Janice Tjen lolos ke babak kedua Australia Terbuka. Dia membuat kejutan dengan mengalahkan finalis Grand Slam.
20 Jan 2026 11:43 WIB · Olahraga
AFP
MELBOURNE, SELASA — Bermain di ajang Grand Slam untuk kedua kali, Janice Tjen lolos ke babak kedua untuk kedua kali. Petenis putri Indonesia itu mencapainya setelah menyingkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez, pada babak pertama Australia Terbuka.
Janice menang dengan skor 6-2, 7-6 (1) pada pertandingan sesi awal di ANZ Arena, Melbourne Park, Senin (20/1/2026). Pada babak kedua, atlet berusia 23 tahun itu akan melawan petenis senior yang pernah merasakan babak akhir Grand Slam, Karolina Pliskova. Petenis Ceko berusia 33 tahun ini adalah finalis AS Terbuka 2016 dan Wimbledon 2021 dan mengalahkan petenis AS, Sloane Stephens, pada babak pertama.
Kemenangan atas Fernandez, finalis AS Terbuka 2021, menjadikan Janice sebagai petenis Indonesia pertama yang lolos ke babak kedua Australia Terbuka sejak 1998. Pada 1998, Yayuk Basuki melaju hingga ke babak keempat sebelum dikalahkan Martina Hingis dengan double bagel, 6-0, 6-0.
”Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari sejarah dan menang di sini untuk Indonesia. Ini sangat spesial, apalagi saya bisa melakukannya di depan keluarga dan teman-teman. Rasanya banyak juga orang Indonesia yang menonton pertandingan tadi,” komentar Janice dalam laman resmi WTA.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/6d80e88e329be247f9599a93f38b908c-3f241da44eff43eb941823fce5a4a3fe_0_d6f082a63e0b4956842a0c29cb5cb160.jpg)
Pertandingan melawan Pliskova menjadi babak kedua yang kedua bagi Janice, yang masih ”hijau” di arena tenis profesional, di panggung Grand Slam. Pada Grand Slam pertamanya, AS Terbuka 2025, Janice kalah dari Emma Raducanu, petenis yang mengalahkan Fernandez di final AS Terbuka 2021.
Namun, ada perbedaan di antara dua Grand Slam yang diikutinya. Di AS Terbuka, Janice tampil sejak babak kualifikasi. Adapun di Australia Terbuka, atlet kelahiran Jakarta itu bisa langsung tampil di babak utama. Kesempatan itu didapat berkat peringkat 60 besar dunia yang ditempati menjelang Australia Terbuka.
Datang ke Melbourne Park dengan kekalahan pada babak pertama WTA 250 Auckland dan Hobart, Janice tidak terpengaruh hasil tersebut. Meski masih banyak melakukan kesalahan, terutama pada set pertama, Janice bisa tampil tenang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/a6734e0937070cc28c5445bff3a22f31-0df2815eb74e47dda8709cc7772a7389_0_2fcd966adc0942c9b77357a73b831bd5.jpg)
Juara WTA 250 Chennai 2025 itu memiliki persentase keberhasilan yang rendah dalam servis pertama di gim pembuka. Dia hanya bisa melakukan servis pertama dengan baik sebanyak sembilan kali dari 26 kesempatan (35 persen). Namun, ketika bisa menempatkan servis pertamanya dengan baik, Janice selalu mendapat poin. Tingkat keberhasilan meraih poin dari servis pertamanya adalah 100 persen.
Servis, seperti dikatakan pelatih Janice, Chris Bint, adalah salah satu kemampuan yang menjadi fokus latihan. Pelatih asal Inggris ini ingin persentase keberhasilan Janice dalam servis semakin baik.
Janice juga solid dalam permainan baseline, terutama dari forehand. Komentator pertandingan memuji kemampuan Janice untuk faktor ini. Dengan forehand agresif, dia dua kali mematahkan servis Fernandez dari empat kesempatan.
Janice mematahkan servis Fernandez terlebih dulu pada set kedua dengan akurasi servis pertama yang lebih baik. Dia melakukannya pada gim ketiga hingga unggul 2-1, lalu 3-1, tetapi bisa disamakan lawan menjadi 3-3.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/dfeef0fa4a753239ebc658d1d2928392-AFP_93AY3AH.jpg)
Break point Janice pada gim kesembilan hingga unggul 5-4 membuatnya mendapat serving for the match pada gim berikutnya. Janice melakukan servis yang bisa membuatnya memenangi pertandingan pada gim kesepuluh, tetapi dia kehilangan servisnya. Pemenang set ini pun harus ditentukan melalui tiebreak dan Janice memenanginya dengan tiga winner dan lima unforced error dari Fernandez.
Teriakan ”Indonesia! Indonesia!” dari penonton yang membawa bendera Merah Putih semakin lantang terdengar ketika Janice melambaikan tangan kepada mereka setelah memenangi pertandingan. Atmosfer yang bagai terjadi dalam kompetisi olahraga di Tanah Air ini jarang terjadi di arena Grand Slam.
Selain tunggal putri, Janice akan bermain pada ganda putri bersama petenis Polandia, Kataryzna Pietr. Petenis Indonesia lainnya, Aldila Sutjiadi, juga bermain pada ganda putri, berpasangan dengan Giuliana Olmos (Meksiko). (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra