Atletico Madrid enggan terlena dengan keunggulan dua gol atas Barcelona. ”Blaugrana” selalu menelan kekalahan di kandang Atletico pada Liga Champions.
13 Apr 2026 15:24 WIB · Olahraga
AFP
MADRID, SENIN — Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone sangat dekat dengan ambisi untuk menembus final Liga Champions ketiga. Berbekal permainan sabar dan efektif, ”Los Rojiblancos” berada di posisi terdepan untuk menyingkirkan Barcelona dan melaju ke babak semifinal.
Simeone rela mengorbankan duel Liga Spanyol kontra Sevilla, akhir pekan lalu. Hanya kiper Juan Musso yang bertahan sebagai pemain inti ketika tampil sejak sepak mula pada gim pekan ke-31 Liga Spanyol itu.
Kebijakan taktik itu diputuskan Simeone demi para pemain utamanya dalam kondisi benar-benar fit saat menjamu Barcelona pada laga kedua perempat final Liga Champions, Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB, di Stadion Metropolitano, Madrid. Simeone enggan mengambil risiko meskipun anak asuhannya membawa pulang kemenangan 2-0 dari markas Barca, pekan lalu.
”Saya telah memiliki rencana permainan untuk menghadapi Barca. Tidak ada keraguan untuk itu,” ucap Simeone, dilansir Marca, Senin (13/4/2026).
Los Rojiblancos akan berupaya menyajikan penampilan penuh kesabaran sekaligus efektif. Anak-anak asuhan Simeone telah menyadari bahwa tampil menghadapi Barca harus siap berkorban dan menderita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/09/58146222ca69b05bf336a8f4591caf31-Spain_Champions_League_Soccer_1_.jpeg)
Mereka wajib bersedia lebih banyak mengejar bola dan menjaga zona pertahanan sendiri selama 90 menit. Turun dengan garis pertahanan rendah adalah kunci Atletico membuat pemain Barca frustrasi pada duel pertama.
Pemain Atletico sabar untuk tidak terpancing melakukan pressing lebih dari garis tengah lapangan. Semua pemain juga disiplin berada di posisi mereka masing-masing, termasuk dua penyerang Julian Alvarez dan Antoine Griezmann, yang lebih sering merapat di lini tengah dibandingkan dengan menunggu bola di zona serangan.
Di sisi lain, ketika mampu merebut penguasaan bola, pemain Atletico juga tidak buru-buru melakukan direct play untuk mengarahkan bola ke sepertiga akhir pertahanan Barca. Alvarez dan Griezmann selalu berusaha merapat dengan duo gelandang tengah yang diisi Koke dan Marcos Llorente.
Taktik overload jumlah pemain di lini tengah itu membantu Atletico bisa lebih nyaman memainkan operan pendek dengan tempo lambat, lalu membuka ruang kepada dua gelandang sayap, Ademola Lookman dan Giuliano Simeone, untuk mendapat ruang bebas di sisi sayap.
Dua pemain sayap itu yang kemudian akan memulai serangan dan mengalirkan bola ke lini pertahanan Barca. Pergerakan Giuliano menyebabkan bek Barca, Pau Cubarsi, melakukan pelanggaran yang berujung kartu merah. Momen pelanggaran itu yang mengawali gol Alvarez melalui sepakan bebas indah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/09/fa1db2a52f0e14c4903800750b7eb876-wires_photo_15_.jpg)
Gol kedua yang dihasilkan dari sontekan Alexander Sorloth juga berawal dari umpan silang di sisi sayap. Dengan hanya melakukan dua umpan silang akurat, Atletico menghasilkan salah satunya menjadi gol.
Selain sabar ketika menguasai bola, Atletico berupaya untuk mengulangi performa klinis di kotak penalti Barca. Dua gol pada laga pertama tersaji dari lima tembakan yang dihasilkan. Adapun Barca gagal menaklukkan Musso dari 18 kali percobaan.
”Melalui kerja tim yang baik, kami mampu memaksimalkan momen kunci pertandingan. Kami juga perlu penyelesaian yang klinis pada Selasa ini (Rabu dini hari WIB). Utamanya, kami siap menghadapi lawan yang tentunya akan membuat kami menderita,” ucap Simeone.
Selain ambisi ke babak empat besar, Simeone juga ingin menjaga kesempurnaan setiap menghadapi Barca di babak gugur Liga Champions. Dalam rekor pertemuan di kandang pada fase gugur kompetisi antarklub Eropa itu, ia selalu mampu membantu Atletico mengalahkan Barca.
Tidak hanya menang, Atletico selalu berhasil menjaga gawang nirbobol walaupun menghadapi badai serangan Barca. Dua momen itu tercipta pada babak perempat final yang diwarnai kemenangan 1-0 (agregat 2-1) pada 2013-2014 dan 2-0 (3-2) pada edisi 2015-2016.
Sementara itu, Barca perlu menemukan jalan keluar dari situasi deadlock pada laga pertama. Memoroskan serangan dari Lamine Yamal terbukti sudah bisa diantisipasi oleh Atletico.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/09/650c8d7cab6eae131ec3427aebb76d51-APTOPIX_Spain_Champions_League_Soccer.jpeg)
Marcus Rashford, Dani Olmo, dan Pedri harus tampil dengan performa terbaik untuk menyajikan variasi serangan lebih baik bagi ”Blaugrana”. Harapan Barca untuk menghadirkan serangan lebih baik bisa diharapkan dari kaki duo gelandang kreatif, Gavi dan Frenkie de Jong.
Intinya, Barca perlu meningkatkan layanan untuk penyerang utama, Robert Lewandowski. Peran supersub penyumbang gol dari Ferran Torres dan Fermin Lopez juga menentukan bagi takdir Barca di Liga Champions musim ini.
Di sisi lain, Pelatih Barca Hans-Dieter Flick perlu memikirkan permainan seimbang dari lini pertahanan. Serangan balik Atletico akan menargetkan situasi onside dari garis pertahanan tinggi Barca. Jika lubang di pertahanan tak dibenahi, Barca bisa kembali mendapatkan petaka berupa gol atau blunder berujung kartu merah serupa pada laga pertama di Camp Nou.
Apalagi, Cubarsi dipastikan absen akibat kartu merah di gim pertama. Gerard Martin adalah kandidat utama guna menemani Ronald Araujo di jantung pertahanan.
”Kami akan mencoba sekuat tenaga kami, kami akan berjuang hingga menit terakhir. Semifinal jauh dari jangkauan kami, tetapi kami bakal berusaha keras membalikkan keadaan,” kata Flick dilansir laman UEFA. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto