Jalan Lebih Lapang bagi Iga Swiatek

Iga Swiatek membalas kekalahan dari Alexandra Eala. Meski baru memenangi satu babak, itu menambah rasa percaya dirinya.

25 Apr 2025 12:55 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MADRID, KAMIS — Menang atas Alexandra Eala dan tersingkirnya Jelena Ostapenko adalah dua hal positif yang didapat Iga Swiatek pada awal penampilan di turnamen tenis WTA 1000 Madrid. Dua petenis itu menyingkirkan Swiatek pada beberapa turnamen terakhir sebelum mereka tampil di Madrid, 22 April-4 Mei.

Swiatek mengalahkan Eala pada babak kedua di lapangan utama Caja Magica, Madrid, Spanyol, Kamis (24/4/2025) waktu setempat. Kemenangan dengan skor 4-6, 6-4, 6-2 menjadi pembalasan dari Eala yang terjadi sebulan sebelumnya pada perempat final WTA 1000 Miami. Saat itu, Swiatek kalah 2-6, 5-7.

Eala, petenis Filipina berusia 19 tahun, menjadi salah satu petenis yang membuat Swiatek gagal menjadi juara. Dari enam turnamen pada 2025, tak sekali pun Swiatek juara. Petenis ranking kedua dunia itu bahkan belum pernah mencapai final.

Selain Eala, petenis lain yang menyingkirkan Swiatek pada musim kompetisi lapangan keras dalam rentang Januari hingga Maret adalah Madison Keys pada semifinal Australia Terbuka, Jelena Ostapenko (semifinal WTA 1000 Doha), serta remaja berusia 17 tahun yang mengalahkannya dua kali beruntun, yaitu Mirra Andreeva. Petenis Rusia ini mengalahkan Swiatek pada perempat final WTA 1000 Dubai dan semifinal WTA 1000 Indian Wells. Kekalahan di Doha dan Indian Wells membuat Swiatek gagal mempertahankan gelar juara.

Memasuki persaingan di lapangan tanah liat, pada April, Swiatek pun belum memperlihatkan kemampuan terbaik. Ostapenko kembali mengalahkannya, yaitu pada perempat final WTA 500 Stuttgart, 14-21 April.

Spain Tennis Madrid Open

Berdasarkan catatan itu, Swiatek membawa beban berat ketika tampil di Madrid dan berstatus sebagai juara bertahan. Apalagi, Eala menjadi lawan pertamanya, pada babak kedua, setelah Swiatek mendapat bye di babak awal.

Setelah mencapai final pada 2023 dan juara pada tahun berikutnya, Swiatek hampir tersingkir lebih awal ketika Eala memenangi set pertama. Eala langsung mematahkan servis Swiatek pada gim pertama dan hal itu diulanginya pada gim pertama set kedua. Baru pada set ketiga Swiatek bisa bermain lebih nyaman dengan mengurangi unforced error.

Meski memiliki strategi bermain yang bisa membuat Eala kesulitan menjangkau bola, seperti mengarahkan pukulan ke garis pinggir atau sudut lapangan, Swiatek membuat banyak kesalahan pada set pertama dan kedua. Dari total 57 unforced error, sebanyak 25 dibuatnya pada set pertama.

Dia lantas mencoba memperpendek reli untuk mengurangi unforced error-nya, tetapi cara ini baru bisa berjalan baik pada set ketiga. Swiatek mengatakan bahwa tidak mudah baginya untuk menemukan ritme permainan yang pas.

”Saya membuat banyak unforced error. Jadi, banyak penyesuaian yang harus dilakukan, tidak hanya pada satu faktor. Meski tak bermain baik sejak awal permainan, saya senang bisa mencari solusi untuk memecahkan masalah,” katanya dalam wawancara dengan stasiun TV di Spanyol, TVE.

Iga Swiatek saat bertanding melawan Alexandra Eala pada babak kedua turnamen WTA 1000 Madrid, Kamis (24/5/2025).

Dengan kemenangan itu, Swiatek terhindar dari kekalahan awal pada turnamen WTA 1000 sejak tersingkir pada babak kedua di Cincinnati pada 2021. Ketika itu, Swiatek kalah dari Ons Jabeur.

Eala, petenis Filipina pertama yang menembus ranking 100 besar dunia, tak terlalu kecewa dengan performanya. Dia bercerita telah mengerahkan kemampuannya semaksimal mungkin.

”Menang set pertama, lalu mematahkan servis lawan pada awal set kedua tentu menguntungkan. Namun, yang ada di seberang net adalah petenis yang berkali-kali juara di Roland Garros. Pada pertandingan tadi, Iga bermain lebih baik pada momen penting dibandingkan dengan di Miami,” tutur Eala dalam laman resmi WTA.

Seperti dikatakan Eala, Swiatek empat kali menjuarai Grand Slam Perancis Terbuka di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, Perancis. Selain pada 2020, yang menjadi gelar pertama di arena Grand Slam, Swiatek menjadi juara dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun ini, turnamen puncak dalam persaingan di lapangan tanah liat itu akan berlangsung pada 25 Mei-8 Juni.

Tak hanya bisa melepaskan diri dari Eala, Swiatek juga dipastikan terlepas dari Ostapenko. Petenis Latvia yang menjuarai WTA Stuttgart itu disingkirkan Anastasia Sevastova pada babak kedua 6-7 (2), 2-6. Berdasarkan undian, Swiatek dan Ostapenko berpeluang bertemu untuk ketiga kalinya tahun ini pada babak keempat di Madrid.

Spain Tennis Madrid Open

Meski menjadi lebih lapang, jalan bagi Swiatek setelah mengalahkan Eala tak berarti akan mudah dilewati. Dia akan melawan Linda Noskova pada babak ketiga. Petenis Ceko berusia 20 tahun ini mengalahkan Swiatek pada babak ketiga Australia Terbuka 2024 walaupun dia kalah pada empat pertemuan lain.

Selain Swiatek, yang ditempatkan sebagai unggulan kedua, unggulan lain yang memenangi babak kedua pada paruh bawah undian di antaranya Cori ”Coco” Gauff (4), Keys (5), dan Andreeva (7). Coco bangkit dari kekalahan telak pada set pertama hingga menang atas Dayana Yastremska dengan skor 0-6, 6-2, 7-5.

Sementara petenis-petenis unggulan di paruh atas undian yang mendapat bye pada babak pertama akan memulai penampilan, Jumat. Petenis nomor satu dunia yang menjadi unggulan teratas, Aryna Sabalenka, akan melawan Anna Blinkova. Jessica Pegula (3), Jasmine Paolini (6), dan Zheng Qin Wen (8) juga akan tampil. 

Carlos Alcaraz mundur

Dalam persaingan tunggal putra di tempat yang sama, Carlos Alcaraz batal bertanding. Petenis Spanyol juara ATP Masters 1000 Madrid pada 2022 dan 2023 itu mengalami cedera hamstring kiri.

Semula, petenis yang ditempatkan sebagai unggulan kedua itu akan memulai penampilan melawan Gabriel Diallo pada babak kedua dan berpeluang bersaing dengan Novak Djokovic di semifinal. Akan tetapi, demi bisa pulih untuk tampil pada ajang yang lebih besar, yakni Perancis Terbuka, Alcaraz memilih batal bertanding di Madrid.

Carlos Alcaraz berpose pada acara penghargaan Laureus World Sports di Madrid, 21 April 2025. Alcaraz mundur dari ATP Masters 1000 Madrid.

Pekan lalu, Alcaraz bertanding di negaranya sendiri dalam turnamen ATP 500 Barcelona, tetapi kalah dari Holger Rune di final. ”Saat bertanding di final Barcelona, saya merasa tidak nyaman pada bagian hamstring kiri. Saya kecewa tak dapat bermain di sini, di depan publik Spanyol, keluarga, dan teman-teman. Namun, inilah situasi yang harus saya hadapi,” kata Alcaraz dalam laman resmi ATP.

Posisi Alcaraz dalam undian kemudian digantikan Kamil Majchrzak. Petenis Polandia ini berstatus lucky loser karena kalah pada babak kualifikasi.

Dari babak pertama yang berlangsung Kamis, petenis Brasil berusia 18 tahun, yakni Joao Fonseca, mengalakan petenis kualifikasi, Elmer Muller, 6-2, 6-3. Tantangan berikutnya bagi juara Final ATP Next Gen 2024 itu datang dari unggulan ke-11 Tommy Paul. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto