Jalan Negara Kupang-Timor Leste Nyaris Putus, Pemerintah Dinilai Lamban

Lebih dari satu bulan jalan rusak itu tak kunjung diperbaiki. Masyarakat menduga negara sedang tidak punya anggaran.

29 Mar 2025 13:35 WIB · Nusantara

Oleh Fransiskus Pati Herin

KUPANG, KOMPAS — Akses transportasi di Jalan Timor Raya, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, nyaris lumpuh. Lebih dari sebulan, kerusakan pada jalur yang menghubungkan Kota Kupang dengan Dili, ibu kota negara Timor Leste, itu belum juga diperbaiki. Masyarakat menilai pemerintah lamban merespons kondisi tersebut.

Ruas jalan ambles tersebut tepatnya di Niki-niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dari Kota Kupang, titik itu terpaut jarak lebih kurang 130 kilometer, sedangkan dari Dili sekitar 260 kilometer. 

Pergerakan tanah menyebabkan patahan sepanjang puluhan meter. Pengendara yang melintas harus hati-hati dan dipandu warga. Antrean pun mengular selama berjam-jam. Kendaraan dari dua arah secara bergiliran melewati jalan darurat.

”Sudah lebih dari satu bulan jalan ini rusak, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan sama sekali. Kalau hujan satu dua hari lagi, jalan ini dikhawatirkan putus total,” kata Monce Amatiran (35), sopir mobil penumpang, pada Sabtu (29/3/2025).

Jalan Rusak

Ia menyarankan kepada pengendara agar tidak melintasi titik itu pada malam hari. Selain tidak ada pemandu, longsor dikhawatirkan tiba-tiba terjadi dan tidak terpantau karena minimnya cahaya di tempat itu. Pengendara diminta tidak nekat.

Rosa (43), warga Kota Kupang yang baru melintasi titik itu, kecewa dengan lambannya respons pemerintah. Padahal, jalur itu merupakan akses utama. Setiap hari ribuan kendaraan melewati titik itu dengan mengangkut puluhan ribu orang dan ribuan ton barang.

”Pemerintah sepertinya tutup mata dengan kondisi ini. Apakah memang pejabat kita tidak peduli atau negara sudah tidak punya lagi anggaran untuk perbaikan. Kalau sampai akses ini putus, Pulau Timor lumpuh,” katanya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di NTT Agustinus Junto dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT Benyamin Nahak belum merespons pertanyaan Kompas mengenai kerusakan jalan itu. Jalan Timor Raya berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum.

Cuaca Buruk

Cuaca buruk 

Sementara itu, mulai Sabtu (29/3/2025) dini hari, hujan deras mengguyur hampir semua wilayah di Pulau Timor. Hujan diikuti angin kencang serta petir. Hujan baru reda setelah pukul 09.00 Wita. Beberapa hari sebelumnya juga terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Eltari Kupang Sti Nanot’ek lewat siaran pers menyatakan, cuaca buruk di NTT masih berlangsung hingga 31 Maret 2025. Cuaca buruk terjadi hampir menyeluruh di wilayah NTT.

Menurut dia, saat ini terjadi siklon Tropis Dianne di perairan bagian utara Teluk Kimberley, Australia. Lokasi itu berjarak lebih kurang 560 kilometer di selatan Pulau Rote, wilayah terluar NTT. Dalam 24 jam ke depan, siklon tropis bergerak menjauh.

Selain itu, terpantau gelombang Kelvin yang memicu terjadinya belokan angin di NTT. Kondisi ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari