Jelang Kejuaraan ASEAN U-23, Garuda Muda Terpacu di Tengah Keterbatasan Waktu

Tim sepak bola Indonesia U-23 terkendala keterbatasan waktu jelang kejuaraan. Namun, ”Garuda Muda” pernah membuktikan bisa melaju jauh meski minim persiapan.

12 Jul 2025 08:00 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Mengharapkan hasil maksimal, tetapi dengan persiapan minim seakan sudah menjadi ciri khas tim sepak bola U-23 Indonesia. ”Garuda Muda” kembali ditargetkan menjuarai Kejuaraan ASEAN U-23 2025 di tengah mepetnya waktu persiapan.

Walakin, pepatah bola itu bundar bisa jadi masih berlaku. Indonesia punya pengalaman tampil melebihi ekspektasi meski tanpa persiapan memadai.

Dituntut juara, tetapi dengan persiapan minim barangkali adalah tantangan terberat bagi seorang pelatih. Hal inilah yang dialami Gerald Vanenburg. Pelatih tim sepak bola Indonesia U-23 itu tidak punya kemewahan bisa menggelar laga uji coba untuk mengukur kemampuan timnya jelang Kejuaraan ASEAN, 15-29 Juli di Jakarta.

Alih-alih bisa mengagendakan uji coba, Vanenburg pun hanya punya waktu selama tiga pekan untuk mempersiapkan tim. Sebanyak 30 pemain tim U-23 Indonesia telah berkumpul di Jakarta sejak 20 Juni hingga 14 Juli untuk memulai pemusatan latihan.

Dengan demikian, ini adalah kesempatan pertama bagi Vanenburg mengumpulkan para pemain tim U-23 sekaligus bertemu langsung dengan mereka. Padahal, ia sudah ditunjuk sebagai pelatih sejak tujuh bulan lalu atau Januari silam.

Pemain Timnas Indoneisa U-23 berlatih bersama di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Kesibukan menjalani tugas sebagai asisten Patrick Kluivert di timnas senior menyita banyak waktu Vanenburg. Garuda Muda setidaknya punya dua kali kesempatan berkumpul, yaitu saat jeda internasional pada Maret dan Juni. Namun, kesempatan berkumpul itu tidak bisa terlaksana karena pada waktu bersamaan timnas senior masih membutuhkan tenaga Vanenburg dalam menjalani pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tanpa pernah berinteraksi sebelumnya, Vanenburg praktis tidak punya banyak waktu untuk mengenal lebih jauh karakter serta keterampilan setiap pemain. Untuk itulah dapat dimengerti mengapa Vanenburg bahkan harus bekerja hingga dini hari dalam meramu komposisi tim U-23 Indonesia.

”Kadang-kadang saya tidur pada jam 5 (pagi) karena saya tidak mengenal para pemain. Saya menonton pertandingan mereka dan saya menemui pemain. Jadi, itulah yang saya lakukan,” kata Vanenburg di sela-sela memimpin pemusatan latihan tim U-23 di Stadion Madya, Jakarta, bulan lalu.

Waktu tiga pekan untuk membentuk tim dari nol tidaklah ideal. Namun, Vanenburg menyampaikan timnya mengalami perkembangan positif selama pemusatan latihan. Salah satu aspek yang ia bangun selama pemusatan latihan adalah konsistensi performa dan peningkatan kualitas individu serta tim.

”Saya rasa kami tampil cukup baik. Kami harus bekerja keras setiap hari dan saya rasa kami terus berkembang setiap harinya,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg berbicara kepada wartawan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Tanpa laga uji coba, sulit bagi Vanenburg untuk mengukur seberapa jauh peningkatan performa timnya. Uji coba seketika menjadi kesempatan yang mewah bagi Garuda Muda. Demi menyiasati nihilnya uji coba, Vanenburg mengisi sesi latihan dengan mengadakan pertandingan internal antarpemain.

Kondisi yang dialami tim U-23 Indonesia amat berbeda dengan Malaysia yang akan jadi lawan terakhir Indonesia di laga penyisihan Grup A. Selain Malaysia, Indonesia juga akan bersaing dengan Brunei Darussalam dan Filipina di Grup A.

Tidak seperti Indonesia, tim U-23 Malaysia menatap Kejuaraan ASEAN dengan persiapan matang. Jelang kejuaraan, tim arahan Pelatih Nafuzi Zain sudah menggelar dua kali laga uji coba, di antaranya menghadapi PDRM FC dan Melaka FC yang berakhir dengan kemenangan. Atmosfer laga uji coba jauh lebih kompetitif dibandingkan pertandingan internal sehingga memberikan pengalaman bertanding yang lebih berharga kepada para pemain Malaysia.

”Saya puas dengan capaian para pemain. Ada juga perkembangan baik untuk tim ini sebelum kita ke Indonesia,” kata Nafuzi.

Pemain Timnas Indoneisa U-23 berlatih bersama di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Selalu ada asa

Sepak bola selalu dipenuhi hal-hal di luar prediksi. Pepatah bola itu bundar masih relevan hingga saat ini mengingat tim yang kuat pun bisa takluk dari lawan yang seharusnya dengan mudah mereka kalahkan.

Garuda Muda setidaknya jangan pernah kehilangan harapan walau menjalani persiapan minim. Pengalaman pada Kejuaraan ASEAN U-23 edisi sebelumnya di Thailand bisa menjadi cermin betapa sepak bola selalu menyimpan kejutan.

Seperti halnya sekarang, tim U-23 Indonesia pada edisi sebelumnya yang dilatih Shin Tae-yong juga tidak punya banyak waktu dalam menjalani persiapan. Shin total hanya punya waktu sepekan untuk mempersiapkan tim jelang kejuaraan.

Dengan persiapan terbatas, Garuda Muda yang kala itu diperkuat Muhammad Ferarri, Daffa Fasya, dan Robi Darwis meruntuhkan prediksi hingga melaju ke final. Walau tampil heroik, Indonesia pada akhirnya harus mengakui keunggulan Vietnam yang menjadi juara melalui babak adu penalti.

Para pemain Timnas Indoneisa U-23 melakukan pemanasan sebelum berlatih di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Ferarri, Daffa, dan Robi yang jadi bagian dari laga final dua tahun lalu itu kembali memperkuat Indonesia saat ini. Keberadaan mereka diharapkan bisa membawa aura positif sekaligus menularkan semangat juang tim sebagaimana dua tahun silam.

”Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia karena dua tahun lalu kami runner-up di Thailand. Semoga tahun ini bisa mempersembahkan piala di rumah sendiri,” ujar Ferarri.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra