Jenazah Pesenam Naufal Tiba di Indonesia, Dimakamkan di Gresik

Jenazah Naufal Takdir Al Bari tiba di Indonesia setelah sepekan di Rusia. Menurut rencana, jenazah Naufal akan dibawa ke Gresik pada Jumat pagi.

03 Okt 2025 06:14 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Sepekan setelah mengembuskan napas terakhirnya di Rusia, jenazah pesenam artistik putra Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, akhirnya tiba di Tanah Air, Kamis (2/10/2025) malam. Naufal meninggal menjelang penampilan di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Jenazah Naufal Takdir Al Bari tiba di Indonesia via Terminal Cargo Jenazah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Jenazah Naufal diterbangkan dari Rusia dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines TK56 dengan ketibaan pukul 18.57 WIB.

Setibanya di bandara, jenazah Naufal langsung dijemput oleh Federasi Gimnastik Indonesia dan dibawa ke Human Remains Transit Lounge untuk dilaksanakan proses shalat jenazah. Setelah itu, terdapat proses serah terima jenazah Naufal dari pemerintah kepada Federasi Gimnastik Indonesia.

Jenazah Naufal kemudian diserahkan ke keluarga dan akan langsung diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Gresik, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025) pagi. Berdasarkan keterangan dari Federasi Gimnastik Indonesia, Naufal meninggal di Penza, Rusia sepekan lalu atau Kamis (25/9/2025).

Quote

Saya bersaksi, almarhum Naufal merupakan sosok anak yang baik, sangat patuh dan hormat kepada orangtuanya. Insya Allah, almarhum meninggal dalam keadaan ’husnul khotimah’.

Jenazah pesenam artistik putra Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, tiba di Tanah Air, Kamis (2/10/2025) malam.

Pesenam artistik berusia 19 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya usai menjalani perawatan intensif selama 12 hari di Rumah Sakit G A Zakharyin. Federasi Gimnastik Indonesia menyatakan, Naufal harus menjalani perawatan setelah mengalami kecelakaan saat gerakan mendarat dalam latihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Penza, Rusia.

”Saya bersaksi, almarhum Naufal merupakan sosok anak yang baik, sangat patuh dan hormat kepada orangtuanya. Insya Allah, almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” kata Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati dalam keterangan resmi.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman, yang juga hadir di bandara, menyampaikan, Naufal merupakan patriot olahraga yang gugur saat berjuang untuk bangsa dan negara. ”Saya berharap perjuangan almarhum dapat memotivasi Federasi Gimnastik Indonesia untuk terus dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi gimnastik Indonesia,” ujarnya.

Sejak 1 September, Naufal bersama empat pesenam Indonesia lainnya, yakni Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Agung Suci Tanto, dan Satria Tri Wira Yudha, menjalani pelatihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy. Lokasi tersebut merupakan salah satu pusat senam artistik dan ritmik terbesar di Rusia.

Atlet senam artistik Indonesia, Naufal Takdir Al Bari (19) meninggal dunia saat mengikuti latihan di Rusia, Kamis (25/9/2025).

Mereka menjalani pemusatan latihan di Rusia untuk persiapan berbagai ajang internasional. Agenda terdekat adalah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta pada 19-25 Oktober dan SEA Games Thailand 2025 pada 9-20 Desember.

Selepas menjalani pemusatan latihan, Naufal dan kawan-kawan direncanakan tampil di FIG World Challenge Cup 2025 di Szombathely, Hongaria, 26-28 September. Ajang yang merupakan seri final tahun ini dimanfaatkan sejumlah pesenam, termasuk tim Indonesia, sebagai pemanasan untuk Kejuaraan Dunia di Jakarta.

Baru setelah itu, Naufal dan kawan-kawan pulang ke Indonesia untuk tampil di Kejuaraan Dunia. Ironisnya, Naufal benar-benar pulang ke Indonesia setelah menjalani latihan di Rusia, tetapi bukan untuk tampil di Kejuaraan Dunia, salah satu ajang penting baginya. Naufal justru pulang untuk dikebumikan di kampung halamannya.

Keempat pesenam lainnya terpaksa tetap menjalani FIG World Challenge Cup 2025 meski tanpa Naufal. Kata Satria, hal itu bukan perkara mudah bagi mereka.

”Banyak kesusahan kami di Hongaria sejak hari pertama. Dengar kabar kondisi Naufal menurun, langsung harus latihan, lalu bertanding, dan keesokan harinya kami dengar Naufal sudah tiada. Rasanya kacau sekali, tetapi kami harus tetap fokus,” ujar Satria.

Mereka pun merasakan duka mendalam karena kepergian Naufal. Sejak Naufal dirawat, kata Satria, tim terasa tidak lengkap. Meski begitu, mereka bertekad melanjutkan perjuangan di Kejuaraan Dunia demi Naufal.

Rekan setim pesenam artistik Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, tampil FIG World Challenge Cup 2025 di Szombathely, Hungaria, 26-28 September.

Sementara itu, Komite Investigasi Rusia dan kantor Kejaksaan Wilayah Penza menyelidiki dugaan adanya tindak pidana atas kecelakaan dalam latihan yang dialami Naufal hingga kehilangan nyawa. Kondisi teknis peralatan dan kualitas layanan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, tempat Naufal dan empat pesenam Indonesia lainnya berlatih, jadi sorotan.

Direktur The Palace of Sport Training Center Burtasy Oleg Minkarsky, kepada media Rusia, Lenta, Minkarsky merinci, Naufal mengalami cedera leher parah setelah terjatuh ke dalam lubang yang berisi busa. Naufal terjatuh saat berlatih pada palang tunggal.

Dalam olahraga senam artistik, seorang atlet biasanya melakukan sebuah rangkaian gerakan singkat yang bervariasi mulai dari 30 detik sampai dengan 90 detik untuk setiap alat yang berbeda. Pada sektor putra, ada enam alat yang digunakan pesenam, yakni lantai (floor), meja lompat (vaulting), gelang-gelang (stil rings), kuda pelana (pommel horse), palang sejajar (parallel bars), dan palang tunggal (horizontal bar).

Setiap gerakan pada alat-alat tersebut umumnya diwarnai gerakan mendarat sebagai akhir rangkaian rutin. Pada alat palang tunggal, gerakan mendarat dilakukan ketika pesenam mengayunkan tubuh, melepaskan pegangan dari palang, dan mendarat di lantai dengan kedua kaki. Pesenam biasanya menekuk lutut untuk meredam benturan.

Media lokal Penza, Penza Bezformata, menyebut, Naufal gagal mendarat sempurna saat gerakan pada alat palang tunggal pada 13 September 2025. Meski segera dilarikan ke rumah sakit dan dirawat secara intensif, nyawa Naufal tak terselamatkan.

Komite Investigasi Rusia di wilayah Penza menyelidiki dugaan tindak pidana atas dasar kejahatan yang diatur dalam paragraf C Bagian 2 Pasal 238 KUHP Federasi Rusia tentang Produksi, Penyimpanan, Pengangkutan, atau Penjualan Barang dan Produk, Pelaksanaan Pekerjaan, atau Pemberian Jasa yang Tidak Memenuhi Standar Keselamatan. Paragraf itu menekankan pada penyediaan layanan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, yang mengakibatkan kerugian berat terhadap kesehatan seseorang atau kematian seseorang karena kelalaian.

Kantor kejaksaan wilayah Penza mengambil alih jalannya penyelidikan. Para penyidik disebut tengah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengungkap semua penyebab tragedi tersebut. Perhatian khusus diberikan pada kondisi teknis peralatan olahraga dan kualitas layanan yang diberikan untuk pelatihan para atlet.

Dalam olahraga senam, kondisi peralatan harus menjadi perhatian karena berkaitan dengan aspek keselamatan. Peralatan harus dipastikan berfungsi optimal, memadai, dan memenuhi standar agar menjaga stabilitas selama latihan dan mencegah cedera atlet.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan