Setelah 11 kali berpartisipasi, Indonesia akhirnya mampu menembus semifinal Piala Asia Futsal. Jepang jadi tantangan tim ”Garuda” untuk membuat kejutan ke final.
03 Feb 2026 21:42 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Sekali lagi, tim nasional futsal Indonesia mengharumkan bangsa dan membanggakan pendukung. Untuk pertama kali, skuad “Garuda” menembus semifinal Piala Asia Futsal.
Capaian bersejarah itu dipastikan setelah Indonesia menyingkirkan Vietnam dengan skor 3-2 pada babak perempat final, Selasa (3/2/2026), di Stadion Indonesia Arena, Jakarta. Kemenangan tim asuhan Hector Souto itu ditentukan melalui gol-gol dari Wendy Brian Ick (4’), Ardiansyah Nur (11’), dan Reza Gunawan (26’). Adapun dua gol Vietnam diciptakan Nguyen Da Hai pada menit ke-25 dan ke-36.
Indonesia dipastikan menjadi semifinalis debutan di Piala Asia Futsal 2026. Pada fase empat besar, Indonesia akan menjalani reuni dengan pelatih timnas futsal periode 2018–2021, Kensuke Takahashi. Laga semifinal akan tersaji pada Kamis (5/2/2026) di Indonesia Arena.
Tim “Samurai Lima” lolos ke semifinal seusai menutup mimpi Afghanistan menembus empat besar Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya. Jepang menang telak 6-0.
Kepastian melaju ke semifinal dirayakan dengan gemuruh di Indonesia Arena. Sebanyak 8.411 pasang mata yang memadati tribun meneriakkan yel-yel “Indonesia… Indonesia…” setelah peluit akhir ditiupkan wasit asal Irak, Hawkar Ahmed.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/03/b7dbdcc6e626999e0aaa1baf4ba2e7e4-FAK_4673.jpg)
Senyum juga terpancar dari seluruh pemain Indonesia. Mereka mampu membalas revans atas Vietnam setelah tumbang di SEA Games 2025 lalu, sekaligus mengukir sejarah baru bagi futsal Indonesia yang mulai dibina secara serius sejak 2002.
Pelatih Indonesia Hector Souto menyambut positif keberhasilannya membantu Indonesia mencetak sejarah baru di futsal Asia. Ia pun optimistis timnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Jepang, pemilik empat gelar Piala Asia Futsal.
“Rekor baru (lolos semifinal) adalah hal yang bagus. Tetapi, kami harus bermain lebih baik dibandingkan laga hari ini. Dengan peningkatan performa, saya yakin kami memiliki kesempatan untuk menumbangkan Jepang,” tutur Souto di zona campuran seusai laga.
Hal membanggakan lainnya, Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Thailand gagal melanjutkan tradisi menembus empat besar dalam tiga edisi terakhir setelah tumbang 2-4 dari Irak.
Kami berusaha selalu tampil maksimal, apalagi bermain di kandang. Tujuan selanjutnya adalah memberikan yang terbaik lagi di semifinal untuk menembus final.
Dalam 17 edisi Piala Asia Futsal sebelumnya, Thailand menjadi wakil tunggal ASEAN di semifinal pada delapan edisi. Pada edisi Uzbekistan 2016, Thailand bersama Vietnam hadir sebagai wakil ASEAN di babak semifinal. Kedua tim bahkan menjalani derbi ASEAN pada perebutan tempat ketiga yang dimenangkan Thailand dengan skor 8-0.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/03/83aee45422d87866e36346405b5e2c7f-FAK_6124.jpg)
Sebagai rival di kawasan ASEAN, kedua tim itu saling menyerang sejak sepak mula. Vietnam lebih dulu menciptakan peluang di zona pertahanan Indonesia.
“Pasukan Bintang Emas” melepaskan dua tembakan beruntun pada menit ketiga melalui Tu Minh Quang dan Vu Ngoc Anh. Kedua sepakan itu berhasil ditepis kiper Indonesia, Ahmad Habiebie.
Pada paruh pertama, Habiebie melakukan empat penyelamatan krusial untuk menjaga keunggulan Indonesia. Tepisan demi tepisan kiper Bintang Timur Surabaya itu mengundang tepuk tangan meriah dari suporter tuan rumah.
Ketenangan skuad Indonesia berbuah gol yang dicetak Brian melalui skema sepak pojok. Ia menyontek umpan akurat dari Rio Pangestu. Ardiansyah kemudian menggandakan keunggulan skuad Garuda lewat skema fast break yang diawali taktik high pressing. Di muka gawang, Ardiansyah menyelesaikan umpan satu-dua dengan Rio.
Meskipun unggul dua gol, Indonesia sempat menghadapi situasi sulit ketika melakukan pelanggaran kelima pada lima menit terakhir babak pertama. Tekanan dikendurkan demi menghindari pelanggaran keenam yang berbuah tembakan bebas langsung. Kedisiplinan dijaga dengan baik sehingga Indonesia terhindar dari situasi yang menguntungkan Vietnam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/30/797eb68f0bd43c3f794c5d75cebf0b82-20260130_GKT_Piala_Asia_Futsal_2026_1_mumed.jpg)
Di babak kedua, inisiatif serangan berada di tangan Vietnam. Dua gol yang mereka ciptakan menunjukkan kemampuan membaca celah di sisi kanan pertahanan Indonesia. Vietnam juga menerapkan strategi power play dengan menempatkan lima pemain aktif menyerang pada lima menit terakhir laga.
Serangan bertubi-tubi Vietnam tak mampu mengejar ketertinggalan. Hal itu tak lepas dari penampilan gemilang Habiebie. Pada babak kedua, ia menambah sembilan penyelamatan penting. Habiebie bahkan sempat mendapat perawatan medis setelah memblok tembakan pemain Vietnam dengan wajahnya pada menit ke-30.
“Kami berusaha selalu tampil maksimal, apalagi bermain di kandang. Tujuan selanjutnya adalah memberikan yang terbaik lagi di semifinal untuk menembus final,” ujar Habiebie.
Souto mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilan timnya. Menurut dia, skuad Garuda seharusnya bisa tampil lebih baik.
“Kami mengontrol babak pertama, tetapi itu gagal diulangi pada babak kedua. Saya belum puas karena seharusnya kami bisa menang dengan margin yang lebih nyaman. Kami perlu meningkatkan permainan karena itu penting bagi ambisi kami untuk menembus Piala Dunia Futsal 2028,@ ucap Souto kemudian.
Selain Indonesia kontra Jepang, semifinal lainnya akan mempertemukan dua negara bertetangga, Iran melawan Irak. Iran, pemilik 14 gelar Piala Asia Futsal, menyingkirkan Afghanistan dengan skor 7-4. Sementara Irak membungkam raksasa Asia, Thailand, 4-2.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati