TENIS 

Janice Tjen Mencari Pengalaman di WTA 1000 Dubai

Janice Tjen turut bersaing dalam turnamen tenis WTA 1000 Dubai. Dia menambah kemenangan pada babak pertama level tersebut dengan mengalahkan Dayana Yastremska.

15 Feb 2026 17:37 WIB · Olahraga

AFP/DAVID GRAY

Oleh Yulia Sapthiani

DUBAI, MINGGU — Petenis Indonesia, Janice Tjen, menambah daftar debut dalam turnamen WTA 1000 dengan mengikuti WTA Dubai, Uni Emirat Arab, 15-21 Februari 2026. Janice memenangi babak pertama dan akan berhadapan dengan petenis yang pernah dihadapinya pada tantangan berikutnya.

Kemenangan tersebut didapatnya di Aviation Club Tennis Centre, Minggu (15/2/2026), saat berhadapan dengan petenis Ukraina, Dayana Yastremska. Janice menang dengan skor 6-4, 6-1.

Dalam pertandingan selama 1 jam 18 menit, Janice unggul dalam perolehan total poin, yaitu 58 dari 96 poin (60,4 persen) yang diperebutkan. Petenis berusia 23 tahun ini tiga kali mematahkan servis Yastremska dari tujuh kesempatan, sedangkan Yastremska gagal memanfaatkan satu-satunya break point pada set pertama.

Janice pun melaju ke babak kedua dalam debutnya di WTA Dubai, sama seperti ketika dia melangkah ke babak kedua WTA 1000 Doha, Qatar, 8-14 Februari 2026. Lawannya pada babak kedua di Dubai adalah petenis yang pernah menjadi lawan Janice pada tahun ini, Liudmila Samsonova atau Leylah Fernandez yang memainkan babak pertama pada Minggu malam waktu Indonesia.

Petenis Indonesia, Janice Tjen, mengembalikan pukulan Iga Swiatek. Mereka berhadapan pada babak kedua WTA 1000 Doha, Qatar, Selasa (11/2/2026).

Janice bertemu Fernandez pada babak pertama Grand Slam Australia Terbuka, Januari, dan mengalahkan finalis Amerika Serikat Terbuka 2021 tersebut. Adapun Samsonova adalah petenis yang mengalahkan Janice pada babak kedua di WTA 500 Abu Dhabi.

WTA Dubai menjadi turnamen berlevel WTA 1000 ketiga yang diikuti Janice sejak memasuki persaingan WTA Tour pada Agustus 2025. WTA Beijing, September 2025, menjadi turnamen WTA 1000 pertama bagi petenis dengan peringkat ke-46 dunia tersebut. Janice kalah pada babak pertama setelah menapaki perjalanan dari babak kualifikasi.

Dengan tampil dalam turnamen WTA 1000, level tinggi pada WTA Tour, Janice berkesempatan bertemu petenis dengan banyak pengalaman di WTA Tour. Di Doha, dia bahkan berjumpa petenis peringkat kedua dunia dengan enam gelar Grand Slam, Iga Swiatek, meski akhirnya kalah.

Quote

Sudah sangat lama saya tidak menjuarai turnamen. Sangat menyenangkan bisa merasakan pengalaman itu lagi.

Jika bisa melangkah ke babak ketiga di Dubai, Janice berkesempatan bertemu petenis top dunia lainnya pada babak ketiga, yaitu Amanda Anisimova. Petenis peringkat keempat dunia tersebut adalah finalis Wimbledon dan AS Terbuka 2025.

Mengukur kemampuan

Seperti dikatakan pelatih Janice, Chris Bint, bertemu petenis peringkat atas dunia menjadi kesempatan bagi Janice untuk mengukur kemampuannya. Dengan melawan petenis-petenis tersebut, terutama pada turnamen WTA Tour level 500 ke atas, Janice belajar untuk menerapkan strategi yang tepat karena petenis lainnya telah terbiasa bertanding pada persaingan level tinggi.

Janice Tjen memenangi babak pertama Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne Park, Senin (20/1/2026). Janice mengalahkan Leylah Fernandez.

Selain pada nomor tunggal, Janice akan bersaing di ganda putri, berpasangan dengan petenis Ceko, Marie Bouzkova di Dubai. Sementara petenis Indonesia lainnya, Aldila Sutjiadi, berduet dengan Irina Khromacheva.

Berbeda dengan WTA Doha, yang dijuarai Karolina Muchova, WTA Dubai tak diikuti dua petenis peringkat teratas dunia, Aryna Sabalenka dan Swiatek. Sabalenka tak bermain sejak kalah dalam final Australia Terbuka dari Elena Rybakina, sementara Swiatek membuat perubahan jadwal turnamen setelah kalah pada perempat final WTA Doha.

Dengan demikian, Rybakina yang berperingkat ketiga dunia di bawah Sabalenka dan Swiatek menjadi unggulan teratas diikuti Anisimova, Cori Gauff, Jessica Pegula, dan juara bertahan, Mirra Andreeva.

Muchova Juara WTA Doha

Karolina Muchova harus menanti tujuh tahun untuk meraih gelar kedua dari turnamen WTA Tour. Petenis Ceko yang bermain di arena profesional sejak 2013 ini menjuarai WTA 1000 Doha setelah mengalahkan Victoria Mboko 6-4, 7-5 dalam final yang berlangsung Sabtu malam waktu setempat.

”Sudah sangat lama saya tidak menjuarai turnamen. Sangat menyenangkan bisa merasakan pengalaman itu lagi,” ujar Muchova.

Petenis berusia 29 tahun ini mendapatkan gelar pertama dari rangkaian WTA Tour pada turnamen di Seoul, Korea Selatan, pada 2019, dengan level WTA International atau setara WTA 250 pada saat ini.

Sebelum menjadi juara di Doha, Muchova empat kali mencapai final, termasuk di arena Grand Slam Perancis Terbuka 2023, yaitu saat kalah dari Swiatek. Pada turnamen WTA 1000, Muchova juga tampil dalam final di Cincinnati 2023 dan Beijing 2024, tetapi selalu kalah dari Gauff. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati