PERANG AS-ISRAEL VS IRAN

Jemaah Umrah Indonesia Berangsur Dipulangkan

Tercatat ada sebanyak 58.873 anggota jemaah berada di Arab Saudi pada Sabtu (28/2/2026). Hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 orang di antaranya sudah dipulangkan.

03 Mar 2026 11:45 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

DOKUMENTASI KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS — Jemaah umrah asal Indonesia yang sudah berada Arab Saudi berangsur dipulangkan ke Tanah Air dampak eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang semakin memanas. Keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas utama saat ini.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha mengungkapkan, tercatat 58.873 anggota jemaah berada di Arab Saudi pada Sabtu (28/2/2026). Hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 orang di antaranya sudah pulang ke Tanah Air dengan aman.

Mereka pulang berangsur pulang mulai dari 28 Februari sebanyak 4.200 orang menggunakan 12 penerbangan. Sementara pada 1 Maret 2026, terdapat 2.047 jemaah umrah yang pulang menggunakan lima penerbangan.

”Pemerintah memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terukur, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan jemaah. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” kata Ichsan dalam keterangan pers, Selasa (3/3/2026).

Pemerintah meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi dan keluarganya di Tanah Air tetap tenang dan tidak panik. Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

Quote

Sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026 sudah ada 60 jadwal penerbangan yang dibatalkan di Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 PPIU. Pemerintah mengimbau agar keberangkatan mereka ditunda hingga situasi kembali kondusif.

”Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Jika memungkinkan untuk berangkat, lanjut Dahnil, setiap PPIU harus menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Koordinasi dengan pemerintah harus diperkuat agar semua jemaah terlindungi.

Terkait aspek perlindungan, jemaah umrah yang mengalami kendala perlindungan, persoalan hukum, atau kondisi darurat baik di Arab Saudi maupun negara transit diminta segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat. Nomor telepon KJRI Jeddah adalah +966503609667 atau +966505966623 (Whatsapp) dan KBRI Riyadh adalah +966569173990 (Whatsapp).

”Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” ucap Dahnil.

Para jemaah umrah asal Indonesia mengantre masuk ke pesawat untuk pulang ke Tanah Air di terminal Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (1/3/2026).

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengungkapkan, sudah ada beberapa anggota jemaah umrah di Tanah Air yang terpaksa tertunda keberangkatannya karena situasi darurat ini meski jumlahnya masih dalam pendataan. PPIU tetap akan terus mengikuti perkembangan dan berkoordinasi dengan Pemerintah RI ataupun pemerintah setempat.

”Sudah banyak travel yang mempunyai program lanjutan untuk bulan Syawal, semoga jemaah yang dijadwalkan berangkat 28 Maret ini masih bisa berangkat dan diberikan jalan keluar terbaik dari negara yang berkonflik ini,” kata Syam.

Dia menegaskan, situasi ini termasuk dalam kategori keadaan kahar atau memaksa. Dengan begitu, semua biro travel umrah dan haji berharap ada jalan tengah mengenai kerugian para pihak terkait sebagai imbas dari kejadian ini. Pengalaman saat pandemi Covid-19 bisa menjadi acuan.

”Ini adalah risiko bersama yang tidak bisa kita hindari karena semua berada di luar kemampuan kita sehingga kerugian, ya, tentunya tidak atau jangan dibebankan ke satu pihak. Artinya, perlu dibagi bersamalah. Semoga Allah kasih pertolongan kita semua,” tuturnya.

Sebanyak 65 anggota jemaah umrah dari Makassar, Sulawesi Selatan, bersiap-siap bertolak langsung menuju Jeddah (Arab Saudi) melalui Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, dengan pesawat Lion Air JT 104, Selasa (3/3/2026). Rombongan jemaah yang  dikelola biro perjalanan PT Towuti Wisata Travel ini dijadwalkan beribadah umrah hingga 26 Maret 2026 tanpa transit dalam penerbangan.

Terbang tanpa transit

Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menyampaikan bahwa jemaah umrah yang terbang tanpa transit Indonesia-Jeddah tetap bisa diberangkatkan. Maskapai seperti Saudia, Garuda Indonesia, dan Lion Air sampai dengan hari ini masih terjadwal untuk berangkat.

Penerbangan yang dibatalkan adalah penerbangan yang transit melalui Doha, Abu Dhabi, dan Dubai, Uni Emirat Arab. Hingga Selasa (3/3/2026) pagi, terdapat 15 jadwal maskapai penerbangan yang batal terbang, seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways.

Secara kumulatif, sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026, sudah ada 60 jadwal penerbangan yang dibatalkan di Bandara Soekarno-Hatta dengan rincian 28 keberangkatan dan 32 kedatangan. Meski begitu, tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal karena mitigasi dan informasi dari maskapai berjalan baik.

Sebanyak 65 anggota emaah umrah dari Makassar, Sulawesi Selatan, bersiap-siap bertolak langsung menuju Jeddah (Arab Saudi) melalui Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, dengan pesawat Lion Air JT 104, Selasa (3/3/2026). Rombongan jemaah yang  dikelola biro perjalanan PT Towuti Wisata Travel ini dijadwalkan beribadah umrah hingga 26 Maret 2026 tanpa transit dalam penerbangan.

”Maskapai juga memberikan penawaran untuk melakukan refund, kemudian ada reschedule dan juga reroute,” kata Fahmi.

Dia mengimbau kepada pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta untuk terus memantau status penerbangan secara berkala melalui media sosial resmi @soekarnohattaairport atau menghubungi layanan kontak Injourney Airport di nomor 172.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Nasrullah Nara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti