Carlos Alcaraz mengikuti langkah Jannik Sinner yang lolos ke babak ketiga ATP Masters 1000 Cincinnati. Namun, bagai ”roller coaster”, penampilan Alcaraz naik-turun.
11 Agt 2025 13:38 WIB · Olahraga
CINCINNATI, MINGGU — Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz adalah dua petenis tunggal putra terbaik sejak 2024 yang memiliki perjalanan berbeda setelah melewati setengah musim. Alcaraz ingin mematahkan hasil buruknya pada setengah musim kedua 2025 dengan target bisa melangkah jauh di ATP Masters 1000 Cincinnati.
Kedua petenis itu tampil di Cincinnati Masters dengan status dua unggulan teratas dan mengawali penampilan di babak kedua (setelah bye babak pertama) dengan kemenangan. Namun, mereka mendapatkannya dengan jalan berbeda.
Alcaraz bermain tiga set saat berhadapan dengan Damir Dzumhur di Lindner Family Tennis Center, Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, Minggu (10/8/2025) waktu setempat. Dia menang dengan skor 6-1, 2-6, 6-3 setelah bertanding selama 1 jam 41 menit. Adapun Sinner memenangi babak kedua atas Daniel Elahi Galan 6-1, 6-1 hanya dalam waktu 59 menit, sehari sebelumnya. Laga itu bahkan menjadi kemenangan tercepat Sinner pada tahun ini.
”Seperti roller coaster. Ada momen ketika saya merasa bermain bagus lalu tampil buruk. Saya hanya bisa mengatakan senang karena bisa melewati pertandingan tadi dengan kemenangan dan mempunyai kesempatan untuk bermain lebih baik dan meningkatkan kepercayaan diri,” tutur Alcaraz dalam laman resmi ATP.
Awalnya, Alcaraz terlihat tampil solid seperti Sinner. Dia memenangi set pembuka hanya dalam waktu 28 menit. Namun, dia kesulitan mengontrol bola yang melaju sangat cepat pada set kedua hingga membuat 16 unforced error, lebih banyak dibandingkan sepuluh unforced error pada set pertama. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan empat unforced error yang dibuat Sinner saat melawan Galan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/11/bde661c2-9cec-4df5-b582-338b8b3a0e5d_jpg.jpg)
Selain jalur kemenangan pada babak kedua, Alcaraz dan Sinner mempunyai perbedaan dalam perjalanan mereka di turnamen lapangan keras Amerika yang berlangsung pada Agustus-September setiap tahun.
Musim persaingan tersebut berlangsung setelah Grand Slam Wimbledon di lapangan rumput dan menjadi pemanasan untuk Grand Slam terakhir, Amerika Serikat Terbuka. Tahun ini, AS Terbuka akan berlangsung pada 24 Agustus-7 September.
Selain Cincinnati Masters, turnamen pemanasan lain menuju AS Terbuka adalah Kanada Masters. Pada 2025, Sinner dan Alcaraz melewatkan turnamen yang digelar sebelum Cincinnati Masters tersebut setelah mereka bertemu di final Wimbledon.
Namun, becermin pada perjalanan dalam dua tahun terakhir menjelang AS Terbuka, Sinner tampil lebih konsisten. Dari Kanada dan Cincinnati Masters 2023-2024, Sinner menjadi juara di Kanada pada 2023 dan Cincinnati 2024. Lalu, dia mengakhiri performa dalam turnamen di bagian utara Amerika dengan mencapai babak keempat AS Terbuka 2023 dan menjadi juara pada tahun berikutnya.
Jika bisa mengalahkan Hamad Medjedovic pada babak ketiga, Alcaraz bisa berjumpa Jakub Mensik di babak keempat.
Performa Alcaraz setelah Wimbledon pada dua tahun terakhir naik-turun. Setelah mencapai perempat final Kanada Masters 2023, dia tampil di final Cincinnati Masters pada pekan berikutnya. Namun, Alcaraz gagal mempertahankan gelar AS Terbuka 2022 karena tersingkir di perempat final.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/11/03424061-7d07-46c7-ab43-80c4d1159b25_jpg.jpg)
Pada 2024, petenis Spanyol itu mendapat hasil lebih buruk. Dia absen di Kanada lalu hanya tampil hingga babak kedua di Cinncati dan AS Terbuka. Maka, sebelum Cincinnati Masters 2025 dimulai, Alcaraz menyampaikan tekadnya bisa menjalani persaingan lapangan keras di AS dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Agar hasil yang didapat menjelang akhir musim 2025 lebih baik, keinginan untuk meningkatkan level performa tak bisa hanya menjadi tekad yang diucapkan. Jika bisa mengalahkan Hamad Medjedovic pada babak ketiga, Alcaraz bisa berjumpa Jakub Mensik di babak keempat.
Mensik adalah petenis Ceko berusia 19 tahun yang menjuarai Miami Masters, Maret. Dia membuat kejutan dengan mengalahkan Taylor Fritz dan Novak Djokovic di semifinal dan final. Alcaraz juga bisa berjumpa Ben Shelton pada paruh atas undian, petenis AS yang menjuarai Kanada Masters, akhir pekan lalu.
Pada persaingan tunggal putri di tempat yang sama dalam level WTA 1000, Cori ”Coco” Gauff juga memiliki pekerjaan rumah. Dia harus memperbaiki performanya setelah tersingkir pada babak keempat WTA 1000 Kanada. Dalam tiga babak, termasuk saat dikalahkan Victoria Mboko pada babak keempat, Coco membuat 42 double fault.
Coco belum bisa memperbaiki kelemahannya itu saat melawan Wang Xin Yu pada babak kedua di Cincinnati. Dalam sebuah gim, dia membuat double fault sebanyak tiga kali. Namun, Coco masih bisa menyelamatkan diri dan menang 6-3, 6-2 untuk bertemu Dayana Yastremska pada babak berikutnya. Yastremska adalah petenis yang mengalahkannya pada babak pertama Wimbledon.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/11/22028bc8-2929-4dbd-89c1-86ec950739a4_jpg.jpg)
”Pertandingan pertama yang sulit. Semuanya tentang cara saya percaya pada kemampuan diri sendiri dan mempraktikkan apa yang sudah saya lakukan di latihan,” ujar juara WTA Cincinnati 2023 tersebut.
Petenis peringkat kedua dunia itu meraih gelar kedua dari arena Grand Slam ketika menjuarai Perancis Terbuka di lapangan tanah liat Roland Garros, Juni. Namun, setelah itu, Coco tak bisa mempertahankan performanya ketika turnamen beralih ke lapangan rumput lalu lapangan keras di Amerika. Di lapangan rumput, Coco kalah pada babak kedua WTA 500 Berlin dan babak pertama Wimbledon.
Di WTA Kanada, perjalanannya sedikit lebih jauh, tetapi penampilannya sangat buruk. Dia selalu bermain tiga set pada babak kedua dan ketiga (mendapat bye di babak pertama) lalu kalah dua set dari Mboko yang akhirnya juara.
Maka, Cincinnati Masters menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki semua kelemahannya sebelum kembali ke Flushing Meadows, New York, tempatnya meraih gelar Grand Slam pertama. Coco menjuarai AS Terbuka 2023 setelah mengalahkan Aryna Sabalenka di final.
Jika bisa membalas kekalahan dari Yastremska, tantangan bagi Coco bisa datang dari petenis yang memiliki pukulan keras, Jelena Ostapenko. Calon lawan lainnya di paruh bawah undian, di antaranya Jasmine Paolini, dan sesama petenis AS, Jessica Pegula.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/05/4f5fb389-5e09-4765-9ba9-58babde1312c_jpg.jpg)
Di paruh atas undian, Iga Swiatek mendapat keuntungan karena menang tanpa bertanding pada babak ketiga. Pada Senin waktu setempat, Swiatek seharusnya berhadapan dengan Marta Kostyuk, tetapi petenis Ukraina itu mengundurkan diri karena cedera pergelangan tangan kanan. Swiatek pun tinggal menanti lawan, yaitu pemenang pertandingan antara Sorana Cirstea melawan Yuan Yue.
Beberapa pertandingan babak ketiga yang berlangsung Senin seharusnya berlangsung menarik, seperti Sabalenka melawan Emma Raducanu. Ada pula Elena Rybakina yang akan berhadapan dengan Elise Mertens. Adapun di tunggal putra, finalis Cincinnati Masters 2024, Frances Tiafoe, ditantang Ugo Humbert, sementara Fritz melawan Lorenzo Sonego. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan