GEOPOLITIK

Jenderal AS-Israel Bertemu di Pentagon, AS-Iran Memanas

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan, setiap serangan militer AS terhadap Iran akan memicu perang berskala regional.

02 Feb 2026 10:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Irene Sarwindaningrum

WASHINGTON, SENIN — Petinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan Israel menggelar pertemuan tertutup di Pentagon pada Jumat (31/1/2026). Pertemuan digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Sebelumnya, Teheran melontarkan peringatan keras bahwa serangan AS akan memicu perang regional.

Pertemuan di Pentagon itu antara lain diikuti oleh Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS; dan Eyal Zamir, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel. Rincian pembicaraan tak diungkap. Informasi pertemuan para jenderal itu disampaikan dua pejabat AS kepada Reuters pada Minggu (2/2/2026) dengan syarat anonim.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bertemu Zamir setelah kepala staf Israel itu kembali dari Washington. Kantor Katz menyatakan pertemuan tersebut membahas situasi keamanan regional serta kesiapan operasional militer Israel untuk menghadapi berbagai kemungkinan skenario.

Saat ini, Washington terus meningkatkan kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah. Sebagaimana diberitakan, Pemerintah AS mengerahkan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal pendukungnya ke Laut Arab.

Langkah tersebut diambil setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman terhadap Iran. Salah satunya agar Teheran kembali ke meja perundingan soal senjata nuklir. Ancaman itu disampaikan menyusul tindakan keras otoritas Iran terhadap para pengunjuk rasa yang menuntut perbaikan ekonomi negeri itu.

This handout picture provided by the office of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei shows him waving during a meeting with iranian people in Tehran on February 1, 2026, ahead of the 47th anniversary of the 1979 Islamic Revolution. Khamenei warned on February 1 of a "regional war" if the United States attacked following heavy military deployments by Washington in the Gulf. (Photo by KHAMENEI.IR / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / KHAMENEI.IR" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ===

Pernyataan Khamenei

Pada Minggu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (86) memperingatkan bahwa setiap serangan militer AS terhadap Republik Islam Iran akan memicu perang berskala regional di Timur Tengah. Associated Press mencatat pernyataan ini sebagai ancaman paling keras yang pernah disampaikan Khamenei sejauh ini.

”Orang-orang Amerika harus tahu bahwa, jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata Khamenei dalam pidato di kompleks kediamannya di Teheran saat dimulainya rangkaian peringatan Revolusi Islam 1979.

Ia menegaskan, Iran tidak berniat memulai konflik. ”Kami bukan pihak yang memulai. Kami tidak berniat berbuat tidak adil kepada siapa pun. Kami tidak berencana menyerang negara mana pun. Namun, jika ada pihak yang menunjukkan keserakahan dan ingin menyerang atau mengganggu, bangsa Iran akan memberikan pukulan berat kepada mereka,” ujarnya.

Quote

Orang-orang Amerika harus tahu bahwa, jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional.

Dalam pidato yang sama, Khamenei menuding AS mengincar sumber daya Iran, yaitu minyak, gas alam, dan mineral. Ia juga menuding AS ingin merebut negara itu sebagaimana mereka menguasainya di masa lalu.

Protesters march in support of regime change in Iran during a rally in Toronto, Sunday, Feb. 1, 2026. (AP Photo/Kamran Jebreili)

Khamenei kembali menggambarkan demonstrasi di Iran sebagai upaya kudeta. Ia menuding para pengunjuk rasa menyerang aparat keamanan, pusat pemerintahan, fasilitas Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), bank, serta masjid, dan membakar Al Quran.

”Tujuan mereka adalah menghancurkan pusat-pusat sensitif dan efektif yang menjalankan negara ini. Karena itu, mereka menyerang polisi, pusat pemerintahan, fasilitas Garda Revolusi, bank, dan masjid. Mereka menargetkan pusat-pusat yang menjalankan negara,” katanya.

Iran merencanakan latihan militer di Selat Hormuz pada Minggu dan Senin. Selat ini merupakan jalur strategis yang menjadi pintu masuk Teluk Persia dan dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Komando Pusat Militer AS memperingatkan Iran agar tidak mengancam kapal perang atau pesawat AS serta tidak mengganggu lalu lintas pelayaran komersial selama latihan berlangsung.

Tanggapan Trump

Menanggapi peringatan Khamenei, Trump menyatakan masih berharap tercapai kesepakatan. ”Tentu saja dia akan mengatakan itu,” ujar Trump kepada wartawan.

(FILES) This January 19, 2012 image provided by the US Navy, shows the Nimitz-class aircraft carrier USS Abraham Lincoln transiting the Arabian Sea. Iranian army chief on January 31, 2026, warned the United States and Israel against an attack, saying his country's forces were on high alert following Washington's heavy military deployments in the Gulf. Washington sent a naval strike group to the Middle East led by the USS Abraham Lincoln aircraft carrier, with the US president threatening to intervene militarily after a deadly crackdown by Iranian authorities on two weeks of anti-government protests. (Photo by Will Tyndall / US NAVY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / US NAVY/Mass Communication Specialist 3rd Class/Will Tyndall " - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

”Kami memiliki kapal-kapal terbesar dan paling kuat di dunia di sana, sangat dekat, hanya beberapa hari jauhnya. Mudah-mudahan kita akan membuat kesepakatan. Jika tidak membuat kesepakatan, kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak,” ujarnya.

Trump menyebut dua garis merah yang dapat memicu aksi militer AS, yakni pembunuhan terhadap demonstran atau kemungkinan eksekusi massal terhadap para tahanan. Ia juga semakin sering menyinggung program nuklir dan misil Iran sebagai satu paket isu yang ingin diselesaikan melalui perundingan.

Pembebasan peserta aksi

Di tengah meningkatnya tekanan internasional, otoritas Iran membebaskan Erfan Soltani (26), salah satu pengunjuk rasa yang ditangkap. Hal ini dikonfirmasi pengacaranya. Soltani bebas dengan uang jaminan.

Sebelumnya, Washington memperingatkan bahwa Soltani berada di deretan terpidana mati. AS mengancam akan menyerang Iran jika ada demonstran yang dieksekusi.

Teheran membantah klaim tersebut. Soltani disebut tidak pernah dijatuhi hukuman mati serta tuduhan terhadapnya tidak diancam hukuman mati.

People shout slogans during an anti-U.S. and anti-Israeli rally in support of the Iranian government, outside the U.S. Consulate in Istanbul, Turkey, Sunday, Feb. 1, 2026. At the background there is a poster of ran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei and late Hamas leader Ismail Haniyeh. (AP Photo/Emrah Gurel)

Soltani menjadi salah satu peserta aksi protes di Iran yang bermula pada 28 Desember 2025. Unjuk rasa itu awalnya dipicu oleh runtuhnya nilai mata uang rial dan melonjaknya biaya hidup.

Aksi berkembang menjadi tuntutan mundur Khamenei. Para pemimpin Iran menyebut aksi itu didalangi AS dan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kekhawatiran adanya salah perhitungan di tengah memanasnya situasi. Iran telah kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan. Sejumlah negara kawasan kini bertindak sebagai perantara untuk membangun kembali kepercayaan itu.

Meski demikian, ia mengatakan masih percaya Trump cukup bijak untuk membuat keputusan yang benar. ”Saya melihat kemungkinan perundingan lain jika tim negosiasi AS mengikuti apa yang dikatakan Presiden Trump: datang ke meja perundingan untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara guna memastikan tidak ada senjata nuklir,” katanya dalam wawancara dengan CNN.

This handout picture provided by the office of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei shows him speak during a meeting with iranian people in Tehran on February 1, 2026, ahead of the 47th anniversary of the 1979 Islamic Revolution. Khamenei warned on February 1 of a "regional war" if the United States attacked following heavy military deployments by Washington in the Gulf. (Photo by KHAMENEI.IR / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / KHAMENEI.IR" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ===

Pemerintah Iran mengakui ribuan orang tewas selama penanganan kerusuhan. Pada Minggu, kantor kepresidenan Iran merilis daftar 2.986 nama dari total 3.117 korban tewas, dengan 131 orang masih belum teridentifikasi. Otoritas Iran menyatakan sebagian besar korban adalah aparat keamanan dan warga sipil, serta menuding kekerasan dipicu oleh aksi terorisme.

Namun, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS mengklaim telah mengonfirmasi sedikitnya 6.713 orang tewas, sebagian besar demonstran. Lebih dari 49.500 orang ditahan. Otoritas Iran masih memutus akses internet ke luar negeri.

Menyusul hal ini, Uni Eropa menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris. Sebagai balasan, parlemen Iran menetapkan seluruh militer negara Uni Eropa sebagai organisasi teroris. Langkah ini dinilai bersifat simbolik, tetapi bernilai politis.

TOPSHOT - Iranian nationals arrive in Turkey through the Razi-Kapiköy border crossing, north-eastern Turkey on February 1, 2026. Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei warned on February 1, 2026 of a "regional war" if the United States attacked following heavy military deployments by Washington in the Gulf. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengumumkan keputusan itu dalam sidang yang dihadiri para legislator. Mereka mengenakan seragam IRGC sebagai bentuk solidaritas.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, warga Iran menyatakan kecemasan. ”Akhir-akhir ini, yang saya lakukan hanya menonton berita sampai tertidur. Kadang-kadang saya terbangun di tengah malam untuk memeriksa perkembangan terbaru,” kata Firouzeh (43), seorang ibu rumah tangga.

Dikutip dari kantor berita Iran Mehr, Pejabat IRGC Ahmad Vahidi menuding pihak luar sengaja mendorong eskalasi. Ia mengatakan, musuh-musuh Iran berupaya menciptakan suasana perang.

Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyatakan bahwa jalur diplomasi tetap berjalan di balik meningkatnya retorika ancaman. (REUTERS/AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra