Jemaah haji dari Embarkasi Surabaya mulai berdatangan ke Asrama Haji Sukolilo. Mereka menjalani persiapan akhir sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
21 Apr 2026 16:26 WIB · Politik & Hukum
KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI
SIDOARJO, KOMPAS — Ratusan anggota jemaah haji dari Embarkasi Surabaya mulai berdatangan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Mereka berada di asrama untuk merampungkan serangkaian persiapan akhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci melalui Bandar Udara Juanda, Rabu (22/4/2026) pagi.
Ada dua kelompok rombongan jemaah haji yang tiba di Asrama Haji Sukolilo pada Selasa (21/4/2026), yakni kelompok terbang (kloter) 1 dan kloter 2. Kedua kloter itu tiba dalam waktu hampir bersamaan. Kloter 1 tiba pukul 11.15 WIB, sedangkan kloter 2 tiba 15 menit kemudian.
Kedua kloter tersebut berasal dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dengan jumlah anggota jemaah haji 760 orang atau masing-masing kloter 380 orang. Untuk memudahkan pelayanan, kloter 1 diterima di Hall Mina, sedangkan kloter 2 diterima di Hall Muzdalifah.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur yang juga Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya As’adul Anam mengatakan, setibanya di asrama, seluruh jemaah haji langsung mengikuti serangkaian proses persiapan akhir sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu pagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/21/8c965517-570d-472d-91a8-9389c3bfb3a1.jpg)
Persiapan akhir yang dilakukan antara lain pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan dokumen keimigrasian, dan pengecekan bagasi yang berisi barang bawaan. Selain itu, jemaah haji akan mendapat pembekalan untuk memantapkan niat dan menambah pemahaman terkait prosesi ibadah haji yang akan dijalani dari awal hingga akhir.
”Proses administrasi berlangsung selama 1-1,5 jam. Ada berbagai pihak yang menangani, seperti Kementerian Haji dan Umrah, imigrasi, tim kesehatan, dan syarikah dari Arab Saudi,” ujar Anam.
Dokumen yang diperiksa antara lain identitas jemaah haji, paspor, dan visa. Selain itu, petugas membagikan gelang identitas dan kartu nusuk kepada setiap anggota jemaah haji. Berbeda dengan tahun lalu, pembagian kartu nusuk tahun ini dilakukan di asrama atau saat masih berada di Indonesia.
Anam menambahkan, secara keseluruhan, persiapan haji 2026 telah berjalan sesuai tahapan. Dia juga menyebut, pemeriksaan kesehatan tahun ini jauh lebih ketat. Dia pun memastikan kondisi anggota jemaah haji kloter 1 dan 2 lebih sehat dibandingkan dengan tahun lalu.
”Salah satu indikasinya, jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda jauh lebih sedikit. Tahun lalu bisa lebih dari 10 orang dalam satu kloter,” kata Anam.
Dari segi usia, jemaah haji tahun ini masih didominasi lansia atau usia lanjut. Bahkan, 60 persen jemaah haji berusia di atas 65 tahun. Selain itu, jumlah jemaah haji perempuan jauh lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/21/9a88f7c2-40e0-490e-910c-528be8035ffa.jpg)
Embarkasi Surabaya merupakan salah satu dari tiga lokasi pemberangkatan jemaah haji yang dilengkapi dengan layanan jalur cepat (fast track) atau Mecca Route. Skema layanan ini memfasilitasi proses pemeriksaan keimigrasian secara lebih cepat, termasuk pre-clearence imigrasi Arab Saudi dilakukan di Indonesia.
Dengan penerapan skema jalur cepat, proses keberangkatan jemaah haji menjadi lebih cepat dan lebih lancar. Tidak ada lagi pemeriksaan di bandara sehingga jemaah haji bisa langsung menuju ke pesawat.
”Kemarin sudah dilakukan simulasi. Waktu tempuh dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Juanda ditargetkan tidak lebih dari 90 menit,” ucap Anam.
Skema Mecca Route juga memudahkan jemaah haji karena tidak lagi menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di Arab Saudi. Mereka bisa langsung melanjutkan perjalanan ke pemondokan atau penginapan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/21/6004d36a-aaaa-41a0-84fc-b368b9c4ae87.jpg)
Kepala Subbagian Umum Asrama Haji Surabaya Abdullah Mawardi menambahkan, setiap anggota jemaah haji membawa dua koper, terdiri dari satu koper besar dan satu koper kecil. Koper besar tiba di asrama lebih dulu dan sudah dilakukan pemeriksaan untuk mencegah adanya barang bawaan yang dilarang, seperti senjata tajam, narkoba, dan zat berbahaya.
”Koper kecil masih dibawa oleh jemaah di dalam kamar. Koper kecil akan diperiksa sebelum berangkat ke Bandara Juanda,” ujar Mawardi.
Kemarin sudah dilakukan simulasi. Waktu tempuh dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Juanda ditargetkan tidak lebih dari 90 menit.
Rida Dina Maliana, salah satu anggota jemaah haji kloter 1 asal Probolinggo, mengaku senang bisa berangkat menjalankan ibadah bersama dengan empat anggota keluarganya. Dia berharap bisa menjalani seluruh rangkaian proses dengan lancar.
”Untuk proses di asrama haji, pelayanannya baik. Pengurusan dokumen seperti visa dan kartu nusuk juga lancar. Semoga di Tanah Suci nanti semua prosesnya juga berjalan baik,” ucap Rida.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/21/3c2463a0-34ca-4143-8b52-ecfa469b8452.jpg)
Tahun ini, jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya mencapai 44.087 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.623 orang merupakan anggota jemaah haji, sedangkan 464 orang lainnya adalah petugas haji yang mendampingi setiap kloter.
Jemaah haji Embarkasi Surabaya berasal dari tiga provinsi, yakni Jawa Timur sebanyak 42.409 orang, Bali sebanyak 698 orang, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 516 orang. Seluruh jemaah haji Embarkasi Surabaya terbagi dalam 116 kloter.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar