Di tengah arus kedatangan jemaah haji, termasuk jemaah Indonesia ke Mekkah, pemeriksaan kian ketat dilakukan aparat keamanan Arab Saudi.
14 Mei 2025 21:25 WIB · Humaniora
MEKKAH, KOMPAS — Jemaah haji yang mulai berdatangan secara bergelombang di Mekkah membuat hotel-hotel tempat penginapan jemaah Indonesia kian ramai. Aktivitas ibadah di Masjidil Haram pun kian padat.
Pantauan di sejumlah hotel jemaah Indonesia, Rabu (14/5/2025), menunjukkan bus shalawat yang menjemput autapun mengantar jemaah ke Masjidil Haram kian sering datang.
”Menunggu puncak ibadah haji kami isi saja dengan ibadah ke Masjidil Haram. Hampir setiap hari ke sana walau tidak lima waktu. Selebihnya di hotel saja. Selain panas, banyak pemeriksaan juga. Merepotkan jika setiap saat harus melewati pemeriksaan,” kata Deswita Rustam (57), jemaah asal Padang yang menginap di Hotel Tayeb.
Roswandi (73), jemaah lain, mengatakan hal sama. ”Selain ibadah di Masjidil Haram, saya simpan tenaga untuk di Arafah nanti,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/14/278c1d795f79b76b54cc911fdde19ace-IMG_0906.jpeg)
Jemaah di hotel lain di wilayah Misfalah juga sama, hanya keluar hotel saat akan ke Masjidil Haram. Selebihnya mereka memilih beristirahat di hotel. Sebagian hanya duduk di depan hotel. Bahkan, kawasan sekitar Misfalah yang sangat ramai sebelum seluruh jemaah datang kini terlihat sunyi.
Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Mekkah Ali Machzumi mengatakan, para jemaah dari Madinah terus didorong ke Mekkah. Kedatangan jemaah dari Madinah ke Mekkah dimulai sejak Sabtu (10/5/2025) lalu.
”Hari ini Insya Allah ada 18 kloter yang akan diberangkatkan dari Madinah menuju Mekkah. Sampai hari kemarin sudah ada 45 kloter yang masuk ke Mekkah dengan jumlah jemaah sekitar 17.000,” katanya, Selasa.
Di tengah kian banyaknya jemaah di Mekkah, pasukan keamanan dan ketertiban Arab Saudi kian gencar melakukan razia dan pemeriksaan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/14/a6156bde7afdc43c8d5370eeee801efb-IMG_0700.jpeg)
Di sejumlah ruas jalan, mobil-mobil patroli menunggu di sisi kiri dan kanan jalan. Kendaraan-kendaraan dihentikan dan penumpang diperiksa terutama kelengkapan dokumen mereka.
Bahkan, kerumunan lebih dari 10 orang akan mengundang perhatian Askar (polisi di Arab Saudi) untuk memeriksa. Hal ini seperti terjadi pada Selasa (13/5/2025). Saat itu, sejumlah anggota petugas pelaksana ibadah haji (PPIH) Arab Saudi yang sedang berdiri menunggu jemputan di depan Kantor Urusan Haji Mekkah didatangi Askar.
Di tempat lain, seorang mukimin (WNI yang tinggal di Arab Saudi) yang membawa pendamping ibadah haji juga harus berhadapan dengan Askar karena tak memiliki tasreh haji (visa haji). Saat ini, visa tinggal yang biasa digunakan pekerja musiman di musim haji tak lagi berlaku. Ini juga menyebabkan banyak petugas PPIH di Madinah yang dikirim ke Mekkah untuk membantu karena pekerja musiman tak bisa leluasa bergerak.
”Perjalanan Madinah-Mekkah yang biasanya 5-6 jam kemarin kami tempuh hingga 8 jam. Banyak kali kami harus singgah karena ada pemeriksaan,” kata Defri, petugas haji dari Madinah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/b3f217884b1164002eb2df8207c2fed1-IMG_0482.jpeg)
Ali mengingatkan jemaah untuk tak lalai dengan kelengkapan dokumen. ”Kami minta jemaah untuk selalu menyiapkan dokumen, seperti visa haji ataupun kartu nusuk. Tanpa kelengkapan dokumen, bukan hanya tak bisa masuk Masjidil Haram, tetapi juga bisa bermasalah dengan aparat keamanan,” katanya.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Adhitya RamadhanPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto