Swiatek di Antara Para Pembuat Kejutan

Iga Swiatek akan tampil pada semifinal turnamen tenis WTA 1000 Doha. Tinggal dua lawan yang harus dikalahkannya untuk menjuarai ajang tersebut empat kali beruntun.

14 Feb 2025 13:51 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

DOHA, KAMIS—Turnamen tenis putri WTA 1000 Doha menyisakan empat petenis terakhir yang akan bersaing dalam semifinal. Juara tiga tahun terakhir, Iga Swiatek, berada di antara petenis lain yang menyingkirkan unggulan sepuluh besar dalam perjalanan menuju semifinal.

Swiatek akan berhadapan dengan Jelena Ostapenko di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Qatar, pada Jumat (14/2/2025). Semifinal lain mempertemukan Ekaterina Alexandrova dan Amanda Anisimova.

Swiatek melangkah ke empat besar setelah mengalahkan satu rival kuatnya, Elina Rybakina, dengan skor 6-2, 7-5 pada perempat final, Kamis. Dalam ulangan final WTA Doha 2024 ini, Swiatek menang setelah tertinggal 2-4 dan menggagalkan dua break point Rybakina pada skor 4-4 di babak kedua.

“Saya bangga dengan diri sendiri karena melawan Elena tak pernah mudah. Pada awal set kedua, dia meningkatkan level permainannya, jadi, saya pun melakukan hal yang sama,” kata Swiatek.

Petenis Polandia Iga Swiatek mengembalikan bola ke petenis Kazakhstan Elena Rybakina pada laga perempat final WTA 1000 Doha, Kamis (13/2/2025) di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Qatar. Swiatek menang dengan skor 6-2, 7-5.

Akan tetapi, kebanggaan itu harus segera dilepaskan karena Swiatek akan menghadapi tantangan yang tidak kalah sulit pada semifinal, meskipun performa Ostapenko tidak sebaik delapan tahun lalu ketika menjuarai Perancis Terbuka. Statistik pertemuan memperlihatkan bahwa Swiatek selalu kalah dari petenis Latvia itu pada empat pertemuan, salah satunya pada pertemuan terakhir yang terjadi di babak keempat AS Terbuka 2023.

“Saya harus bersiap menghadapi pukulan sulit dan tipuan,” kata Swiatek, tentang tantangannya yang akan dihadapinya pada semifinal. Jika bisa mengalahkan Ostapenko untuk pertama kalinya, Swiatek akan mempertahankan peluang menjuarai WTA Doha untuk keempat kali beruntun dan mendapat gelar WTA untuk ke-23 kali, tetapi yang pertama sejak Perancis Terbuka, Juni 2024.

Kecuali Swiatek dan dan Ostapenko, sebagai finalis WTA Doha 2016, Alexandrova dan Anisimova akan menjalani semifinal pertama pada salah satu dari 11 turnamen berlevel WTA 1000 ini. Kesamaan lain antara Alexandrova, Anisimova, dan Ostapenko adalah status mereka sebagai petenis non unggulan yang membuat kejutan dalam melangkah menuju babak empat besar.

Ostapenko, yang mengalahkan Ons Jabeur dengan skor 6-2, 6-2 pada perempat final, Kamis, menyingkirkan unggulan keempat, Jasmine Paolini, pada babak ketiga. Paolini adalah finalis Grand Slam Perancis Terbuka dan Wimbledon 2024.

Petenis Latvia Jelena Ostapenko merayakan keberhasilannya meraih poin dari petenis Italia Jasmine Paolini pada laga babak ketiga WTA 1000 Doha, Rabu (12/2/2025), di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Qatar.

Anisimova, semifinalis Perancis Terbuka 2019, mengalahkan unggulan kesembilan, Paula Badosa, pada babak kedua. Alexandrova, bahkan, menyisihkan dua unggulan, yaitu Aryna Sabalenka (1) pada babak kedua dan Jessica Pegula (6) di perempat final. Dia menang 4-6, 6-1, 6-1 atas Pegula.

Performanya selama di Doha menjadi kelanjutan penampilan baik Alexandrova akhir-akhir ini. Pada pekan pertama Februari, petenis ranking ke-26 dunia itu meraih pencapaian tertinggi dalam kariernya, yaitu menjuarai WTA 500 Linz.

“Saat melihat undian Doha, saya berpikir bahwa perjalanan saya tak akan terlalu jauh. Saat ini, saya merasa senang dengan penampilan selama di sini dan saya ingin mempertahankannya selama mungkin. Saya akan melakukan seperti yang dilakukan pada perempat final, fokus untuk meraih satu poin demi satu poin,” kata Alexandrova. (AFP)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra