Jannik Sinner sempat ragu akan menjadi petenis nomor satu dunia pada akhir 2025. Namun, peluang itu terbuka dengan situasi yang terjadi di turnamen Paris Masters.
30 Okt 2025 15:47 WIB · Olahraga
AFP/Dimitar DILKOFF
PARIS, RABU — Menjelang berakhirnya musim kompetisi 2025, persaingan dua petenis tunggal putra, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, akan terjadi untuk memperebutkan predikat petenis nomor satu dunia akhir tahun. Semula, Sinner pesimistis bisa menggeser Alcaraz, tetapi situasi berubah seiring berlangsungnya turnamen ATP Masters 1000 Paris.
Saat ini, berdasarkan peringkat yang terakhir dikeluarkan ATP pada 27 Oktober, Sinner berada di bawah Alcaraz dengan selisih 840 poin. Sebelum Paris Masters dimulai pada 27 Oktober, Sinner meragukan dirinya bisa naik ke ranking teratas dunia, menggantikan Alcaraz, lalu mempertahankannya hingga akhir tahun.
Di arena tenis profesional, menjadi petenis nomor satu dunia akhir tahun adalah status prestisius karena menunjukkan konsistensi performa mereka selama setahun. Petenis yang menempati posisi tersebut mendapat trofi khusus dari ATP (untuk petenis putra) dan WTA (putri).
Alcaraz dan Sinner pernah mendapat posisi tersebut, masing-masing, pada 2022 dan 2024. Alcaraz menempatinya ketika performa Sinner belum sesolid dua tahun terakhir. Adapun pada 2024 Sinner tak terbendung dengan mendapat delapan gelar juara dari sembilan final yang merupakan jumlah terbanyak dibandingkan petenis lain. Dia juga menjadi petenis dengan hadiah terbanyak.
Musim 2025 adalah musim berbeda karena performa Sinner dan Alcaraz lebih berimbang. Alcaraz memimpin dengan delapan gelar juara, tetapi poin rankingnya tak berbeda jauh dengan Sinner.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/30/9a5ad1d17f943664b3e75c4b176161c8-TENNIS_ATP_FRA_133696208.jpg)
Selisih 840 poin sebelum Paris Masters dimulai berubah menjadi 650 dalam perhitungan live ranking. Ini karena Alcaraz tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari Cameron Norrie, sedangkan Sinner memenanginya. Sinner mengalahkan Zizou Bergs dengan skor 6-4, 6-3, Rabu (29/10/2025) malam waktu setempat, dan akan berhadapan dengan Francisco Cerundolo pada babak ketiga, Kamis.
Kemenangan Sinner dan tersingkirnya Alcaraz, secara matematis, memperlebar peluang Sinner menjadi petenis nomor satu dunia akhir tahun seperti yang dilakukannya pada 2024. Sebelum terjadinya kedua momen pada hari yang berbeda tersebut, secara matematis, Sinner harus menjuarai Paris Masters untuk kembali ke puncak peringkat dan pada saat yang sama, Alcaraz gagal mencapai semifinal.
Sinner pun mengatakan bahwa dia tak memfokuskan diri pada ranking mengingat peluangnya terbilang tipis. Petenis Italia dengan empat gelar Grand Slam ini menargetkan menempati puncak peringkat akhir tahun pada 2026.
Walaupun peluangnya kini lebih terbuka, Sinner tetap akan mencurahkan perhatiannya pada pertandingan. Apalagi, dia belum pernah menjuarai Paris Masters, yang menjadi bagian dari sembilan turnamen ATP Masters 1000.
Sinner puas dengan penampilan pertamanya di Paris Masters yang berlangsung di lapangan keras dalam ruangan. ”Biasanya, saya sedikit kesulitan mengawali penampilan di sini, tetapi hari ini pergerakan saya cukup baik, servis pun akurat. Ini memberi saya kepercayaan diri untuk tantangan berikutnya,” tutur Sinner.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/30/2d457feb647c0570455a328c5575a404-France_Tennis_Paris_Masters_133697126.jpg)
Pola pikir untuk tak terfokus pada ranking tak berlebihan karena petenis berusia 24 tahun tersebut memiliki tugas lain setelah Paris Masters. Dia mempunyai tugas mempertahankan 1.500 poin, hasil dari juara turnamen Final ATP 2024.
Tahun ini, Sinner, Alcaraz, Alexander Zverev, Novak Djokovic, dan Taylor Fritz dipastikan lolos ke Final ATP yang akan berlangsung di Turin, Italia, 9-16 November. Adapun tiga tiket lain untuk tampil di Turin diperebutkan petenis lain dalam dua pekan ini.
Di antara empat petenis yang bersaing ketat memperebutkan sisa tiga tempat menuju Turin, perjalanan Lorenzo Musetti akan semakin berat setelah tersingkir pada babak kedua. Dia kalah dari sesama petenis Italia, Lorenzo Sonego, 6-3, 3-6, 1-6.
Tiga petenis lain yang meneruskan perjalanan ke babak ketiga adalah Ben Shelton, Alex de Minaur, dan Felix Auger Aliassime. Petenis lain yang juga lolos ke babak ketiga adalah Zverev yang berstatus juara bertahan.
Petenis unggulan ketiga itu memulai penampilan dalam laga ketat saat berhadapan dengan Camilo Ugo Carabelli dan harus bermain selama 2 jam 35 menit untuk menang 6-7 (5), 6-1, 7-5. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra