Italia harus menang 9-0 atas Norwegia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026. ”Gli Azzurri” berpeluang jumpa dua tim yang menggagalkan lolos ke 2018 dan 2022.
15 Nov 2025 16:34 WIB · Olahraga
AP
MILAN, SABTU — Tim nasional Italia berpeluang besar gagal melaju langsung ke Piala Dunia 2026 pada bulan ini. Langkah realistis ”Gli Azzurri” menuju Amerika Utara ialah memenangi duel playoff, Maret mendatang. Namun, trauma tampil di fase penentu itu masih membayangi pemilik empat trofi Piala Dunia itu.
Pertarungan pamungkas Grup I pra-Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion San Siro, Milan, Senin (17/11/2025) pukul 02.45 WIB. Anak asuhan Gennaro Gattuso akan menyambut pemuncak klasemen sementara grup, yakni Norwegia.
Jelang duel kedua di kualifikasi Piala Dunia edisi ke-23, Italia masih tertinggal tiga poin dari Erling Haaland dan kawan-kawan. Kekalahan dari Norwegia di Oslo, 6 Juni lalu, adalah penyebab langkah Italia sulit lolos langsung ke pentas dunia.
Meskipun mampu menang enam gim beruntun bersama Gattuso untuk menyalakan persaingan hingga gim pamungkas grup, Gli Azzurri bakal kesulitan mengudeta posisi puncak dari Norwegia.
Italia tidak hanya butuh kemenangan, tetapi mereka juga harus mengalahkan Norwegia dengan skor mutlak 9-0. Ya, Italia wajib memenangi palagan di San Siro nan ikonik dengan margin sembilan gol.
Penyebabnya, Norwegia, yang berjuluk ”Landslaget”, memiliki selisih gol sangat besar. Mereka sudah mencetak 33 gol, yang 14 gol di antaranya disumbangkan Haaland, lalu baru kemasukan empat gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/f276bdd812314e95ed0205fd263f91cc-FBL_WC_2026_EUR_QUALIFIER_NOR_EST_134038284.jpg)
Bersama bomber Manchester City itu, Norwegia menjadi tim paling subur di pra-Piala Dunia 2026 zona Eropa. Norwegia memiliki selisih +29 gol.
Adapun Italia hanya bermodal +12 gol. Padahal, Gattuso telah membawa Italia menjadi tim paling produktif di kualifikasi Piala Dunia setelah Arrigo Sacchi di kualifikasi edisi 1994.
Italia sudah mencetak 20 gol. Rekor produktivitas terbaik Italia di kualifikasi Piala Dunia adalah menghasilkan 22 gol pada pra-Piala Dunia 1994. Pada Piala Dunia 1994, Italia finis sebagai finalis akibat kalah adu penalti dari Brasil di Amerika Serikat.
Selain itu, San Siro juga tidak terlalu ramah untuk Italia. Dalam dua pertandingan terakhir di arena Piala Dunia 1990 itu, Gli Azzurri menelan kekalahan dari Perancis (November 2024) dan Jerman (Maret 2025) pada ajang Liga Nasional Eropa 2024-2025.
Sementara itu, duel terakhir kualifikasi Piala Dunia digelar di San Siro menyemai trauma bagi publik Italia. Mereka imbang 0-0 pada playoff pra-Piala Dunia 2018 sehingga gagal melaju ke Rusia 2018.
Gattuso tidak ingin terlalu membebani anak asuhannya untuk mengejar kemenangan supermutlak. Dalam sejarah laga internasional, kemenangan 9-0 hanya pernah diraih dua tim, yakni Hongaria dan Spanyol. Hongaria membungkam Korea Selatan pada 1954, sedangkan Spanyol menaklukkan Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) dengan skor serupa pada 1974.
”Kami harus tetap bersatu. Kami harus melakukan segalanya dengan baik, terlepas hasil akhir nanti,” ujar Gattuso dilansir La Gazzetta dello Sport, Sabtu (15/11/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/1ef8a290a2470e6caea2c2186286ca5a-Italy_Israel_WCup_Soccer_133313730.jpg)
Berbeda dengan formasi ofensif 4-2-4 yang diterapkan pada enam gim terakhir pra-Piala Dunia 2026, Gattuso berencana mengembalikan taktik seimbang Italia dengan 3-5-2. Dua kekuatan sayap dari Giovanni Di Lorenzo dan Federico Dimarco bakal menjadi harapan Italia mengacaukan lini defensif Norwegia.
Kendala utama Gattuso adalah di trio bek tengah, Riccardo Calafiori, bek asal Arsenal, masih diragukan tampil. Dua nama utama yang diandalkan adalah Alessandro Buongiorno dan Alessandro Bastoni.
Pelatih Norwegia Stale Solbakken bertekad tidak pulang dengan tangan hampa dari San Siro. Norwegia belum pernah menang di markas Italia dengan catatan empat kekalahan dan dua hasil imbang ketika bermain di negeri yang memiliki wilayah bak sepatu bot itu.
”Kami memiliki faktor X secara menyerang. Kami merasa bisa selalu mencetak gol. Sebagai tim, kami juga bermain sangat kolektif secara bertahan. Ini kesempatan kami menutup kualifikasi dengan sempurna,” ucap Solbakken dilansir laman FIFA.
Solbakken bisa mengakhiri penantian Landslaget tampil di Piala Dunia sejak Perancis 1998. Kala itu, ia masih berstatus pemain.
Italia amat realistis untuk memikirkan jalan ke Piala Dunia 2026 dengan menempuh jalur playoff. Namun, mereka memiliki catatan buruk di babak penentu itu. Mereka gagal lolos ke Piala Dunia dua edisi terakhir karena tumbang dari Swedia pada 2018 dan Makedonia Utara pada 2022.
Tiga tim calon kuat yang akan dihadapi Italia pada semifinal playoff, Maret 2026, adalah Swedia, Macedonia Utara, atau Wales. Tiga tim itu berpeluang menjadi lawan Italia merujuk posisi mereka di ranking FIFA terkini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/d499c6df02fd556b9ae723c9416f1b5a-Moldova_Italy_WCup_Soccer_134043979.jpg)
Kemudian, ada pula calon lawan Italia lainnya, yakni Romania, Irlandia Utara, Moldova, dan San Marino yang mempertimbangkan posisi Liga Nasional Eropa edisi terakhir. Laga semifinal dan final playoff akan digelar hanya dalam satu pertandingan.
Gattuso memastikan, timnya sudah siap menghadapi segala skenario menuju Piala Dunia 2026. Mereka tidak akan gentar jika kembali berjumpa Swedia atau Macedonia Utara.
”Jika gagal membawa tim lolos, saya akan pergi dari Italia. Saya bukan (pelatih) paling berpengalaman, tetapi saya memiliki ambisi untuk membantu tim ini,” ucap Gattuso yang memiliiki 73 cap membela Gli Azzurri.
Sementara itu, Kroasia menjadi tim ketiga asal Eropa yang memastikan tempat di Piala Dunia 2026. Kemenangan 3-1 atas Kepulauan Faroe, Sabtu dini hari WIB, mengunci tempat Kroasia sebagai pemuncak Grup L. Luka Modric dan kawan-kawan menyusul Inggris dan Perancis.
Sudah ada pula dua tim yang memastikan langkah ke babak playoff setelah memastikan posisi kedua di fase grup. Mereka adalah Albania (Grup K) dan Ceko (Grup L).
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul