Jika Harimu Buruk, Ingatlah Aaron Ramsdale

Aaron Ramsdale adalah kiper utama paling naas dalam sejarah Liga Premier. Empat dari delapan musim karier profesionalnya berakhir hukuman degradasi bagi timnya.

07 Apr 2025 14:14 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Tiga gol yang bersarang ke gawang kawalan Aaron Ramsdale pada laga menghadapi Tottenham Hotspur, Minggu (6/4/2025), di Stadion Tottenham Hotspur, London, memastikan Southampton terdegradasi dari Liga Primer Inggris. Mereka pun sulit keluar dari posisi dasar klasemen karena hanya memiliki 10 poin dari 31 gim.

Di musim perdana bersama Southampton, Ramsdale telah menjalani 23 pertandingan. Kiper berusia 26 tahun itu sudah 54 kali takluk dari tembakan-tembakan lawan. Tak ayal, Ramsdale adalah kiper yang paling banyak kemasukan di Liga Inggris musim ini.

Ramsdale pun hanya dua kali mencatatkan nirbobol pada laga Liga Inggris. Jumlah laga tak kebobolan itu setara dengan catatan kemenangan yang dipersembahkan Ramsdale untuk ”The Saints”, julukan Southampton.

Catatan itu hanya lebih baik dari Arijanet Muric, kiper Ipswich Town, yang memainkan 18 pertandingan dengan satu laga tak kemasukan.

Terlepas dari tiga gol yang dicetak Spurs melalui brace Brennan Johnson dan Mathys Tel, Ramsdale tidak bermain terlalu buruk. Ia mencatatkan lima penyelamatan. Kiper berambut pirang itu mengoleksi catatan pencegahan gol (goals prevented) 0,47.

Kiper Southampton Aaron Ramsdale (kiri0 meninju bola saat melawan Tottenham Hotspur di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (6/4/2025). Tottenham menang 3-1 pada laga itu.

Namun, pertahanan Southampton yang diasuh Ivan Juric sangat kedodoran, seperti di 30 gim sebelumnya. Struktur pertahanan mereka terlalu longgar sehingga Spurs bisa melepaskan 11 tembakan dari dalam kotak penalti.

Juric mengakui kualitas timnya tertinggal dari 17 tim Liga Primer Inggris lainnya. Berstatus sebagai tim promosi, kata Juric, skuad Southampton gagal mencapai level permainan untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi Inggris itu.

”Apa yang saya sadari setelah tiga atau empat laga di sini adalah perbedaan kondisi fisik mencolok antara kami dan tim lain di Liga Primer. Hal itu juga dialami (tim promosi lain) Leicester dan Ipswich,” tutur Juric kepada Sky Sports.

Di musim ini, performa Ramsdale sejatinya tidak terlalu buruk. Ia mengoleksi 67,3 persen penyelamatan. Catatan itu membuatnya lebih unggul dari peraih dua kali gelar kiper terbaik FIFA terkini, Emiliano Martinez. Penjaga gawang Aston Villa itu hanya mengoleksi 65,3 persen penyelamatan.

Bahkan, Ramsdale menghadapi lebih banyak tembakan mengarah ke gawang dengan 150 kali. Adapun Martinez berhadapan dengan 118 tembakan tepat sasaran pemain lawan.

Penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez beraksi saat adu penalti yang dieksekusi pemain Ekuador, Angel Mena, pada pertandingan perempat final Copa America 2024 antara Argentina dan Ekuador di Stadion NRG, Houston, Jumat (5/7/2024) WIB. *Argentina's goalkeeper Emiliano Martinez stops a penalty shot by Ecuador's Angel Mena during a penalty shootout at Copa America quarterfinal soccer match in Houston, Thursday, July 4, 2024. (AP Photo/Kevin M. Cox)

Apabila menghitung jumlah riil penyelamatan, Ramsdale adalah kiper ketiga dengan angka penyelamatan tertinggi. Ia merupakan salah satu dari kiper yang telah melakukan lebih dari 90 penyelamatan, tepatnya 96 kali.

Jumlah penyelamatan itu hanya kalah dari Mark Flekken (Brentford) dengan 127 penyelamatan dan Matz Sels (Nottingham Forest) yang mengoleksi 99 penyelamatan.

Bek tengah dan kapten utama Southampton, Jack Stephens, mengaku sangat kecewa gagal memenuhi ekspektasi untuk bertahan di Liga Primer. Menurut Stephens, performa Southampton tidak cukup untuk menghadapi kerasnya kompetisi terbaik.

”Hasil ini sungguh mengecewakan setelah capaian musim lalu kembali ke Liga Primer. Kami memiliki ekspektasi tinggi dan sangat menuntut satu sama lain, tetapi kami tampil mengecewakan,” tutur Stephens dilansir laman klub.

Mimpi buruk kembali

Pemain-pemain Southampton tentu sangat kecewa karena memastikan takdir kembali ke Liga Championship ketika kompetisi musim ini masih menyisakan tujuh pertandingan. Namun, Ramsdale adalah pemain yang paling terpukul dengan performa The Saints musim ini.

\Kiper Southampton, Aaron Ramsdale, berupaya menangkap bola saat melakukan pemanasan menjelang menghadapi Bournemouth dalam ajang Liga Inggris di Stadion Vitality di Bournemouth, Inggris, pada 30 September 2024.

Ramsdale rela hijrah dari Arsenal untuk bermain reguler dan keluar dari bayangan David Raya. Keputusan besar di awal musim 2024-2025 justru mengembalikan Ramsdale kepada pelukan mimpi buruk yang pernah menghantuinya sebelum bergabung dengan Arsenal.

Sejak memulai karier profesional bersama Chesterfield di Liga Dua 2017-2018, Ramsdale hanya empat musim tidak menelan pil pahit untuk menerima kenyataan timnya terdegradasi.

Empat musim itu terdiri dari saat bermain untuk AFC Wimbledon di Liga Satu 2018-2019 serta tiga musim membela Arsenal pada periode 2021-2024. Lalu, pada empat musim profesional lainnya, ia gagal membantu timnya dijatuhi hukuman turun kasta akibat performa minor.

Ramsdale telah tiga kali merasakan pedihnya terdegradasi dari Liga Primer. Ia alami itu sebelumnya bersama Bournemouth pada musim 2019-2020 dan Sheffield United di kampanye kompetisi 2020-2021. Bahkan, Southampton berpeluang menjadi tim kedua Ramsdale yang mengakhiri Liga Primer di posisi ke-20 alias terakhir.

Sebelum menderita nasib malang di Liga Primer, Ramsdale sudah merasakan getirnya degradasi ketika membela Chesterfield pada Liga Dua 2017-2018. Ia gagal menghindarkan Chesterfield dari duduk di posisi buncit dan turun kasta ke Liga Nasional, kompestisi kasta kelima atau amatir Inggris.

Kiper Arsenal, goalkeeper Aaron Ramsdale (kiri), menendang bola di depan pemain Everton pada laga Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu (4/2/2023) malam WIB. Everton menang, 1-0. Kekalahan Arsenal itu membuka peluang Manchester CIty mendekat ke puncak klasemen.

Performa Ramsdale di Bournemouth dan Sheffield pada musim yang berujung turun kasta juga tidak terlalu mengecewakan. Ia mengoleksi persentase penyelamatan 70 persen pada dua musim itu. Angka penyelamatannya pun lebih dari 120 kali.

Tingkat penyelamatan lebih dari 70 persen, tepatnya 73 persen dan 71 persen juga dikoleksi Ramsdale ketika menjabat tugas sebagai kiper utama Arsenal pada musim 2021-2022 dan 2022-2023.

Di Arsenal, Ramsdale tidak terlalu sibuk. Kualitas pemain dan organisasi pertahanan lebih baik membuatnya hanya menghadapi 128 dan 136 tembakan tepat sasaran pada dua musim tersebut.

Sementara itu, pada musim 2024-2025, Ramsdale sudah menghadapi 150 tembakan mengarah ke gawang. Jumlah itu tentu masih akan terus bertambah.

Pada musim perdananya bermain di Liga Primer bersama Bournemouth, Ramsdale menerima 187 tembakan tepat sasaran, kemudian berjibaku menghalau 206 tembakan mengarah ke gawang saat membela Sheffield.

Kiper Arsenal, Aaron Ramsdale (tengah), meninju bola pada laga pertama semifinal Piala Liga Inggris menghadapi Liverpool di Stadion Anfield, Jumat (14/1/2022) dini hari WIB. Laga pertama itu berakhir imbang 0-0.

Dengan performa yang masih rata-rata untuk kiper-kiper Liga Primer, Ramsdale berpeluang besar menjadi segelintir dari pemain The Saints yang akan hijrah agar tidak ikut tampil di Liga Championship 2025-2026.

Namun, tim-tim kasta tertinggi Inggris tentu berpikir dua kali untuk merekrut kiper setinggi 1,9 meter itu. Tampaknya, nasib buruk yang kerap memeluk erat Ramsdale di Liga Primer bukan perkara mudah untuk dilepaskan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra