Banjir yang merendam rel di kawasan Kabupaten Pekalongan, Jateng, sudah mulai surut. Namun, sejumlah perjalanan kereta api masih dibatalkan demi keamanan.
19 Jan 2026 11:34 WIB · Ekonomi & Bisnis
DOK HUMAS PT KAI DAOP 4 SEMARANG
SEMARANG, KOMPAS — Banjir yang sempat merendam rel kereta api di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sudah berangsur surut pada Senin (19/1/2026) pagi. Kendati sudah bisa dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas, sejumlah perjalanan tetap dibatalkan sampai menunggu jalur benar-benar dinyatakan kembali normal.
Banjir yang beberapa hari terakhir melanda sejumlah daerah di Jateng, termasuk di Kabupaten Pekalongan, turut merendam jalur kereta api. Salah satu yang terendam adalah jalur kereta api petak Pekalongan-Sragi Kilometer 88 dan 89.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, ketinggian banjir pada Senin sudah di bawah kepala rel, baik di Km 88+6/7 maupun Km 89+0/1 jalur hulu dan hilir. Jalur itu sudah dapat dilalui kereta api, tetapi masih terbatas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/19/6b1ca4b8ad23f7dc22ff21a60aedf1b6-IMG_0050.jpeg)
”Saat ini sudah dapat dilalui kereta api, tetapi masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 km per jam serta pengawasan intensif oleh petugas prasarana guna memastikan stabilitas dan keamanan lintasan,” kata Luqman, Senin.
Pihak PT KAI terus memantau secara intensif kondisi di lapangan, termasuk memeriksa struktur jalan rel dan kondisi di sekitar lintasan. Luqman mengatakan, PT KAI juga berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan instansi teknis lainnya dalam penanganan dampak banjir di sekitar jalur rel.
Pembatasan kecepatan dan pengawasan tersebut, menurut Luqman, merupakan bagian dari prosedur keselamatan sebelum jalur dinyatakan benar-benar normal. Oleh karena itu, meski jalur telah dapat dilalui secara terbatas, sejumlah perjalanan KA masih harus disesuaikan operasionalnya hingga kondisi prasarana dinyatakan sepenuhnya aman dan andal.
Hingga Senin pukul 05.00, sebanyak delapan perjalanan kereta yang keberangkatannya dari wilayah Daop 4 Semarang dibatalkan. Delapan perjalanan itu adalah kereta api Argo 17 Sindoro, KA 23 Argo Merbabu, KA 171B-174B Ciremai, KA 175B Menoreh, KA 197-198-199 Kamandaka, KA 203 Tegal Bahari, KA 217 Kaligung, dan KA 213 Kaligung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/19/b97f859cf94a90c89de2493989b329fa-IMG_0048.jpeg)
Selain itu, ada 15 perjalanan kereta lain yang dibatalkan. Kereta yang dibatalkan itu perjalanannya melintas dan bertujuan akhir di wilayah Daop 4 Semarang.
Perjalanan yang dibatalkan tersebut adalah KA 1B Argo Bromo Anggrek, KA 2B Argo Bromo Anggrek, KA 20 Argo Muria, KA 26 Argo Merbabu, KA 7003A Sembrani Tambahan, KA 7004 Sembrani Tambahan, dan KA 173-172 Ciremai. Kemudian, KA 178 Tawangjaya Premium, KA 181-182 Kamandaka, KA 194-195-196 Kamandaka, KA 204 Tegal Bahari, KA 218 Kaligung, KA 216 Kaligung, KA 263 Ambarawa Ekspres, dan KA 264 Ambarawa Ekspres.
”Kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami memahami pembatalan perjalanan ini berdampak pada rencana perjalanan pelanggan. Namun, demi keselamatan bersama, sejumlah perjalanan masih harus dibatalkan hingga kondisi jalur dinyatakan aman oleh petugas di lapangan,” papar Luqman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/3fcfd65d7790f4663abb272e0360f4ac-20260118_H01_ADI_Jalur_Kereta_Banjir_mumed.png)
Menurut Luqman, para penumpang kereta api yang terdampak dapat mengajukan pembatalan dan berhak atas pengembalian bea tiket 100 persen, di luar bea pesan. Pengembalian dana dilakukan secara tunai apabila pembatalan dilakukan di loket stasiun, atau melalui transfer bank jika diajukan lewat pusat panggilan KAI di 121.
Seiring dengan adanya gangguan perjalanan kereta api akibat banjir, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menurunkan sarana kereta penolong berupa lokomotif CC300 untuk menangani banjir di jalur kereta api.
Kereta api penolong berupa lokomotif CC300 milik DJKA didatangkan dari Balai Perawatan Perkeretaapian dan merupakan sarana buatan PT INKA. Sarana ini acap kali diterjunkan untuk menembus banjir, mengingat keandalannya untuk mengatasi genangan air.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/81256156253d22e26955ff161c1186de-FAK_9367.jpg)
”Selain kereta api penolong, DJKA juga telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk memitigasi dampak dari genangan, melakukan pemantauan intensif, serta evaluasi keselamatan pada lintasan serta turut berkoordinasi dengan pihak PT KAI dan pemerintah daerah. Seluruh upaya ini dilakukan agar layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono.
Allan mengimbau kepada seluruh pihak untuk berhati-hati dalam melakukan perjalanan di tengah tantangan cuaca ekstrem. ”Kami akan terus memastikan layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin, sementara itu masyarakat kami harap dapat terus memantau informasi perjalanan kereta api kepada operator terkait,” ujarnya.
Sebelumnya, banjir dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Jateng, mulai dari pantura timur hingga pantura barat. Selama lebih dari sepekan, banjir melanda Pati, Kudus, Jepara, dan Demak di wilayah pantura timur Jateng. Di wilayah pantura Jateng, banjir terjadi di Kendal, Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Kabupaten Tegal.
Penulis:
Kristi Dwi UtamiEditor:
Rini Kustiasih