Babak pertama selalu menjadi fase yang sulit. Jannik Sinner dan Novak Djokovic kehilangan set saat tampil pada babak pertama Wimbledon 2026.
30 Jun 2026 10:52 WIB · Olahraga
AP Photo/Kin Cheung
LONDON, SENIN — Sekitar sebulan setelah tersingkir pada babak kedua Perancis Terbuka, Jannik Sinner hampir mendapat hasil lebih buruk di Wimbledon 2026. Dia dua kali tertinggal satu set dari lawan sebelum akhirnya terbangun dari mimpi buruk tersebut.
Momen itu terjadi pada laga pembuka di Lapangan Utama All England Club, London, Inggris, Senin (29/6/2026). Sebagai juara bertahan, Sinner mendapat hak bermain pada pertandingan pertama di Lapangan Utama.
Tunggal putra peringkat teratas dunia itu berhadapan dengan Miomir Kecmanovic, petenis ranking ke-50 dunia yang selalu dikalahkan Sinner dalam straight sets pada tiga pertemuan sebelumnya.
Pertemuan terakhir mereka sebelum bersaing pada hari pertama Wimbledon 2026 terjadi dua tahun lalu di lapangan yang sama, yaitu saat Sinner menang tiga set.
Tahun ini, momen berubah. Kecmanovic tampil lebih solid. Sementara di seberang net, Sinner bermain di bawah kemampuan terbaik. Sinner dua kali tertinggal satu set sebelum akhirnya bangkit dan menang dengan skor 4-6, 6-3, 6-7 (6), 6-2, 6-3.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/75836e3e22c2d25149ab1a9ac8f88cdb-wimbledon_sinner_serve.jpg)
Sinner membuat 52 unforced error (Kecmanovic dengan 33 unforced error) pada pertandingan selama 3 jam 30 menit tersebut, termasuk lima double fault. Pada gim kesembilan set pertama, dia bahkan membuat dua double fault secara beruntun.
”Saya senang bisa membalikkan keadaan pada set pertama. Tubuh saya rasanya masih kaku,” kata Sinner.
Seandainya kalah, Sinner akan sama seperti Lleyton Hewitt, satu-satunya tunggal putra yang tersingkir pada babak pertama meski datang sebagai juara bertahan Wimbledon.
Hewitt juara pada 2002, tetapi kalah dari Ivo Karlovic di babak awal pada tahun berikutnya. Namun, Sinner bisa menghindarkan diri dari momen yang dialami Hewitt, juga dari hasil buruk dalam dua Grand Slam beruntun.
Petenis Italia itu tiba di Wimbledon setelah mendapat hasil buruk pada Grand Slam sebelumnya, Perancis Terbuka. Dia disingkirkan Juan Manuel Cerundolo pada babak kedua dalam lima set.
Saat itu, tubuh Sinner tak dapat menahan cuaca panas dan kondisi fisiknya menurun sejak set ketiga. Ketika Sinner berhadapan dengan Kecmanovic, All England Club berada dalam cuaca ideal dengan suhu 24 derajat celsius meski Eropa tengah dilanda gelombang panas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/7b9c54e51378f671b380eeda693265f7-wimbledon_sinner_jatuh.jpg)
Meski demikian, Sinner tak lepas dari kendala. Selain harus mengatasi perlawanan Kecmanovic, yang bisa menetralkan servis kerasnya, Sinner jatuh dengan keras di lapangan pada set ketiga.
Ketika kakinya salah melangkah, dia berlutut dan jatuh ke belakang. Sinner meringis kesakitan sambil memegang bagian yang tampaknya adalah pinggul kirinya, tetapi dia segera bangkit. Saat pertandingan berlanjut, dia sadar ada darah yang membuat sepatu putihnya berwarna merah.
”Saya baik-baik saja. Terlihatnya memang lebih buruk karena ada darah. Itu hanya darah dari kuku. Saya pun terkejut karena petugas membiarkan saya bermain meski sepatu saya memerah. Saya tidak ingin merusak performa lawan karena ritme permainan kami saat itu sangat baik. Namun, set ketiga memang sulit untuk saya,” tuturnya.
Datang sebagai juara bertahan Wimbledon untuk pertama kalinya, Sinner merasakan perasaan berbeda. Dia bahkan merasa gugup saat menuruni tangga untuk menuju lapangan. ”Apalagi, Wimbledon adalah turnamen prestisius dan saya kembali ke lapangan historis ini,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/c0ae0935554557245b085f0bc71e50d5-wimbledon_kecmanovic.jpeg)
Sinner menjadi favorit juara dengan absennya juara Wimbledon 2023 dan 2024, Carlos Alcaraz, yang dia kalahkan pada final 2025. Alcaraz absen karena cedera pergelangan tangan kanan.
Namun, persaingan bukan berarti akan lebih mudah bagi Sinner dan ini sudah tergambar pada babak pertama. Selain itu, Sinner punya rival yang tak dapat dianggap enteng meski sudah menjadi petenis tertua yang tampil di tunggal putra, yaitu Novak Djokovic. Petenis Serbia berusia 39 tahun itu dalam misi meraih gelar kedelapan di Wimbledon dan ke-25 di seluruh Grand Slam.
Jika bisa mewujudkan itu, Djokovic akan menyejajarkan diri dengan Roger Federer sebagai tunggal putra dengan gelar terbanyak di Wimbledon dan menjadi petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak di nomor tunggal.
Saat ini, Djokovic memiliki 24 gelar Grand Slam, sama seperti Margaret Court, petenis Australia yang bertanding pada era 1960-an hingga 1978.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/c8e69927e6fc2a99235d4a6f4c3747f9-wimbledon_djoko_spiderman.jpg)
Seperti Sinner, Djokovic kehilangan set pada babak pertama saat melawan petenis China peringkat ke-102 dunia, Wu Yibing. Di depan David Beckham, yang duduk di Royal Box sejak laga Sinner melawan Kecmanovic, Djokovic menang 6-4, 5-7, 6-4, 6-4.
”Pertandingan tadi sangat menantang buat saya. Senang bisa menang, tetapi saya merasa tidak terlalu bugar, tidak seperti bermain pada pertandingan pertama,” kata Djokovic yang akan melawan Stefanos Tsitsipas pada babak kedua.
Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, menjalani debut di Wimbledon dengan kemenangan. Di Lapangan 18, Janice mengalahkan Leylah Fernandez dengan skor 6-1, 7-6 (3).
Hasil ini membuat Janice selalu menang atas finalis Amerika Serikat Terbuka 2021 itu dalam tiga pertemuan. Janice juga menang saat debut di Australia Terbuka dan WTA 1000 Dubai pada Januari dan Februari lalu.
”Halo semua, terima kasih atas dukungannya pada hari ini. Semoga kita bertemu lagi setelah babak kedua,” kata Janice dalam video yang diunggah di media sosial WTA.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/b7099f6cfeeb3757dfeccee8e921ab4b-wimbledon_janice1.jpg)
Janice menjalani debut pada semua Grand Slam sejak AS Terbuka 2025. Dia mencapai babak kedua di turnamen tersebut dan Australia Terbuka 2026, tetapi kalah pada babak pertama Perancis Terbuka 2026.
Berbeda dengan lapangan keras, tempat berlangsungnya Australia dan AS Terbuka, lapangan rumput (Wimbledon) dan tanah liat (Perancis Terbuka) menjadi hal baru bagi Janice. Maka, Janice pun dalam upaya mencari pengalaman di jenis lapangan alam yang membutuhkan kemampuan bermain lebih khusus tersebut.
Lapangan tanah liat membutuhkan kemampuan bergerak dengan cara meluncur dan kebugaran fisik prima karena perebutan setiap poin cenderung berlangsung dalam reli. Adapun di lapangan rumput, Janice harus beradaptasi dengan licinnya lapangan dengan cara berbeda.
Dengan pantulan bola yang sangat cepat dan rendah, dia harus sering berlutut, bermain agresif, dan mengantisipasi permainan lawan yang juga agresif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/a4009f27484d1619d9b47c8ff8ed4461-wimbledon_janice4.jpg)
Di babak kedua, Janice akan berhadapan dengan semifinalis Perancis Terbuka 2022, Daria Kastkina, lalu berpeluang bertemu Naomi Osaka pada babak ketiga. Osaka, yang memasuki lapangan dengan mengenakan pakaian model kimono panjang berwarna putih, menang atas Elsa Jacquemot, 6-1, 7-5.
Petenis Asia Tenggara lainnya, Mananchaya Sawangkaew (Thailand), juga memenangi debut Wimbledon ketika mengalahkan finalis Perancis Terbuka, Maja Chwalinska, 2-6, 7-5, 6-2.
Chwalinska sebenarnya mendapat match point saat unggul 6-2, 5-2, tetapi dia jatuh pada momen tersebut. Awalnya, kejadian itu tak terlihat mengakibatkan cedera serius, tetapi Chwalinska menjalani medicat treatment setelah kehilangan gim kedelapan.
Sawangkaew merebut set kedua dengan memenangi lima gim beruntun, lalu memenangi pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/30/26cccadeeb3de1119c5d36304c13d416-wimbledon_sawangkaew.jpg)
”Rasanya ada yang berbeda pada engkel. Saya pun tidak nyaman lagi dalam bergerak. Jadi, saya meminta engkel saya dibebat,” kata Cwhalinska.
Sawangkaew menyadari momen tersebut, tetapi dia berusaha tetap fokus pada permainannya sendiri. ”Pelatih selalu mengatakan agar saya fokus pada diri sendiri. Jadi, saya pun memfokuskan pikiran pada apa yang harus saya lakukan dalam permainan. Saya berjuang mengembalikan setiap pukulan dengan cara yang sama,” tutur Sawangkaew dalam laman resmi WTA.
Dari jajaran petenis top dunia, petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka hanya membutuhkan waktu 65 menit untuk mengalahkan Teodora Kostovic, 6-2, 6-3. Adapun juara Perancis Terbuka, Mirra Andreeva, mengalahkan Magda Linette, 7-5, 6-4.
(AFP/AP/Reuters)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar