Jersei Sepak Bola, dari Dorongan Prestasi hingga Jaga Masa Depan Bumi

Jersei sepak bola menjadi harapan klub meraih prestasi lebih tinggi. Tidak hanya prestasi, tetapi juga dunia yang lebih baik.

08 Agt 2025 17:08 WIB · Olahraga

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Musim ini, sejumlah produsen olahraga global kembali melirik Indonesia. Harapannya, minat itu mendorong prestasi klub lebih tinggi atau setidaknya membuat beragam hal baik ikut tersampaikan lebih luas.

PSM Makassar bikin heboh. Jersei klub kebanggaan warga Makassar, Sulawesi Selatan, itu kini dibuat Adidas, merek global asal Jerman.

Meski prestasinya di musim lalu tidak istimewa, tim berjulukan ”Ayam Jantan dari Timur” ini boleh bangga awal musim ini. PSM sejauh ini menjadi satu-satunya tim di Indonesia yang bekerja sama dengan Adidas di musim kompetisi 2025/2026.

Jersey PSM Makassar musim kompetisi 2025/2026

Meski belum ada keterangan resmi, jersei baru itu sudah dipamerkan di akun Instagram PSM Makassar pada Kamis (7/8/2025). Salah satu yang memikat adalah jersei kandang warna merah. Ada ornamen tiga strip warna putih khas Adidas di bagian bahunya.

Tidak hanya merah menyala yang mencuri perhatian. Tampilan lambang klub di dada kiri juga tak biasa. Tanpa perisai, simbol kapal pinisi lebih ditonjolkan. Seolah-olah, kapal pinisi itu bakal membawa PSM berlayar lebih jauh dengan segudang prestasi musim ini.

Bila diperhatikan, desainnya mirip dengan jersei Adidas lainnya. Liverpool menonjolkan sosok burung liver. Manchester United dengan setan merahnya. Atau, Arsenal yang memilih meriam sebagai ciri khas utamanya.

Akar rumput

Musim ini, Adidas memang banyak bekerja sama dengan klub di Asia Tenggara. Di Malaysia, misalnya, Adidas bersama Sabah FC. Sementara di Thailand, Adidas mensponsori Bangkok United, tim yang dibela bek tim nasional Indonesia, Pratama Arhan.

Tidak ketinggalan, Adidas mensponsori tim kuat, Lion City Sailor. Tim yang baru berdiri tahun 2020 ini adalah juara bertahan Singapura. Dikutip dari Marketing Interactive, kerja sama Lion City Sailor bersama Adidas bakal berjalan selama tiga tahun ke depan.

Chen Rui Yuan, Country Manager Adidas untuk Singapura. Dia menyatakan, sepak bola berakar kuat dalam DNA Adidas. Saat bersamaan, sepak bola menjadi olahraga paling dicintai di Singapura.

Gelandang Lion City Sailors, Rui Pires (kanan), berebut bola dengan pemain Sydney FC, Joseph Lolley, pada laga semifinal kedua Liga Champions Asia Dua, Rabu (16/4/2025), di Stadion Sepak Bola Sydney, Australia. Meski kalah 0-1, Lion City memastikan langkah ke final berkat unggul agregat 2-1.

”Kami hendak menumbuhkan kecintaan dan dukungan lebih besar terhadap sepak bola lokal dan pengalaman tak terlupakan bagi penggemar,” ujar Chen.

Selain jersei, nantinya Adidas akan mendukung pembinaan akar rumput lewat turnamen yang digelar Lion City Sailor. Digelar sejak 2022, turnamen itu dinamakan ”Youth Champions League”. Kompetisi ini diikuti tim-tim muda, mulai dari U-10 hingga U-16. Tahun ini, kompetisi diberi nama ”Adidas Elite Youth League".

Nilai baik

Keputusan Adidas menggandeng PSM terbilang mengejutkan. Sebelumnya, Adidas santer dirumorkan bakal mensponsori Persib Bandung.

Dua musim terakhir, Persib terbilang lebih bersinar ketimbang PSM. Persib dua kali beruntun jadi juara Liga Indonesia.

Akan tetapi, rumor itu gugur pada akhir Juli 2025. Persib mengumumkan menjalin kerja sama dengan Kelme. Kelme adalah produsen global perlengkapan olahraga asal Spanyol.

Meski namanya kini besar di arena futsal, Kelme tetap punya taring kuat di kancah sepak bola lapangan. Pernah mensponsori Real Madrid dan Barcelona pada tahun 90-an, Kelme masih bekerja sama dengan RCD Espanyol di La Liga. Di Asia, Kelme juga mensponsori tim Albirex Niigata di Singapura.

Para pemain dan ofisial Persib Bandung menyapa Bobotoh dari atas balkon Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/5/2025). Persib Bandung melakukan pawai dari Balai Kota Bandung menuju Gedung Sate untuk merayakan juara Liga 1 musim 2024/2025. Pawai tim berjuluk Maung Bandung itu diikuti puluhan ribu Bobotoh yang memadati sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Setibanya di Gedung Sate, para punggawa Persib Bandung mengangkat piala di atas balkon Gedung Sate. Sejumlah pemain seperti Ciro Alves, Beckham Putra, Marc Klok, dan Gustavo Franca diarak menggunakan sisingaan menuju panggung utama. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 25-05-2025

Setelah sembilan tahun bersama merek lokal, Sportama, Persib kini bermimpi lebih tinggi bersama Kelme. Mengambil tema utama ”City of Champions”, ada tiga jersei yang disiapkan.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan mengatakan, untuk laga kandang tetap memakai warna biru kebanggaan. Namun, kali ini dibubuhkan jacquard, desain yang ditenun di atas bahan jersei, panah yang melambangkan kekuatan kolektif tim dan suporter.

Untuk desain tandang, Adhitia menyebut, pilihannya jatuh pada warna biru dan putih vertikal. Desain itu terinspirasi dari yel yel bobotoh, pendukung Persib, ”Kami Biru, kami Putih, Kami Persib”.

Jersey Persib Bandung musim kompetisi 2025/2026.

Selanjutnya adalah warna kuning yang dipadukan dengan kolase Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Desain itu melambangkan simbol perjuangan Persib.

Jersei baru itu disambut bobotoh, sebutan untuk pendukung Persib. Rudi Setiawan (30), misalnya, berencana memesan jersei player issue. Bobotoh asal Sumedang, Jawa Barat, itu mengatakan, membeli kostum resmi sama dengan membantu tim terus maju. Tim bakal mendapat pemasukan dari setiap helai jersei yang terjual.

”Hentikan pilih bajak. Beli yang asli. Dengan begitu, kita akan bahagia tetap melihat tim kesayangan kita berlaga,” katanya bangga.

Keberpihakan pada Bumi

Aditiya (27), warga Kota Bandung, juga berharap banyak hal baik dari Persib bisa tersampaikan bila tim dikenal kian global. Ia mencontohkan penerapan program zero waste management yang diterapkan seusai laga kandang.

Selain mencari kemenangan, Persib juga disibukkan dengan program zero waste management pada musim 2024-2025. Seusai laga kandang, sejumlah sukarelawan diterjunkan membersihkan sampah di stadion. Hasilnya, ribuan kilogram sampah dikumpulkan dan bisa didaur ulang.

Lain di Bandung, beda juga dengan Inggris. Dua tim, Reading FC dan Forest Green Rovers menunjukkan keberpihakannya pada alam lewat garis-garis iklim yang tercetak di jersei mereka.

Reading FC menerapkan garis-garis iklim dalam jerseinya pada musim kompetisi 2022/2023 hingga 2024/2025. Desainnya berupa garis-garis tipis yang mempresentasikan peningkatan suhu gobal. Dengan desain itu, klub berharap percakapan tentang isu itu semakin ramai.

Salah satu jersey tim asal Inggris Green Forest Rovers yang disebut berbahan vegan.

Desain itu tercetak pada kedua lengan dan celana. Diciptakan Profesor Ed Hawkins, akademisi dari University of Reading pada tahun 2018, setiap garis-garis iklim pada seragam menunjukkan suhu rata-rata tahunan sejak 1871, atau saat klub didirikan pertama kali.

Garis biru pada jersey yang dibuat dari bahan daur ulang plastik itu melambangkan tahun-tahun yang lebih dingin daripada rata-rata. Sementara garis merah melambangkan tahun-tahun yang lebih panas daripada rata-rata.

Tim Kilpatrick, kepala divisi komersial klub, berharap desain ini akan menginspirasi lebih banyak percakapan tentang iklim di antara para fans Reading.

”Kami tidak sempurna, tetapi ini adalah awal dari sebuah perjalanan mengurangi jejak karbon sebagai klub sepak bola dan memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk ikut serta dalam perjalanan yang sama,” kata Kilpatrick kepada BBC.

Tigst Assefa dari Ethiopia berpose setelah melewati garisfinis dan memenangkan London Marathon 2025 di pusat kota London pada 27 April 2025. Tigst Assefa dari Ethiopia menebus tempat keduanya tahun lalu dengan menjuarai London Marathon 2025 sekaligus membukukukan rekor dunia 2 jam 15 menit 50 detik.

Pada musim 2024/2025, Forest Green Rovers FC menjadi tim kedua yang menerapkan garis iklim itu. Sebelumnya, tim Formula E Envision juga menerapkan pola ini. Bahkan, garis iklim ditampilkan dalam salah satu ajang lari terbesar di dunia, London Marathon di tahun 2024.

Dikutip dari laman University of Reading, Ketua Forest Green Rovers Dale Vince mengatakan, penerapan garis iklim dalam jersei adalah bagan dari upaya klub meningkatkan kesadaran krisis iklim.

”Kami senang bergabung dengan kampanye #showyourstripes,” katanya.

Ed Hawkins mengatakan, penerapan garis iklim menjadikan pemain sepak bola sebagai pemain sekaligus duta iklim. ”Ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk menginspirasi aksi dan mencari solusi untuk iklim global,” Hawkins.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase