PROLIGA 2026

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Pertahankan Gelar

Tim juara bertahan itu mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam leg pertama final Proliga 2026.

24 Apr 2026 19:46 WIB · Olahraga

DOKUMENTASI PROLIGA

Oleh Mohamad Final Daeng

YOGYAKARTA, KOMPAS — Tim putri Jakarta Pertamina Enduro selangkah lagi mengamankan gelar juara kompetisi kasta tertinggi bola voli nasional Proliga 2026. Dalam laga final leg pertama di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2026), sang juara bertahan menang atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor 3-1.

Jakarta Pertamina Enduro (JPE) hanya membutuhkan satu kemenangan lagi dalam laga leg kedua, Sabtu (25/4/2026), untuk memboyong trofi keempat mereka di Proliga. Final Proliga tahun ini dihelat dengan sistem best of three atau terbaik dari tiga gim/leg. Artinya, tim harus memenangi dua gim/leg yang digelar pada hari berbeda untuk menjadi juara.

Kedua tim tampil dengan formasi terbaiknya. Gresik Phonska dimotori Oleksandra Bytsenko (Ukraina), Annie Mitchem (AS), Mediol Yoku, Shella Bernadetha, dan Arneta Putri. Adapun pilar Jakarta Pertamina Enduro diisi Megawati Hangestri, Irina Voronkova (Rusia), Wilma Salas (Kuba), Shindy Sasgia, dan Tisya Amallya Putri.

Gresik Phonska mendominasi permainan pada set pertama. Kombinasi serangan yang disusun anak asuh Alessandro Lodi itu efektif membongkar pertahanan JPE. Gresik Phonska pun merebut set ini dengan skor 25-19.

Para pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia bersiap menghadapi Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dalam laga final <em>leg </em>pertama Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2026). Dalam laga itu, JPE menang 3-1.

Permainan JPE mulai padu pada set kedua. Alur serangan yang bertumpu pada trisula Megawati-Voronkova-Salas pun tak dapat dibendung Gresik Phonska.

Di sisi lain, tusukan-tusukan Gresik Phonska kerap terbaca oleh tembok pertahanan JPE. JPE pun mampu membalikkan keadaan pada set kedua dan ketiga, masing-masing dengan skor identik, 25-19.

Pada set keempat atau penentuan gim bagi JPE, Gresik Phonska berupaya bangkit. Kejar-mengejar poin pun terjadi sejak awal set. Namun, determinasi JPE membuatnya mampu melebarkan jarak saat keduanya sudah mencapai poin 20. Set itu pun berakhir 25-21 untuk kemenangan JPE.

Seusai laga, Pelatih Gresik Phonska Alessandro Lodi mengaku sangat kecewa dengan performa timnya. Dia pun mengakui JPE sebagai tim yang jauh lebih baik.

Pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Alessandro Lodi (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan seusai laga <em>leg</em> pertama final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

”Mereka layak menang dan tim kami tidak menunjukkan penampilan yang cukup untuk berdiskusi tentang kemenangan itu,” ucap juru taktik asal Italia itu.

Dia pun menyinggung timnya harus berupaya lebih baik lagi dalam laga selanjutnya. Namun, hal tersebut pun belum tentu menjamin kemenangan. 

Quote

Mari kita lihat apakah besok kami bisa tampil berbeda.

”Pada set pertama, kita menang bukan karena kita tampil bagus. Tetapi, pada tiga set berikutnya kita kalah bukan hanya karena kita bermain buruk. Ini harus dikatakan sejujurnya,” ujarnya.

Dia pun menilai ada beberapa pemainnya yang terlalu bebas menunjukkan kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan. ”Kalau kamu melakukan itu, kamu pulang. Mari kita lihat apakah besok kami bisa tampil berbeda,” tuturnya.

Pemain Jakarta Pertamina Enduro (JPE) Irina Voronkova melancarkan serangan ke barisan pertahanan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam laga final leg 1 Proliga 2026, di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2026). JPE menang 3-1 dalam laga tersebut. (Dokumentasi Proliga)

Lodi mengatakan, timnya tak memiliki waktu untuk melakukan evaluasi atas penampilan hari ini. Dia menyebut hanya akan berbicara dengan para pemain selama lima menit sebelum meninggalkan arena. ”Setelah itu kita beristirahat dan berupaya tampil lebih baik besok,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih JPE Bulent Karslioglu mengatakan, timnya akan fokus untuk kembali merebut kemenangan besok. ”Kami sejak awal selalu melakukannya selangkah demi selangkah,” ucapnya.

Pelatih asal Turki itu pun mengungkapkan, timnya tidak mengandalkan sistem yang ditopang satu pemain tertentu saja, tetapi sistem yang bekerja untuk semua pemain.

”Hari ini kami memakai sistem berbeda dengan pemain berbeda, besok kami akan memakai sistem yang berbeda lagi,” katanya.

Pemain Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri (kiri), berupaya menyeberangkan bola ke pertahanan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam laga final <em>leg</em> pertama Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

Namun, dia menyebut, suhu udara di GOR Amongrogo cukup panas sehingga menyulitkan para pemain memberikan penampilan terbaiknya. Dia pun berharap panitia bisa mengoptimalkan pendingin ruangan di arena pertandingan.

Kapten JPE, Tisya Amallya Putri, mengungkapkan, kunci kemenangan timnya hari ini adalah kesabaran. Dia pun mengaku sempat waswas ketika Gresik Phonska beberapa kali bisa mengejar poin JPE, termasuk di set keempat. 

”Tetapi, pelatih selalu mengingatkan untuk sabar sehingga kami bisa melewatinya,” ujar setter ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar