China, Jepang, dan Korea Selatan sepakat mempercepat perundingan agar mencapai perdagangan bebas. Mereka bertekad menjaga kerja sama ekonomi dan pertumbuhan di Asia.
01 Apr 2025 15:01 WIB · Internasional
TOKYO, SELASA – Pemerintah Jepang menyiapkan 1.000 pusat konsultasi bisnis untuk melayani pengusaha di negerinya yang terkena dampak kenaikan tarif yang diterapkan Amerika Serikat.
Meski demikian, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengatakan di Tokyo, Selasa (1/4/2025), akan terus memperjuangkan agar Jepang dikecualikan dari ketentuan baru yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.
Jepang adalah salah satu sekutu strategis dan mitra dagang penting AS. Perusahaan–perusahaan Jepang menjadi investor di AS termasuk di sektor otomotif. Di Jepang, satu dari 10 pekerjaan terkait dengan sektor otomotif.
Sebelumnya, Presiden Trump berencana mengumumkan secara spesifik produk apa dan dari negara mana yang akan dinaikkan tarifnya secara spesifik, pada Rabu (2/4/2025). Dia mengingatkan, semua mitra dagang akan menjadi sasarannya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/11/11/7c2b239f-d888-40b2-890e-eca23c29a13b.jpg)
Trump juga menegaskan, mulai 3 April 2025, pajak 25 persen akan diterapkan terhadap semua produk otomotif yang dibuat di luar AS.
PM Ishiba masih menutup mulut ketika ditanya tindakan balasan terhadap penerapan tarif impor yang akan diberlakukan AS. Dia hanya menerangkan akan membahas langkah yang diambil merespons kebijakan Trump bersama mitra koalisi pemerintahannya.
PM Ishiba mengatakan, langkah Trump menaikkan tarif pajak sulit dipahami setelah AS mengumumkan menerapkan pajak 25 persen atas impor mobil dan suku cadang otomotif.
Sejauh ini, selain menyediakan 1.000 pusat konsultasi bisnis, Ishiba menjanjikan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jepang setelah tarif baru AS diberlakukan.
“Jepang adalah investor terbesar bagi Amerika Serikat. Dengan dasar ini kita akan memperjuangkan untuk mendapat perkecualian dari penerapan tarif baru Amerika Serikat atas produk impor,” kata Ishiba dalam jumpa pers.
Dia menambahkan, jika dirasa perlu untuk segera berkunjung ke AS, hal itu akan dilakukannya demi melindungi ekonomi Jepang.
Pada Jumat lalu, PM Ishiba mengatakan, langkah Trump menaikan tarif pajak sulit dipahami setelah AS mengumumkan menerapkan pajak 25 persen atas impor mobil dan suku cadang otomotif.
Ishiba di depan Parlemen Jepang (Diet) juga mengungkapkan keheranan atas ujaran Trump yang menyatakan ada teman dan lawan, tetapi teman lebih sulit dihadapi.
Respons Bersama China – Jepang - Korsel
Dari Beijing, Stasiun Televisi CCTV menyiarkan kabar, China, Jepang, dan Korea Selatan sepakat untuk memberikan respons bersama terhadap tarif yang diberlakukan AS. Informasi dari CCTV disampaikan setelah ketiga negara industri Asia Timur itu mengadakan dialog ekonomi pertama dalam lima tahun, Minggu (30/3/2025) di Seoul, Korea Selatan.
Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Yoji Muti, Menteri Perdagangan dan Enerji Korea Selatan Ahn Duk-geun, dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao berusaha mencari jalan keluar bagi guncangan ekonomi regional menghadapi tarif baru yang diterapkan Presiden Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/02/12/09e75ad2-90a0-47a6-9554-8bd3e00e75bc.jpg)
Dalam laporan Japan Times, (30/3/2025), mereka sepakat mempercepat perundingan kesepakatan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) tiga negara, yang sudah dimulai sejak tahun 2012. China, Jepang, dan Korea Selatan berharap mewujudkan perdagangan yang bebas, adil, menyeluruh, berkualitas, dan saling menguntungkan.
Ketika negara tersebut merupakan mitra dagang utama AS. Namun, persoalan sengketa wilayah dan perbatasan sering menjadi ganjalan hubungan China – Jepang – Korea Selatan. Selain itu, isu pembuangan limbah nuklir Fukushima, Jepang, juga menjadi ganjalan dalam hubungan dengan China dan Korea Selatan.
Dalam perundingan di Seoul, Jepang dan Korea Selatan berusaha meningkatkan impor bahan baku pembuatan semi konduktor dari China. Dalam akun Yuyuan Tantian di Weibo, China disebut juga berminat membeli cip dari Jepang dan Korea Selatan.
Ketiga negara Asia Timur itu sepakat memperkuat kerjasama rantai pasokan industri dan memperkuat dialog dalam pengaturan ekspor.
Akan tetapi, ketika ditanya wartawan tentang laporan CCTV, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan mengatakan, adanya langkah bersama menyikapi tarif AS adalah informasi yang dibesar–besarkan. Dia pun meminta wartawan merujuk pada keterangan bersama hasil pertemuan di Seoul, Minggu.
Dalam pertemuan Minggu, hal utama yang disepakati adalah percepatan Kawasan Perdagangan Bebas Tiga Negara dan upaya memperjuangkan perdagangan kawasan dan global.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/10/13/73f9ad44-b5e6-45f6-bc58-d0a737c95671.jpg)
“Ketiga negara bertukar pandangan tentang iklim perdagangan global seperti disampaikan dalam keterangan bersama usai pertemuan. Mereka berbagi pemahaman tentang pentingnya melanjutkan kerja sama ekonomi dan perdagangan,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Korsel.
Kementerian Luar Negeri Jepang belum memberikan tanggapan atas pertanyaan wartawan soal informasi yang disampaikan Stasiun TV CCTV China.
Pertemuan para Menteri Perdagangan China – Jepang – Korea Selatan dilakukan beberapa hari sebelum AS memberlakukan tarif baru, Rabu. Menurut Trump, hari pemberlakuan tarif itu adalah hari pembebasan bagi ekonomi dan kemandirian industri AS.
Sejak Presiden Trump memberlakukan Perang Dagang terhadap China di tahun 2017, dia dijuluki sebagai Jian Guo Dong Zhi - Sahabat Pendorong Pembangunan Negara di China.
Julukan tersebut diberikan masyarakat China karena langkah Donald Trump untuk mengekang China justru mendorong kemandirian dalam negeri dan berbagai inovasi, termasuk dalam teknologi cip dan berbagai sektor industri. (AFP/Reuters)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari