Trio lini depan Inggris yang beraksi di final Piala Eropa 2024, Bellingham, Foden, dan Kane, tidak punya tempat untuk tampil bersama di sistem ala Tuchel saat ini.
13 Nov 2025 06:35 WIB · Olahraga
AP
LONDON, RABU — Pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel berkata, trio lini serang Harry Kane, Jude Bellingham, dan Phil Foden tidak akan dimainkan bersamaan dalam waktu dekat. Tuchel memprioritaskan sistem bermainnya yang mulai terbentuk daripada memfasilitasi pemain bintang.
Pernyataan mengejutkan itu disampaikan sang pelatih jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 versus Serbia di Stadion Wembley, London, Inggris, Jumat (14/11/2025) pukul 02.45 WIB. ”Saat ini, jika kami mempertahankan struktur yang ada, mereka tidak bisa bermain bersama,” ujar Tuchel.
”Si Tiga Singa”, julukan Inggris, menggunakan formasi 4-2-3-1 belakangan ini. Dua gelandang tengah diisi oleh Declan Rice dan Elliot Anderson. Tuchel sudah puas dengan sepasang pemain yang bisa membantu di sisi defensif sekaligus ofensif tersebut. Posisi mereka sudah aman.
Alhasil, hanya ada dua posisi yang tersisa untuk trio itu, yaitu striker dan gelandang serang. Tuchel tidak melihat Foden sebagai pemain sayap, seperti yang sering ditampilkan saat era Pelatih Gareth Southgate. Foden pun harus berebut posisi gelandang serang atau ”nomor 10” dengan Bellingham.
Menurut Tuchel, Inggris akan kehilangan keseimbangan bermain jika menfasilitasi tiga pemain itu sekaligus. Bellingham dan Foden terlalu ofensif untuk bermain sebagai gelandang jangkar. Adapun Kane, Bellingham, dan Foden merupakan trio lini depan Inggris di final Piala Eropa 2024.
”Mereka bisa tampil bersama, tetapi bukan dengan struktur sekarang ini, tidak untuk keseimbangan yang sedang kami kembangkan. Tidak juga untuk struktur di mana para pemain sayap yang tampil merupakan para spesialis di posisinya,” jelas pelatih asal Jerman tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/06/99900105-4862-4748-afab-d85a02ec60ca_jpg.jpg)
Menurut data Sky Sports, Si Tiga Singa mampu mencetak rerata gol lebih banyak saat trio tersebut bermain dengan 2,3 gol dari 16 laga sejak 2021. Namun, catatan kemenangan Inggris hanya 56,2 persen atau lebih rendah daripada saat salah satu atau lebih dari mereka tidak tampil (63,6 persen).
Persaingan di ”nomor 10” menjadi sangat ramai. Selain Foden dan Bellingham, Inggris masih punya Morgan Rogers, Cole Palmer, Morgan Gibbs-White, dan Eberechi Eze. Kata Tuchel, dia tidak akan membawa semua pemain tersebut ke Piala Dunia.
Bellingham baru dipanggil lagi ke skuad Inggris setelah terakhir pada Juni 2025. Foden lebih lama lagi, sejak Maret 2025. Selama itu, peran gelandang serang Inggris diisi oleh Rogers. Pemain 23 tahun dari klub Aston Villa itu selalu bermain dalam delapan pertandingan di bawah Tuchel.
Tuchel sangat puas dengan performa Rogers yang berhasil mengantar Inggris ke Piala Dunia. Alhasil, sebelum memperebutkan posisi di skuad inti, Bellingham dan Foden sebenarnya harus melewati Rogers terlebih dulu. Adapun Tuchel lebih tertarik dengan tren performa ketimbang nama besar.
Persaingan di lini depan Inggris pun mencapai titik puncak sekitar delapan bulan sebelum Piala Dunia. ”Daripada mencari-cari posisi hanya demi memfasilitasi para pemain terbaik kami, lebih baik menempatkan mereka di posisi terbaik dan muncul kompetisi,” kata Tuchel.
Di Grup K, Inggris sudah dipastikan memuncaki klasemen akhir dengan babak kualifikasi yang tersisa dua laga. Mereka mencatat 18 poin, disusul Albania (11 poin) di peringkat kedua. Karena itu, laga versus Serbia dan Albania tidak akan berpengaruh apa pun untuk Kane dan kawan-kawan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/fb2ff955-6c2e-4597-ab79-9309f3b6e0a2_jpg.jpg)
Dua laga itu bisa menjadi ajang eksperimen untuk Tuchel serta panggung pembuktian bagi Bellingham dan Foden. Selain nama-nama besar yang kembali hadir, Inggris juga kedatangan dua gelandang muda, yaitu Alex Scott (Bournemouth) dan Adam Wharton (Crystal Palace).
”Saya sangat bersyukur bisa berada di sini, dikelilingi banyak pemain hebat yang saya tonton dan idolakan sejak kecil. Saya harus menunjukkan kemampuan. Ini kamp pelatihan singkat dan ada dua laga di mana saya harus bermain sebaik mungkin,” kata Scott, 22 tahun, tentang pemanggilan pertama ke timnas senior.
Scott dan Wharton dipanggil untuk meramaikan kompetisi di posisi gelandang jangkar. Walaupun Rice dan Anderson sudah padu, Tuchel masih mencari pelapis atau alternatif untuk pasangan tersebut. Scott dan Wharton menarik perhatian sang pelatih karena penampilan impresif di Liga Inggris.
Dari lini belakang, Tuchel meninggalkan bek sayap Arsenal, Myles Lewis-Skelly, yang jarang mendapat kesempatan tampil di level klub selama musim ini. Bek sayap Nico O’Reilly yang mulai mendapatkan menit bermain reguler bersama Manchester City kemungkinan akan diberikan kesempatan debut di timnas. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan