Jakarta Masih Tergenang, Semua Pompa Banjir Dipastikan Beroperasi

Isu pompa dimatikan saat hujan deras ditepis Pemprov Jakarta. Saat ini, semua pompa pengendali banjir beroperasi.

29 Agt 2025 16:57 WIB · Metropolitan

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy

JAKARTA, KOMPAS — Di tengah genangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Pemerintah Provinsi Jakarta menegaskan semua pompa pengendali banjir berfungsi normal. Klarifikasi ini sekaligus membantah tudingan bahwa pompa sengaja dimatikan saat hujan deras pada Kamis (28/8/2025) untuk memicu banjir dan membubarkan massa demonstrasi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memastikan tidak ada satu pun pompa yang dimatikan. Baik pompa stasioner maupun pompa mobile di titik-titik rawan genangan tercatat berfungsi sebagaimana mestinya.

”Kami pastikan semua pompa pengendali banjir berfungsi normal dan tidak ada satu pun yang dimatikan saat hujan mengguyur Jakarta,” ujar Ika, Jumat (29/8/2025).

Ika juga mengatakan, pihaknya tidak melakukan modifikasi cuaca (TMC) pada Kamis (28/8/2025). Menurut dia, TMC merupakan kewenangan BMKG bersama lembaga terkait.

Genangan di di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025).

Adapun kegiatan TMC terakhir di Jakarta dilaksanakan pada 17–21 Agustus 2025 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

”Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu merujuk pada kanal resmi Pemprov DKI ataupun dinas SDA,” kata Ika.

Ika menyebut, Dinas SDA DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan beberapa instansi untuk memastikan sistem pengendalian banjir berjalan optimal.

”Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh warga Jakarta,” ujarnya.

Genangan

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (28/8/2025) malam menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Jakarta Barat hingga Jumat (29/8/2025). Berdasarkan catatan BPBD DKI Jakarta, hingga pukul 16.00 WIB, terdapat 3 rukun tetangga (RT) dan 8 ruas jalan yang masih terdampak.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyampaikan, genangan di permukiman terjadi di Kelurahan Joglo sebanyak 1 RT dengan ketinggian air 25 sentimeter akibat curah hujan tinggi serta di Kelurahan Rawa Buaya sebanyak 2 RT dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter yang dipicu luapan Kali Angke.

”Sementara itu, genangan di Kelurahan Kembangan Utara yang sempat terjadi sebelumnya kini telah surut,” kata Yohan, Jumat sore.

Genangan di kalideres, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025).

Adapun delapan ruas jalan yang masih tergenang meliputi Jalan Ruko Mutiara Palem Raya Blok C7 No 20 RT 007 RW 014, Kelurahan Cengkareng Timur, dengan ketinggian air 10 sentimeter; dan Jalan Strategi Raya di Kelurahan Joglo dengan ketinggian 50 sentimeter.

Lalu, Jalan Basoka Raya di Kelurahan Joglo dengan ketinggian air 45 sentimeter; Jalan Lingkungan III di Kelurahan Tegal Alur dengan ketinggian 10 sentimeter; serta Jalan Masjid Nurul Iman 1 RT 007 RW 002 di Kelurahan Duri Kosambi dengan ketinggian 30 sentimeter.

Selain itu, genangan dilaporkan di Jalan Manyar Dalam, Kelurahan Tegal Alur, dengan ketinggian air 10 sentimeter; Jalan Prepedan, Kelurahan Tegal Alur, setinggi 10 sentimeter; serta di Jalan Bumi Cengkareng Indah (Rusun BCI), Kelurahan Cengkareng Timur, dengan ketinggian 30 sentimeter.

Yohan mengatakan, hujan deras memengaruhi status di sejumlah pos pantau pintu air. Pos Pantau Sunter Hulu naik ke Siaga 3 pada Kamis pukul 23.00 WIB. Sementara itu, Pos Pantau Angke Hulu meningkat ke Siaga 2 pada Jumat pukul 01.00 WIB, dan kembali naik ke level Siaga 1 pada pukul 02.00 WIB.

”Kami telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot air dan memastikan saluran berfungsi optimal,” ujarnya.

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum membantu warga melintasi genangan banjir menggunakan perahu karet di Jalan Kemang Utara IX, Duren Tiga, Jakarta, Senin (7/7/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat pada pukul 20.00 WIB sebanya 12 RT di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Diperkirakan RT yang terendam banjir akan terus bertambah hingga Selasa (8/7/2025) dini hari.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-07-2025

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi genangan susulan. Warga juga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam gratis apabila membutuhkan bantuan evakuasi atau penanganan cepat.

”Kami siap memberikan pertolongan langsung apabila ada laporan masuk. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” kata Yohan.

Tidak biasa

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Pemprov Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir.

Menurut dia, pola banjir di Jakarta belakangan ini semakin sulit diprediksi sehingga langkah antisipasi harus dilakukan lebih cepat dan terukur.

Ima menekankan pentingnya Pemprov Jakarta segera mengaktifkan dan mengoptimalkan semua sistem penanganan banjir. Hal itu mencakup pembersihan saluran air dan gorong-gorong, memastikan pompa berfungsi optimal, serta memperkuat koordinasi antar-dinas terkait.

Ia juga menilai edukasi publik tidak kalah penting, mulai dari sosialisasi jalur evakuasi, langkah darurat saat banjir, hingga penyediaan posko dan logistik di wilayah rawan.

”Kami berharap Pemprov DKI bergerak cepat dan responsif sehingga dampak banjir dapat diminimalisasi dan masyarakat merasa aman serta terlindungi. Kesiapsiagaan adalah kunci,” ujar Ima.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari