Italia mendapatkan jalan mudah untuk lolos lewat jalur ”playoff”. Swedia yang tersingkir di babak grup punya nyawa kedua lewat jalur Liga Nasional.
21 Nov 2025 07:03 WIB · Olahraga
AFP
ZURICH, KAMIS — Tim nasional Italia mendapatkan jalan mudah untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 lewat jalur playoff. Mereka dinanti tim-tim yang kalah jauh dari sisi kualitas dan tidak punya tradisi kuat di ajang termasyhur itu. Meskipun begitu, belajar dari kegagalan di dua edisi playoff sebelumnya, Italia patut waspada.
Pengundian babak playoff kualifikasi zona Eropa telah dilakukan di Zurich, Swiss, Kamis (20/11/2025) malam WIB. Tim unggulan Italia yang berada di pot 1 cukup beruntung. Mereka terhindar dari tim-tim langganan Piala Dunia yang bisa mengimbangi dari kualitas pemain, seperti Polandia (pot 2) dan Swedia (pot 4).
Italia akan menjamu Irlandia Utara di semifinal playoff pada 26 Maret tahun depan. Lalu, jika menang, mereka akan memperebutkan tiket ke putaran final dengan pemenang antara Wales dan Bosnia-Herzegovina. Dari tiga tim yang berada satu bagan dengan Italia, tidak ada satu pun yang berada di peringkat 30 besar dunia.
Mereka memiliki gaya bermain sendiri dan sangat mengandalkan keunggulan fisik. Mereka bisa memberikan kami perlawanan sengit, tetapi kami bisa mengatasi itu.
Irlandia Utara, wakil dari pot 4, merupakan tim yang paling asing dengan Piala Dunia di bagan tersebut. Mereka terakhir kali lolos ke putaran final ketika edisi Meksiko 1986. Bandingkan dengan Italia yang sudah tampil di tujuh edisi seusai Meksiko. Adapun bek Liverpool, Conor Bradley, adalah satu-satunya pemain ternama dari Irlandia Utara.
”Irlandia Utara adalah tim yang bisa kami kalahkan. Mereka memiliki gaya bermain sendiri dan sangat mengandalkan keunggulan fisik. Mereka bisa memberikan kami perlawanan sengit, tetapi kami bisa mengatasi itu. Sebelum Wales dan Bosnia-Herzegovina, mari fokus ke laga semifinal dulu,” kata Pelatih Italia Gennaro Gattuso.
Di semifinal lain, Bosnia-Herzegovina akan bertandang ke markas Wales. Dua calon lawan Italia itu lebih dekat dengan Piala Dunia, terutama Wales yang ikut serta di edisi Qatar 2022. Masalahnya dua ikon dalam generasi emas Wales, Gareth Bale dan Aaron Ramsey, sudah tidak terlibat lagi. Kualitas mereka sudah beda jauh dibandingkan sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/d499c6df02fd556b9ae723c9416f1b5a-Moldova_Italy_WCup_Soccer_134043979.jpg)
Bosnia-Herzegovina pertama dan terakhir kali lolos pada edisi Brasil 2014. Mereka menjadi kuda hitam di usia emas penyerang bintang Edin Dzeko. Namun, seiring penuaan Dzeko, performa tim terus menurun. Adapun Bosnia-Herzegovina merupakan tim dengan peringkat dunia paling rendah di bagan tersebut, ke-71.
Meskipun begitu, keunggulan tim asuhan Gattuso bisa menjadi bumerang, seperti saat gagal lolos dalam dua playoff sebelumnya. Italia juga berstatus unggulan di playoff edisi Rusia 2018 dan Qatar 2022. Namun, mereka justru gagal lolos setelah takluk dari tim-tim kuda hitam, yaitu Swedia (2018) dan Macedonia Utara (2022).
Bagi Gianluigi Donnarumma dan rekan-rekan, pengalaman di 2022 menjadi yang paling pahit. Mereka diperkirakan akan menjalani laga sengit versus Portugal di final playoff. Mirisnya, Italia kalah lebih dulu dari Macedonia Utara yang tidak pernah lolos ke Piala Dunia setelah berpisah dari Yugoslavia.
Irlandia Utara hanya pernah mengalahkan Italia sekali dari 11 pertemuan, pada 1958. Terlepas dari rekor yang tidak berpihak, Pelatih Irlandia Utara Michael O’Neill tidak khawatir. ”Akan ada tekanan besar di kubu Italia. Mereka jelas telah melewatkan dua Piala Dunia terakhir. Kami memiliki segalanya untuk diraih dalam situasi ini,” ujarnya.
Swedia mengakhiri kualifikasi babak grup dengan sangat antiklimaks. Tim yang dipimpin dua penyerang bintang dari Liga Inggris itu, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, gagal menang satu kali pun dari enam laga grup. Mereka harus rela menjadi juru kunci Grup B dengan catatan hanya dua poin dan gagal lolos langsung.
Meskipun begitu, Swedia masih memiliki kesempatan kedua untuk lolos ke Piala Dunia. Mereka mendapatkan tiket playoff lewat jalur Liga Nasional Eropa 2024-25. Di playoff nanti, Swedia akan menantang tuan rumah Ukraina dalam partai semifinal. Jika lolos, mereka dinanti pemenang dari Polandia versus Albania.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/2d81f70027eb8ad8600ae4709860acae-Sweden_Kosovo_WCup_Soccer.jpg)
Dari pot 4, Swedia harus melewati jalur yang sangat sulit. Mereka harus menyingkirkan tim-tim berkualitas, seperti Ukraina dan Polandia. Terlepas dari tren buruk di babak grup, Swedia punya sedikit harapan. Mereka berharap dari perubahan drastis yang dijanjikan pelatih baru Graham Potter, pengganti John Dahl Tomasson.
”Kami perlu memastikan kami berada di posisi yang baik di bulan Maret. Kami perlu memanfaatkan waktu dengan bijak. Semua orang ingin bermain untuk negaranya. Karena itu, emosi menjadi bagian dari permainan yang harus bisa kami kelola dengan baik,” kata Potter yang belum berpengalaman di level timnas tersebut.
Salah satu penyebab antiklimaks Swedia adalah duet Isak dan Gyokeres yang tidak berkontribusi sesuai ekspektasi. Mereka kehilangan ritme, tidak seperti saat tampil di Liga Nasional. Semua itu tidak terlepas dari kepindahan kedua pemain itu ke klub baru pada musim panas lalu.
Isak (Liverpool) dan Gyokeres (Arsenal) masih beradaptasi dengan tim masing-masing. Mereka pun tidak bisa membawa performa positif di klub ke timnas. Dengan laga playoff yang masih berlangsung empat bulan lagi, hal itu bisa menjadi titik balik untuk Swedia. Isak dan Gyokeres berkesempatan menemukan kembali diri mereka. (AP/AFP)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/d7c5e1557b6ebd7f0c8f6dd81b67f298-f8137bc32714438b9194a41e8c2d6485_0_f8f66d71f7474d7b884522c6e9017585.jpg)
Hasil undian playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa:
Jalur 1
Italia Vs Irlandia Utara
Wales Vs Bosnia-Herzegovina*
Jalur 2
Ukraina Vs Swedia*
Polandia Vs Albania
Jalur 3
Turki Vs Romania
Slowakia Vs Kosovo*
Jalur 4
Denmark Vs Macedonia Utara
Ceko v Irlandia*
*: Pemenang dari duel itu akan jadi tuan rumah final
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan