Jelang Kongres, Hasto Beri Sinyal Megawati Soekarnoputri Bakal Jadi Ketua Umum Lagi

Seluruh kader PDI-P telah memohon kepada Megawati Soekarnoputri untuk kembali menjabat ketua umum PDI-P. Hal itu akan ditindaklanjuti dalam Kongres PDI-P.

09 Jan 2025 18:06 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS — Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan menjadi momentum bagi partai berlogo banteng dengan moncong putih itu untuk meminta kesediaan Megawati Soekarnoputri kembali menjadi ketua umum PDI-P. Tak hanya itu, dalam kongres yang rencana digelar pada April 2025 tersebut, PDI-P juga akan menyatakan sikap politik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (9/1/2025), mengatakan, menjelang Kongres PDI-P, partainya telah mempersiapkan serangkaian acara rutin untuk memperkuat konsolidasi internal dari bawah. Konsolidasi ini penting karena pada kongres mendatang partai juga akan mematangkan seluruh sikap politik partai.

Hasto mengungkapkan, Kongres PDI-P menjadi momentum krusial karena akan ada pemilihan ketua umum PDI-P periode 2025-2030. Terkait kemungkinan Megawati dipilih kembali menjadi ketua umum PDI-P, menurut Hasto, sebenarnya hal tersebut sudah disuarakan oleh seluruh DPD dan DPC partai dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI-P di Jakarta pada 26 Mei 2024. Selanjutnya, permintaan seluruh kader itu akan ditindaklanjuti pada Kongres PDI-P nanti.

”Di dalam Rakernas V yang dihadiri oleh seluruh DPD dan DPC partai, itu sudah memberikan suatu rekomendasi kepada ketua umum PDI Perjuangan Ibu Prof Dr Megawati Soekarnoputri untuk ditetapkan kembali sebagai ketua umum. Mereka telah memohon Ibu Megawati Soekarnoputri untuk menjadi ketua umum PDI Perjuangan masa bakti 2025-2030,” ujar Hasto.

Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDIP Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Akar historis

Selain itu, Hasto menyebut, dalam kongres nanti juga akan disampaikan sikap politik PDI-P terhadap pemerintahan Prabowo. Namun, di luar itu, ia menegaskan, hubungan antara Megawati dan Presiden Prabowo sangat baik dan memiliki akar historis yang sangat kuat. Keduanya memiliki hubungan emosional yang sangat kuat.

Komunikasi di antara keduanya juga terus dilakukan. Apalagi, Megawati kini masih menjabat ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) serta ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Quote

Hubungan antara Megawati dan Presiden Prabowo sangat baik dan memiliki akar historis yang sangat kuat. Keduanya memiliki hubungan emosional yang sangat kuat.

”Karena itu, tentu saja dengan modalitas seperti itu, PDI Perjuangan di dalam komitmen memberikan dukungan agar bangsa ini bisa secepatnya mencapai tujuan dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 dapat dilakukan dengan membangun kerja sama dengan seluruh kekuatan politik nasional kita,” ucap Hasto.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan salam kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat Prabowo akan meninggalkan kediaman Megawati yang berada di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Tak diundang di HUT, diundang di kongres

Quote

Terkait undangan, HUT partai ini karena acara sederhana kita tidak mengundang wakil pemerintah, kita tidak mengundang Pak Prabowo, misalnya.

Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat yang juga hadir dalam jumpa pers menambahkan, partainya tidak mengundang Presiden Prabowo dalam acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-52 yang akan digelar di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

”Terkait undangan, HUT partai ini karena acara sederhana kita tidak mengundang wakil pemerintah, kita tidak mengundang Pak Prabowo, misalnya,” katanya.

Djarot menyebut, Prabowo baru akan diundang dalam agenda Kongres PDI-P. ”Karena Pak Prabowo itu, insya Allah, kami akan mengundang pada saat menjelang kongres partai. Sebab, acara HUT partai itu untuk internal partai kami, sebagai media kami untuk melakukan introspeksi dan perbaikan diri, serta merancang berbagai macam kegiatan yang langsung menyentuh rakyat. Dan kami lakukan secara sederhana, makanya dilakukan di sekolah partai,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Suhartono .