Jakarta Siaga Banjir, Cuaca Ekstrem Mengintai di Masa Pancaroba

Semua kawasan yang sempat tergenang banjir di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (14/5/2025) malam telah surut. Namun warga diimbau mewaspadai banjir susulan.

14 Mei 2025 09:18 WIB · Metro

Oleh Rhama Purna Jati

JAKARTA, KOMPAS — Hingga Rabu (14/5/2025) dini hari, sejumlah wilayah di Jakarta masih tergenang akibat hujan deras pada Selasa (13/5/2025) malam. Air berangsur-angsur surut pada Rabu pagi. Namun, banjir susulan dikhawatirkan terjadi lantaran cuaca ekstrem masih mengancam.

Pada Selasa malam, hujan lebat melanda wilayah DKI Jakarta. Hujan deras itu memicu kenaikan Pos Angke Hulu menjadi Siaga 3 Waspada pada pukul 20.00 WIB. Banjir pun merendam 14 RT dan 3 ruas jalan di Jakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan, Rabu (14/5/2025), mengatakan, banjir ditemui di sejumlah titik yang menyebar di Jakarta.

Di Jakarta Barat, ada dua RT yang terendam. Meruya Utara dengan ketinggian mencapai 100 sentimeter (cm) dan Kelurahan Srengseng dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Dampak banjir masih terasa hingga Rabu dini hari.

Banjir juga merendam 12 RT di Jakarta Selatan. Di sejumlah wilayah di Jaksel, ketinggian air berkisar 30 cm-80 cm. Hal itu seperti terjadi di 9 RT di Kelurahan Kuningan Barat.

”Banjir di sana disebabkan luapan Kali Mampang dan Krukut setelah hujan deras mengguyur,” kata Yohan.

Sebanyak 3 RT di Kelurahan Cilandak Timur tergenang air dengan ketinggian berkisar 35 cm sampai 100 meter.

Adapun jalan di wilayah Jaksel yang sempat  tergenang adalah Jalan Kemang Utara IX, Kelurahan Bangka, dengan ketinggian 40 cm.

Warga berusaha melintasi banjir di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2025). Sejumlah titik di Jakarta terendam banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung imbas air kiriman dari kawasan Bogor, Jawa Barat. Air kiriman tersebut diakibatkan hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Jabodetabek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sedikitnya terdapat 28 RT di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang terendam. Luapan Kali Ciliwung yang terjadi pada saat subuh membuat sejumlah warga menghabiskan sahur dengan terendam banjir. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 03-03-2025

Jalan Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, Jaksel, juga tergenang dengan ketinggian air 60 cm. Adapun Jalan Benda Bawah Raya di Cilandak Barat tergenang air sampai 40 cm.

Laporan terakhir yang dihimpun BPBD Jakarta menyebutkan, seluruh area permukiman warga dan jalan yang terkena banjir di wilayah Jakarta telah surut, Rabu pagi.

”Seluruh genangan di DKI Jakarta sudah surut,” kata Yohan melalui keterangan tertulisnya, Rabu.

Kondisi ini berkat upaya setiap instansi terkait mengerahkan petugasnya dan peralatannya untuk menangani sejumlah titik banjir.

”Petugas mengerahkan pompa mobile untuk menyedot genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik,” kata Yohan.

Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini, seperti pihak RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, dan tokoh masyarakat lainnya.

Namun, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan mewaspadai potensi genangan akibat cuaca ekstrem. Sebab hujan deras dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih terjadi di wilayah Indonesia.

Aktivitas warga di genangan air di Jalan Pondok Karya, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 5 RT terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga 70 sentimeter.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-05-2025

BMKG menjelaskan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dipicu kondisi atmosfer yang tidak stabil selama masa perubahan musim atau pancaroba. Ketidakstabilan ini mendorong terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir dalam waktu singkat.

Beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat seperti wilayah Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur dan Banten.

Banjir Tangerang Selatan

Pada Selasa malam, banjir juga menerjang wilayah Tangerang Selatan. BPBD Tangerang Selatan mencatat, banjir merendam 4 RT di Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara.

Komandan Regus Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan Dian Wiriyawan mengatakan, banjir mulai menggenangi sejumlah titik di Serpong utara pada pukul 19.30. ”Puncaknya, ketinggian banjir mencapai 140 cm,” katanya.

Quote

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih terjadi di wilayah Indonesia.

Selain merendam kawasan permukiman warga, banjir juga memutus akses jalan utama di Jalan Boulevard Graha Raya, Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara.

”Ketinggian air saat itu mencapai 50 cm,” katanya.

Banjir tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan menyebabkan kemacetan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari