Ancaman denda 20.000 riyal menanti dan juga hukuman cekal. Jemaah diminta tak mencoba nekat mengikuti ibadah dengan cara ilegal.
19 Mei 2025 18:50 WIB · Humaniora
MEKKAH, KOMPAS — Pihak Konsulat Jenderal RI di Jeddah mengimbau warga Indonesia untuk menghentikan upaya beribadah haji dengan jalan ilegal. Ditengarai saat ini ada 300-an warga yang masuk secara ilegal di Arab Saudi dan mencoba berhaji secara ilegal.
Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B Ambrary mengatakan hal ini kepada wartawan di Mekkah, Senin (19/5/2025). ”Beberapa hari lalu ada 117 warga Indonesia yang dipulangkan setelah kedapatan masuk ke Arab Saudi menggunakan visa kerja. Petugas imigrasi langsung curiga karena visa mereka visa kerja, tapi usianya sudah tua-tua,” katanya.
Di luar kasus 117 orang ini, pihak KJRI juga menengarai ada sekitar 300 anggota jemaah lainnya yang saat ini sudah berada di Arab Saudi. Mereka masuk melalui Madinah dan menggunakan dua maskapai penerbangan.
”Mereka menggunakan visa ziarah. Saya minta jangan coba-coba nekat untuk mengikuti ibadah haji karena pemeriksaan sangat ketat. Jika kedapatan dendanya bisa sampai 20.000 riyal dan mereka bisa dicekal hingga 10 tahun,” ujarnya menegaskan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/19/72559c096f9443b5e690d68a4872a128-IMG_1192.jpeg)
Yusron mengingatkan agar jemaah yang sudah mendaftar haji reguler menunggu pemberangkatan secara resmi. ”Jika sampai dicekal dan nanti masa pemberangkatan tiba, bisa batal berangkat jika masih dalam masa cekal,” ungkapnya.
Selain kasus ini, KJRI juga menangani kasus penangkapan enam orang warga negara Indonesia (WNI). Dua adalah mahasiswa dan empat orang lainnya adalah mukimin. ”Mereka dituduh melakukan praktik dan promosi pembayaran Dam. Padahal, Pemerintah Saudi amat ketat soal ini. Tapi, kami sudah mengurus dan mereka dibebaskan karena tak cukup bukti,” katanya.
Hingga kini jemaah terus berdatangan ke Mekkah. Berdasarkan data Siskohat Haji, hingga Senin, jumlah jemaah yang tiba di Mekkah sudah mencapai 71.949 orang . Jumlah ini terdiri dari 60.222 anggota jemaah dari Madinah dan 11.727 orang dari Indonesia melalui Jeddah. Ini belum termasuk lebih dari 3.000 orang lainnya dalam perjalanan dari Madinah ataupun Jeddah.
Di tengah padatnya jemaah di Mekkah, pemeriksaan ketat terus dilakukan aparat keamanan dan ketertiban Arab Saudi. Di jalan-jalan dan kawasan Masjidil Haram, pemeriksaan berlapis dilalui jemaah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/15/9875115d4aad7a22e31079b3ec94576f-IMG_0917.jpeg)
Kepala Daerah Kerja Mekkah Ali Machzumi mengingatkan jemaah untuk selalu membawa kartu Nusuk atau visa haji kemana-mana. “Jangan pernah keluar tanpa membawa kartu Nusuk atau visa haji karena ini menjadi lapor haji bagi jemaah,” katanya.
Fase kedatangan jemaah haji gelombang satu sudah berakhir. Tahap ini ditutup dengan kedatangan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 31 dari Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 31) pada Sabtu (17/5/2025) dini hari, di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Operasional kedatangan jemaah haji gelombang pertama di Madinah berlangsung sejak 2 Mei 2025. Selama 17 hari pemberangkatan, ada 266 kloter dengan 103.806 anggota jemaah yang tiba di Bandara AMAA Madinah, dan 22.359 orang di antaranya berusia lanjut.
”Alhamdulillah, fase kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama sudah berakhir pada 17 Mei 2025. Total ada 266 kloter dengan 103.806 anggota jemaah yang tiba melalui Bandara AMAA Madinah,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi, dalam keterangan pers, di Mekkah, pada Senin (19/5).
Gelombang pertama adalah jemaah yang diberangkatkan dari Indonesia menuju Bandara AMAA Madinah. Jemaah tinggal di Madinah selama sembilan hari sebelum diberangkatkan ke Mekkah. Fase kedatangan di Madinah ini berlangsung 16 hari, dari 2-17 Mei 2025. ”Persentase On Time Performance pada masa keberangkatan fase keberangkatan gelombang satu sangat baik, mencapai 95,5 persen,” tuturnya.
Selama operasional di Madinah, PPIH mendistribusikan 2,05 juta boks katering untuk jemaah haji Indonesia dari 21 dapur. Jemaah haji Indonesia menempati 89 hotel dengan lebih dari 17.000 kamar di lima sektor. Selain itu ada lebih dari 64.000 tasreh (izin masuk) Raudlah yang diterbitkan bagi jemaah haji Indonesia dari 2-16 Mei 2025 lalu.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Retma Wati