TENIS

Janice Tjen Selangkah Lebih Baik

Bertemu Leylah Fernandez untuk kedua kalinya, Janice Tjen kembali menang. Hasil ini mengantarkannya ke babak ketiga WTA 1000 Dubai.

16 Feb 2026 21:27 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

DUBAI, SENIN – Kemenangan pada babak kedua WTA 1000 Dubai membuat Janice Tjen selangkah lebih baik dalam pencarian pengalaman pada turnamen tenis level tinggi. Seiring pencapaian itu, Janice mendapat tantangan lebih besar.

Janice melangkah ke babak ketiga WTA Dubai setelah mengalahkan Leylah Fernandez dengan skor 7-6 (5), 6-4 dalam pertandingan di Lapangan 1 Aviation Club Tennis Centre, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (16/2/2026). Tunggal putri Indonesia berusia 23 tahun itu mengulang kemenangan atas Fernandez, finalis Grand Slam Amerika Serikat 2021, yang dibuatnya pada babak pertama Australia Terbuka, Januari lalu.

Dibandingkan di Melbourne Park, persaingan dalam memperebutkan setiap poin di Dubai berlangsung lebih ketat. Janice unggul 3-0 pada set pertama setelah mematahkan servis lawan pada gim kedua, tetapi Fernandez membuat skor menjadi imbang, 3-3.

Janice memenangi set pertama melalui statistik berimbang, salah satunya, ketika kedua petenis tiga kali mematahkan servis lawan. Meskipun Fernandez bermain agresif dengan sering mendekat ke net, Janice bisa mengantisipasi dengan baik.

Janice Tjen mengembalikan servis Leylah Fernandez pada babak pertama Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne Park, Senin (20/1/2026). Tjen menang 6-2, 7-6 (1).

Dia bahkan berulang kali mendapatkan winner dari passing shot, pukulan yang membuat bola melewati Fernandez di depat net dan jatuh di dalam lapangan. Adapun kemenangan pada set kedua didapat melalui satu-satunya break point pada gim kelima. Kali ini, Fernandez tak dapat membalasnya.

Pertama kalinya

Kemenangan atas Fernandez mengantarkan Janice ke babak ketiga turnamen WTA 1000 untuk pertama kalinya. Hasil ini lebih baik dibandingkan ketika dia kalah pada babak kedua WTA 1000 Doha, Qatar, sepekan sebelum berlangsungnya WTA Dubai.

Adapun dalam debut pada ajang level tersebut, di WTA Beijing pada September 2025, Janice kalah pada babak pertama. Saat itu, dia bermain sejak babak kualifikasi.

Seiring dengan langkahnya yang semakin jauh, petenis Indonesia ranking ke-46 dunia tersebut akan menghadapi tantangan lebih besar. Pada babak ketiga, dia akan berhadapan dengan unggulan kedua, Amanda Anisimova, atau Barbora Krejcikova yang menjalani babak kedua pada Senin tengah malam waktu Indonesia.

Anisimova adalah petenis ranking keenam dunia yang berpengalaman mencapai final Wimbledon dan AS Terbuka 2025. Krejcikova menempati peringkat lebih rendah dari Janice, yaitu posisi ke-53, tetapi mempunyai dua gelar Grand Slam.

Pasangan ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen, melawan wakil Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis pada babak semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Aldila/Janice menang dengan skor 6-1, 6-1.

Petenis Ceko ini menjuarai Perancis Terbuka 2021 dan Wimbledon 2024. Salah satu di antara mereka menjadi juara atau finalis Grand Slam kedua yang akan dilawan Janice setelah Swiatek.

Tak hanya melawan Fernandez, Janice memiliki agenda lain pada Senin tengah malam, yaitu bermain ganda putri bersama Marie Bouzkova (Ceko). Janice/Bouzkova berhadapan dengan Ulrikke Eikeri/Jiang Xin Yu (Norwegia/China).

Quote

Kemenangan atas Fernandez mengantarkan Janice ke babak ketiga turnamen WTA 1000 untuk pertama kalinya.

Petenis Indonesia lainnya, Aldila Sutjiadi, juga bermain pada babak pertama ganda putri bersama Irina Khromacheva, Senin, tetapi mereka kalah dari Alexandra Panova/Diana Shnaider, 5-7, 2-6.

Alcaraz kembali ke turnamen

Carlos Alcaraz mengawali musim kompetisi 2026 dengan membuat sejarah di arena tenis profesional tunggal putra. Namun, dia menilai bahwa dirinya bukan tanpa kelemahan hingga harus tetap waspada menghadapi turnamen ATP 500 Doha.

Alcaraz tampil di Doha, 16-21 Februari, sebagai unggulan teratas dan akan mengawali penampilan melawan Arthur Rinderknech, Selasa (17/2/2026). Hal ini menjadi penampilan yang kedua di Doha bagi Alcaraz setelah mencapai perempat final pada 2025.

Carlos Alcaraz dari Spanyol berpose dengan memegang Norman Brookes Challenge Cup setelah mengalahkan Novak Djokovic di pertandingan final tunggal putra di kejuaraan tenis Australia Terbuka di Melbourne, Australia, Minggu (1/2/2026).

Petenis ranking teratas dunia itu tiba di Doha setelah menjuarai Grand Slam Australia Terbuka, 18 Januari-1 Februari. Dengan gelar tersebut, Alcaraz menjadi tunggal putra termuda yang melengkapi gelar dari semua Grand Slam, pada usia 22 tahun. Dari empat Grand Slam, yaitu Australia Terbuka, Perancis Terbuka, Wimbledon, dan Amerika Serikat Terbuka, Alcaraz memiliki tujuh gelar juara.

”Sudah tentu saya meraih banyak kesuksesan dengan menjuarai turnamen-turnamen terbesar. Tetapi, saya tetap melihat diri saya punya kelemahan. Banyak petenis ingin mengejar saya dan saya harus siap untuk itu,” kata Alcaraz, dalam laman resmi ATP, seusai sesi latihan di Khalifa International Tennis and Squash Complex.

Ketika petenis lainnya mempelajari cara bermainnya, Alcaraz menuturkan bahwa dia harus memosisikan diri sebagai pesaingnya.

”Saya harus mencoba menempatkan diri saya di posisi mereka dan memikirkan apa yang bisa mereka lakukan saat bermain melawan saya. Untuk itu, saya harus terus meningkatkan level permainan,” tuturnya.

Untuk itu, Alcaraz dan timnya tidak menetapkan target hasil di Doha. Mereka hanya ingin menjalani proses yang kian baik.

Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, hadir pada hari kedua tes pramusim F1 di Bahrain International Circuit, 12 Februari. Juara Australia Terbuka itu akan tampil dalam turnamen ATP 500 Doha, 16-21 Februari 2026.

Selain lawan yang akan terus mempelajari permainannya, Alcaraz mengatakan, situasi dalam setiap turnamen dan pertandingan akan berbeda meskipun dia telah berulang kali bersaing dalam turnamen yang sama. Maka, setiap laga, dinilai sebagai tantangan sulit, termasuk turnamen di Doha.

Meski hanya berstatus ATP 500, level yang lebih rendah dari Grand Slam dan ATP Masters 1000, turnamen di Doha diikuti dua petenis terbaik dunia, Alcaraz dan Jannik Sinner. Ketika Alcaraz dihadapkan pada sorotan setelah menjuarai Australia Terbuka, Sinner membawa tantangan sebaliknya. 

Dia harus berusaha memulihkan diri setelah patah hati karena gagal mempertahankan gelar juara Australia Terbuka. Sinner disingkirkan Novak Djokovic di semifinal.

Di Doha, pesaing terberat Sinner adalah Alcaraz dan mereka hanya bisa bertemu di final. Namun, jauh sebelum itu, Sinner akan menghadapi tantangan pertama dari Tomas Machac pada pertandingan yang berlangsung Senin tengah malam waktu Indonesia.

Jannik Sinner saat tampil pada babak ketiga Australia Terbuka di Melbourne Park, Januari. Sinner kalah dari Novak Djokovic di semifinal.

Dalam debutnya di Doha, Sinner mengatakan bahwa dia menargetkan untuk melangkah sejauh mungkin. Meskipun gagal juara di Australia Terbuka, Sinner yakin berada dalam jalur yang benar karena telah bekerja keras dalam latihan pramusim di Dubai, Desember 2025.

Pada masa jeda di antara Australia Terbuka dan ATP Doha, petenis Italia yang memiliki empat gelar juara Grand Slam ini fokus memperkuat servis. ”Saya berusaha memiliki servis yang lebih solid. Selain itu, banyak program untuk fisik di gimnasium. Sesi latihan di gimnasium sangat penting sehingga saya melalukannya dengan program ekstra,” tutur Sinner.

Selain Sinner dan Alcaraz, hanya ada satu petenis peringkat 10 besar lain yang tampil di Doha, yaitu Alexander Bublik. Namun, ada tiga petenis yang menjadi juara dalam tiga tahun terakhir sebagai pesaing lain. Mereka adalah Daniil Medvedev (juara 2023), Karen Khachanov (2024), dan Andrey Rublev (2025).

(AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase