Jalan Keluar Darurat Krisis Manchester City

Laga kontra Leicester memberi kesempatan bagi Manchester City untuk keluar dari krisis. Rekam jejak positif kontra Leicester jadi bahan bakarnya.

28 Des 2024 17:49 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LEICESTER, SABTU – Manchester City tidak kunjung menemui cahaya dengan hanya meraih satu kemenangan dari 13 laga terakhir. Jalan keluar darurat dari krisis ini tersedia saat melawan Leicester City di Stadion King Power, Minggu (29/12/2024) pukul 21.30 WIB. Ini adalah laga penutup tahun ”The Citizens”. Kemenangan setidaknya akan mengembalikan kepercayaan diri para pemain menyongsong tahun baru.

Setelah menuai rentetan hasil buruk, Manajer City Pep Guardiola menargetkan timnya meraih kemenangan pada akhir tahun. City harus memaksimalkan kesempatan bertemu Leicester agar tidak terperosok lebih dalam. Apalagi, Leicester saat ini masih terperangkap di zona degradasi. Gagal meraih kemenangan berarti kerugian besar bagi City.

Catatan pertemuan kedua tim turut mendukung City. Leicester telah kalah 11 dari 13 pertemuan terakhir dengan City. Dengan begitu, seburuk apa pun performa City saat ini, bukanlah hal yang terlampau sulit bagi mereka untuk mengalahkan Leicester. Dengan kata lain, Leicester bisa dikatakan sebagai jalan keluar darurat krisis City.

”Kami perlu fokus pada hal-hal positif. Kami melakukan banyak hal dengan hebat. Kami bertahan dan menyerang dengan baik, tetapi tidak mampu menyelesaikannya sebaik yang kami inginkan. Kami seharusnya bisa mencetak tiga atau empat gol (setiap laga),” ujar bek City, Manuel Akanji.

Britain Soccer Premier League

Perkataan Akanji merujuk pada laga City menghadapi Everton saat boxing day. Meski mendominasi jalannya laga dengan melepaskan lima tembakan tepat sasaran serta angka gol yang diharapkan (expected goal/xG) mencapai 2,09, City justru hanya mampu bermain imbang 1-1.

Hal yang paling membuat frustrasi adalah kegagalan penyerang Erling Haaland mengonversi eksekusi penalti menjadi gol. Sebagai penyerang haus gol, performa Haalan juga sejalan dengan City. Keran golnya mengecil. Padahal, pada awal musim ini, Haaland mampu menyarangkan 10 gol dalam lima laga. Eksekusi penalti ke gawang Everton itu pun menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Haaland.

”Sepak bola adalah tentang menang. Sepak bola adalah tentang mencetak gol dan Anda dapat melihatnya dan kami selalu melakukannya di musim ini. Saya katakan bulan lalu, satu setengah bulan lalu. Kami tidak mampu melakukannya,” kata Guardiola, dikutip dari Manchester Evening News.

Jangankan mencetak gol, City bahkan kesulitan menembus tim yang bertahan sangat dalam. Data SkillCorner menyebutkan, City adalah tim di lima liga besar Eropa yang paling sedikit melakukan overlap run per 30 menit penguasaan bola.

Britain Soccer Premier League

City juga menjadi tim yang paling sedikit mengoper untuk menemukan pemain yang berlari di belakang bek lawan. Di samping menghadapi garis pertahanan rendah lawan, para pemain City juga kini cenderung minim bergerak saat sedang bergerak menyerang.

”Anda tahu, kami kesulitan, terutama di lini belakang dan tengah. Jadi, saya rasa kami harus berjuang,” ucap Guardiola.

Di sisi lain, Leicester menggebu-gebu meraih kemenangan pada akhir tahun di markas sendiri. Pada laga sebelumnya, ”Si Rubah” takluk 1-3 kepada pemuncak klasemen, Liverpool.

Meski kalah, Manajer Leicester Ruud Van Nistelrooy mengaku puas dengan semangat juang para pemainnya. ”Kami harus bangkit sekarang dan menatap laga melawan City. Kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mereka berusaha semaksimal mungkin untuk pulih,” katanya.

Manajer Leicester City Ruud van Nistelrooy memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam laga Liga Inggris melawan Liverpool di Anfield, Liverpool, Kamis (26/12/2024).

Leicester punya pemain yang bisa diandalkan, yakni Jamie Vardy. Vardy menjadi pemain kedua yang tersering membobol gawang City.

Ia tercatat telah mencetak sembilan gol ke gawang City besutan Guardiola. Catatan golnya itu hanya kalah dari Mohamed Salah yang 12 kali membobol gawang City.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto