2025_05_01_at_15.16.09.jpeg)
Indonesia dan Denmark bertanding setelah memastikan lolos ke perempat final, dua hari sebelumnya. Meski demikian, intensitas persaingan pada pertemuan ke-16 kedua tim di Piala Sudirman itu tetap tinggi.
Denmark menurunkan kekuatan penuh seperti ketika melawan India pada hari pertama kejuaraan, 27 April, dan menang 4-1. Atlet nomor satu Denmark bermain pada empat nomor, termasuk tiga wakil berperingkat 10 besar dunia, yaitu tunggal putra ranking ketiga dunia, Anders Antonsen, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (ganda putra/1), dan Jesper Toft/Amalie Magelund (ganda campuran/7).
Sementara itu, pemilihan pemain Indonesia didasarkan pada kesiapan dan kondisi akhir mereka pada Rabu malam, yaitu saat batas waktu pendaftaran line up (susunan atlet) yang akan bertanding.
Pada tunggal putra, misalnya, pemain nomor satu Indonesia, Jonatan Christie, tak diturunkan. Perannya digantikan Alwi Farhan yang menjalani debut dalam Piala Sudirman. Seperti dikatakan pelatih tunggal putra Indra Widjaja, kondisi Jonatan kurang fit setelah bermain tiga gim selama satu jam 13 menit melawan Prannoy HS (India).
Ganda campuran memasangkan Rinov Rivaldy dan Gloria Emanuelle Widjaja alih-alih memilih pasangan tetap, Rinov/Pitha Haningtyas Mentari atau Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria yang dua kali bertemu Toft/Magelund pada turnamen di Eropa, Maret. Pelatih ganda campuran Rionny Mainaky menyebut beberapa pertimbangan, seperti pengalaman Rinov dan Gloria dalam kejuaraan beregu, kondisi lapangan dan kok, serta karakter permainan yang cocok dengan pasangan Denmark.
Namun, usaha Rinov/Gloria belum cukup untuk membuat Indonesia unggul pada partai pembuka. Mereka kalah dengan skor 20-22, 23-21, 16-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/408400b5eaf191da1168190046c4cda1-WhatsApp_Image_2025_05_01_at_10.19.01.jpeg)
Pertandingan ini diwarnai momen kontroversial saat Rinov/Gloria tertinggal 20-21 pada gim pertama. Kok dari smes silang Toft jatuh di luar garis pinggir lapangan ganda. Toft memperlihatkan ekspresi menyesal ketika melihat arah jatuhnya kok. Akan tetapi, saat kedua pasangan akan melanjutkan pertandingan, setelah lapangan dikeringkan dari tetesan keringat, skor ternyata menunjukkan 22-20 untuk kemenangan Toft/Magelund.
Tak pelak, Rinov, Gloria, lalu Rionny dan Vita Marissa sebagai pelatih yang mendampingi mereka memprotes wasit. Referee turnamen dipanggil, tetapi keputusan wasit tak berubah.
Emosi yang dirasakan Gloria menjadi tangis, meski dia buru-buru menghapus air matanya setelah berpindah sisi lapangan. Rinov mencoba menenangkan seniornya itu.
Terlepas dari momen tersebut dan keberhasilan Rinov/Gloria membuat pertandingan berjalan tiga gim, setelah tertinggal 13-18 pada gim kedua, pasangan Indonesia yang bermain bersama pada Piala Sudirman 2023 itu tak bisa memanfaatkan peluang pada gim pembuka. Setelah unggul 17-10, poin menjadi imbang 17-17 karena Rinov/Gloria kesulitan mengantisipasi pukulan-pukulan awal (servis dan pengembalian servis) lawan. Hanya dari servis hingga pukulan ketiga, Toft/Magelund bisa menambah poin dengan cepat.
Setelah kehilangan partai pertama, Indonesia berbalik unggul dengan memenangi empat partai secara beruntun, sama seperti ketika mengalahkan India. Dua kemenangan didapat pemain muda, Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/0cc9b710485999bbf948c833389745b7-WhatsApp_Image_2025_05_01_at_11.58.57.jpeg)
Apresiasi patut diberikan kepada Alwi yang memenangi debutnya dalam Piala Sudirman. Tak tanggung-tanggung, dia mengalahkan Antonsen yang berstatus finalis Kejuaraan Dunia 2019, pemilik delapan gelar juara BWF World Tour, serta memiliki pengalaman bermain dalam Piala Sudirman sejak 2017.
Alwi tak mau terganggu dengan deretan prestasi Antonsen. Sejak memasuki lapangan, pemain berusia 19 tahun itu memperlihatkan tekadnya untuk menang. Semangat tersebut diperlihatkan dengan upaya Alwi mengejar kok, ke mana pun diarahkan oleh Antonsen.
Fisik Alwi terkuras karena bermain melawan pemain top dunia tak mudah untuk mendapat setiap angka. Dia harus tangguh dalam bertahan dan sabar dalam menunggu momen untuk meraih poin.
Alwi memperlihatkan intensitas perjuangannya yang tak turun pada setiap perebutan poin. Dia bertahan selama satu jam 18 menit (pertandingan terlama Indonesia-Denmark) dan menang dengan skor 21-17, 15-21, 21-17.
”Saya lebih yunior dari lawan, tapi saya punya tekad besar untuk menang. Saya pun mencoba bermain lebih berani. Memang ada tekanan ketika masuk lapangan karena Indonesia tertinggal. Tetapi, saya terpacu karena Kak Gloria dan Bang Rinov sudah menunjukkan perjuangan luar biasa. Ini mental yang ingin kami tampilkan dari tim Indonesia,” tutur Alwi yang didampingi Indra dan Jonatan saat bertanding.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/2ad872972df6ae0b3e5be37723e477da-WhatsApp_Image_2025_05_01_at_12.33.32.jpeg)
Dua hari sebelumnya, Putri meraih kemenangan penting, juga atas pemain yang sarat pengalaman, Pusarla V Sindhu (India). Momentum tersebut dipertahankan saat bertemu Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark) hingga Putri menang dengan skor cukup telak, 21-6, 21-5.
”Saya harus terus menjaga mental dan pikiran. Perasaan hati juga harus selalu bagus agar bisa menikmati setiap momen di sini,” kata Putri.
Kemenangan pada partai keempat, melalui Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, menentukan kemenangan Indonesia atas Denmark, sekaligus memasikan status Merah Putih sebagai juara Grup D. Fikri/Daniel mengalahkan Astrup/Rasmussen 21-16, 21-18, berbekal kemenangan pada babak pertama All England.
Dalam laga tersebut, Daniel menahan rasa tak nyaman pada lutut kiri sejak pertengahan gim kedua. Saat mendarat dengan kaki kiri setelah smes, langkahnya pincang, meski lututnya dibebat pada interval gim tersebut.
Fikri pun berusaha membantu untuk menutup ruang yang karena Daniel kesulitan bergerak dengan cepat. Didukung dengan komunikasi yang baik, mereka pun memenangi pertandingan dalam dua gim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/8ebe051b9430d8e9d96186af07cf77a9-WhatsApp_Image_2025_05_01_at_13.23.18.jpeg)
”Saya tidak mau terlalu memikirkan kondisi lutut. Saya hanya fokus menyelesaikan pertandingan dan memberikan yang terbaik untuk menang. Setelah ini, fokus pemulihan dan diperiksa dengan detail. Semoga tidak ada cedera serius,” kata Daniel.
Kemenangan Indonesia dilengkapi oleh ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi yang menang atas Alexandra Boeje/Natasja P Anthonisen 21-15, 21-15. Ini menjadi penampilan kedua Febriana/Amalia setelah tampil saat melawan Inggris dan diistirahatkan ketika melawan India.
Pada pertandingan dalam waktu yang sama di Grup C, posisi juara grup yang hampir didapat Malaysia melayang. Saat melawan Jepang, Malaysia memenangi dua partai awal dari nomor ganda campuran dan tunggal putra. Namun, Jepang berbalik unggul dengan memenangi tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.
Ganda putra Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, menggagalkan match point Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada gim kedua dan ketiga. Dalam persaingan sesama pasangan senior itu, Hoki/Kobayashi menang 12-21, 22-20, 23-21.
Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja – Jesper Toft/Amalie Magelund 20-22, 23-21, 16-21
Alwi Farhan – Anders Antonsen 21-17, 15-21, 21-17
Putri Kusuma Wardani – Line Hoejmark Kjaersfeldt 21-6, 21-5
Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin – Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 21-16, 21-18
Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi – Alexandra Boeje/Natasja P Anthonisen 21-15, 21-16
Grup A: China, Thailand
Grup B: Korea Selatan, Taiwan
Grup C: Jepang, Malaysia
Grup D: Indonesia, Denmark
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto