Indonesia berada di momentum terbaik untuk mengakhiri catatan negatif kontra Jepang di Piala Asia Futsal. Dukungan suporter jadi faktor X Indonesia menuju final.
04 Feb 2026 16:01 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Tim nasional futsal Indonesia akan menantang ”kotak pandora”, Jepang, pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026, Kamis (5/2/2026), pukul 19.00 WIB, di Indonesia Arena, Jakarta. Selalu menjadi momok, Jepang adalah ujian sesungguhnya skuad ”Garuda” untuk membuktikan diri telah naik kelas dan mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru futsal di Asia.
Tak bisa dimungkiri, Jepang merupakan salah satu dari dua tim yang pernah meraih trofi Piala Asia Futsal. Empat gelar kampiun telah dikoleksi tim berjuluk ”Samurai Lima” itu. Hanya Iran—dengan 14 gelar—yang lebih baik daripada mereka.
Gap kualitas itu cukup beralasan. Jepang sudah lebih dulu mengenal futsal dibandingkan Indonesia. Futsal di Jepang mulai tumbuh pada akhir dekade 1980-an yang dibawa imigran asal Brasil.
Jepang pun sudah memiliki timnas futsal dan ikut serta pada Piala Dunia Futsal edisi pertama pada 1989. Jepang bersama Iran, Uzbekistan, dan Thailand tidak pernah absen pada 18 edisi Piala Asia Futsal sejak edisi Malaysia 1999 hingga Indonesia 2026.
Dalam tiga pertemuan di Piala Asia Futsal, Indonesia juga tidak berdaya di hadapan Jepang. Duel pertama kedua tim itu tercipta pada debut Indonesia di Piala Asia Futsal, yaitu 2002. Bermain di Istora Senayan, Jakarta, saat itu, Indonesia takluk 1-5.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/03/be0a7eb746e188cb3d44f290cf1463bf-cropped_image.jpg)
Tiga tahun berselang, yaitu di Vietnam 2005, Garuda semakin tidak berdaya mengimbangi Jepang. Indonesia tumbang tujuh gol tanpa balas dari Jepang.
Meskipun secara historis di Piala Asia Futsal dan rekor pertemuan lebih inferior, skuad Indonesia tidak pantas rendah diri. Dalam empat tahun terakhir, Indonesia menampilkan peningkatan yang mulai mampu mengimbangi Jepang.
Pada pertemuan terakhir di Piala Asia Futsal 2022, Indonesia memberikan perlawanan sengit kepada Jepang. Bertemu di babak perempat final, Indonesia hanya kalah tipis 2-3.
Indonesia akhirnya mampu mengemas kemenangan pertama atas Jepang pada turnamen 4Nations World Series, Januari 2025, di Jakarta International Velodrome. Garuda menaklukkan Jepang 1-0 berkat gol dari Samuel Eko.
Saya melihat pemain-pemain Indonesia sudah jauh berkembang dari yang saya ketahui beberapa tahun lalu.
Meskipun pada laga uji coba menjelang Piala Asia Futsal 2026 Indonesia kembali kalah 1-4 dari Jepang, hasil pada dua turnamen sebelumnya menjadi bekal penting bagi Garuda untuk tampil percaya diri. Apalagi, Indonesia akan didukung ribuan suporter di tribune Indonesia Arena.
Hector Souto, pelatih timnas futsal Indonesia, mengakui Jepang lebih berpengalaman dibandingkan timnya. Meski begitu, ia optimistis skuad Garuda bisa menyajikan permainan maksimal demi menghadirkan kejutan kepada Jepang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/28/679765e941142b2901d229560cd5e354-IMG_2689.jpeg)
”Jelas, kami akan menjalani pertandingan sulit menghadapi tim yang sudah memiliki gelar Piala Asia. Mereka adalah tim yang sangat kuat,” ucap Souto dalam konferensi pers menjelang laga di Indonesia Arena, Rabu (4/2/2026).
”Kami harus memberikan versi terbaik kami untuk memiliki kesempatan mengalahkan mereka. Kami datang ke semifinal dengan catatan yang baik pada pertemuan sebelumnya. Jadi, kami optimistis menyambut laga besok (Kamis),” lanjut Souto yang berasal dari Spanyol.
Kapten timnas futsal Indonesia, Mochammad Iqbal, sependapat dengan sang pelatih yang menganggap Jepang sebagai ujian besar bagi Indonesia untuk membuktikan perkembangan dalam dua tahun terakhir. Status Jepang yang lebih diunggulkan, kata Iqbal, tidak akan menggentarkan semangat juang Indonesia.
”Saya dan semua pemain sangat bersemangat untuk memberikan performa maksimal menghadapi Jepang. Ini adalah pertama kali kami bermain di semifinal level Asia. Jadi, kami akan bermain sepenuh hati dan tampil dengan energi penuh dengan dukungan dari pencinta futsal di Indonesia Arena,” tutur Iqbal.
Dalam kesempatan terpisah, Syauqi Saud, pemain Indonesia, tidak ingin sekadar reuni dengan Kensuke Takahashi. Pertemuan ini memberikan motivasi besar bagi skuad Indonesia.
”Kami tidak terpengaruh dengan hasil di laga uji coba kemarin. Kami akan berusaha keras mengikuti instruksi pelatih demi melanjutkan perjalanan dan lolos ke final,” kata Syauqi.
Jepang hadir di semifinal dengan membuktikan era baru mereka. Sempat merasakan kegagalan pertama kali lolos ke babak gugur Piala Asia Futsal pada edisi Thailand 2024, Jepang tampil tanpa cela di Indonesia.
Mereka selalu menang dalam empat pertandingan menuju semifinal. Bahkan, mereka menghancurkan Afghanistan 6-0 pada fase perempat final. Laga itu menjadi margin skor terbesar di babak delapan besar.
Di tengah performa positif itu, Takahashi, pelatih timnas futsal Jepang, menyebut laga menghadapi Indonesia tidak akan mudah. Takahashi mengenal baik mayoritas skuad Garuda yang pernah diasuhnya ketika menangani timnas futsal Indonesia periode 2018–2021.
”Saya melihat pemain-pemain Indonesia sudah jauh berkembang dari yang saya ketahui beberapa tahun lalu. Situasi mereka yang baru saja meraih gelar (Piala AFF 2024 dan SEA Games 2025) merupakan nilai tambah bagi Indonesia. Namun, tujuan kami adalah menembus final,” kata Takahashi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/30/797eb68f0bd43c3f794c5d75cebf0b82-20260130_GKT_Piala_Asia_Futsal_2026_1_mumed.jpg)
Dibandingkan laga 4Nations World Series setahun silam, Takahashi hanya mempertahankan empat pemain di Piala Asia 2026. Mereka adalah kiper Fabio Fiuza serta tiga pemain outfield, yakni Harada Kokoro, Shunta Uchimura, dan Ryuji Izu.
Pemain Jepang, Kazuya Shimizu, menambahkan, persiapan timnya tidak sekadar taktik permainan, tetapi juga memperkuat kondisi mental karena akan tampil di bawah tekanan suporter Indonesia.
”Situasi banyaknya pendukung Indonesia sudah kami antisipasi. Kami sudah sangat siap untuk bertarung demi memenangi laga,” kata Shimizu yang bermain untuk klub Jepang, Nagoya Oceans.
Pada laga semifinal lain, Iran akan menghadapi Irak, Kamis pukul 15.00 WIB. Iran berambisi selalu menembus partai puncak dalam enam edisi beruntun.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji