Kebangkitan Kiwior dalam Kekecewaan Arsenal

Hasil imbang Arsenal menghadirkan kekecewaan di Liga Inggris, tetapi memberikan optimisme untuk perempat final Liga Champions. Asa muncul dari bek Jakub Kiwior.

05 Apr 2025 23:25 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LIVERPOOL, SABTU - Akibat hasil imbang versus Everton, Arsenal memperkecil peluang juara Liga Inggris yang sudah setipis lubang jarum. Meskipun begitu, ada hal lebih penting yang bisa diambil. Bek pelapis, Jakub Kiwior, sanggup menggantikan peran Gabriel Magalhaes, selain juga tidak ada tambahan pemain cedera.

Keunggulan Arsenal berujung antiklimaks di markas Everton, Stadion Goodison Park, pada Sabtu (5/4/2025) malam WIB. Gol penyerang Leandro Trossard sebelum turun minum tidak cukup membawa tim tamu pulang dengan tiga poin. Skor berakhir imbang, 1-1, setelah tuan rumah membalas lewat hadiah penalti pada paruh kedua.

“Ya, saya 100 persen frustrasi. Kami sangat mengontrol laga. Kami berharap dominasi berlanjut ke paruh kedua, tetapi tiba-tiba wasit memberikan penalti. Saya melihat insiden sebanyak 15 kali dan itu bukan penalti,” kata Manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang tidak setuju bahwa Myles Lewis-Skelly melanggar Jack Harrison di kotak penalti.

Bagi Arteta, hasil seri memang tidak diharapkan. Namun, risiko itu sudah diperkirakan. Prioritasnya sangat jelas di laga tersebut. Dia lebih berhati-hati karena ingin mempersiapkan tim terbaik untuk laga pertama perempat final Liga Champions versus Real Madrid yang akan berlangsung pada Rabu depan.

Prioritas Arteta terlihat dari rotasi besar-besaran di skuad “Si Meriam”. Empat pemain utama dicadangkan, yaitu Gabriel Martinelli, Jurrien Timber, Martin Odegaard, dan Thomas Partey. Tiga pemain itu, kecuali Partey, baru dimasukkan pada babak kedua. Hasil imbang pun tidak terlalu buruk jika dilihat dari perspektif lain.

Arsenal's Spanish manager Mikel Arteta reacts on the pitch after the English Premier League football match between Everton and Arsenal at Goodison Park in Liverpool, north west England on April 5, 2025. The game finished 1-1. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /
Quote

Mereka (para bek) memiliki pemahaman yang bagus. Kami akan menilai lagi opsi terbaik untuk ditempatkan di pertahanan.

Tanda tanya terbesar di kubu Arsenal jelang menjamu Madrid adalah kesiapan Kiwior. Mereka baru saja dipastikan kehilangan bek tengah andalan Gabriel sampai akhir musim akibat cedera paha. Seperti diketahui, Gabriel dan William Saliba merupakan salah satu duet bek paling tangguh di Eropa. Pertahanan Arsenal kokoh berkat mereka.

Kiwior menjawab tanda tanya itu. Di laga pertama sebagai starter setelah Gabriel cedera, dia bermain sangat solid. Pemain asal Polandia itu bahkan terpilih menerima penghargaan pemain terbaik dalam laga tersebut. Kiwior mampu mengatasi ancaman transisi serangan balik lawan sekaligus mengatur tempo permainan dari bawah.

Arteta berkata, penampilan Kiwior semakin impresif karena bermain dengan jajaran empat bek yang jarang tampil bersama. Salah satunya bek sayap Ben White yang sempat cedera selama empat bulan. “Mereka (para bek) memiliki pemahaman yang bagus. Kami akan menilai lagi opsi terbaik untuk ditempatkan di pertahanan,” ujarnya.

TOPSHOT - Everton's English defender #06 James Tarkowski (L) is booked for this foul on Arsenal's English midfielder #49 Myles Lewis-Skelly (C) during the English Premier League football match between Everton and Arsenal at Goodison Park in Liverpool, north west England on April 5, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Kiwior juga mempertontonkan kemampuannya dalam umpan jauh. Dia menciptakan empat umpan panjang, dari lini belakang ke garis depan Arsenal. Salah satu umpan itu berbuah peluang untuk Trossard yang langsung berhadapan dengan kiper Jordan Pickford. Hanya saja, tembakan Trossard masih bisa digagalkan.

Terlepas dari insiden penalti, Arsenal terbilang cukup rapi dalam bertahan. Mereka yang menguasai 70,9 persen penguasaan bola, mampu membatasi tuan rumah hanya dengan dua percobaan tembakan tepat sasaran. Adapun salah satu tembakan tepat sasaran itu berasal dari eksekusi penalti Iliman Ndiaye.

Inovasi lini depan

Arteta turut mengubah komposisi lini depan. Gelandang Mikel Merino yang diberikan tugas sebagai penyerang tengah darurat dalam dua bulan terakhir, kembali ke posisi asli. Peran ujung tombak diambil oleh Trossard. Hasilnya kurang maksimal. Mereka gagal menghasilkan banyak peluang di tengah pertahanan Everton yang sangat padat.

Trossard menyayangkan dua poin yang terbuang percuma. “Anda harus bisa menyelesaikan laga secepatanya (dengan gol tambahan) setelah unggul. Apalagi ketika Anda datang ke tempat yang sulit seperti ini. Saya pikir itu yang masih menjadi kekurangan kami hari ini,” ucapnya yang tampil 90 menit penuh.

Arsenal's Leandro Trossard, right, and Everton's Jarrad Branthwaite battle for the ball during the English Premier League soccer match between Everton and Arsenal at Goodison Park, Liverpool, England, Saturday, April 5, 2025. (Martin Rickett/PA via AP)

Hasil imbang tidak lepas dari perbaikan performa Everton setelah turun minum. Tim asuhan pelatih David Moyes itu tampil lebih energik dalam bertahan dan berbahaya lewat transisi. Berbeda dengan paruh pertama, James Tarkowski dan rekan-rekan sering kehilangan bola. Salah satu kesalahan itu berakibat gol pembuka Arsenal.

“Performa kami di paruh pertama sangat buruk, ceroboh, dan terlihat malas. Saya mengatakan kepada para pemain tantangan yang harus kami buktikan, bagaimana kami mampu melawan tim yang lebih bagus. Kami hanya berusaha bermain lebih baik. Entah keberuntungan atau tidak, kami mendapatkan penalti,” kata Moyes.

Akibat hasil itu, Arsenal (62 poin) yang berada di peringkat kedua gagal memotong jarak berarti dengan pemuncak klasemen Liverpool (73 poin). Jika Liverpool bisa menang atas Fulham pada Minggu (6/4/2025) malam WIB, mereka akan unggul 14 poin atas Arsenal dengan tujuh pertandingan tersisa. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata