Raphinha, Frenkie De Jong, dan Wojciech Szczesny adalah bukti ketangkasan Hansi Flick. Sempat tenggelam, ketiganya bangkit dan menjadi sosok penting bagi Barcelona.
16 Mei 2025 07:55 WIB · Olahraga
Melalui pertemuan pertama dengan Hans-Dieter Flick yang berkesan di London, 14 Mei 2024, Direktur Olahraga Barcelona Deco bersedia membujuk Presiden Joan Laporta menganulir perpanjangan kontrak pelatih saat itu, Xavi Hernandez. Satu tahun berselang, Flick membawa Barca sapu bersih tiga trofi domestik pada musim 2024-2025.
Lewat penjelasan dengan menggunakan iPad di rumah agennya, Pini Zahavi, Flick mampu membangunkan Barca dari reruntuhan masa-masa krisis finansial yang belum berujung. Meskipun masih berdarah-darah dari sisi ekonomi, Flick mengantarkan kembali Barca merajai Spanyol.
Sebelum memastikan gelar Liga Spanyol, Flick sudah membantu ”Blaugrana” berdiri di podium kampiun pada ajang Piala Super Spanyol dan Piala Raja Spanyol. Kejayaan mereka di ”Negeri Matador” dipastikan setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid.
Tiga prestasi di musim perdana menangani Barca tentu sebuah lompatan besar dalam perjalanan Barca yang nirgelar pada musim lalu meskipun Flick gagal membawa Barca menembus final Liga Champions Eropa edisi tahun ini.
Namun, pencapaiannya bersama Lamine Yamal dan kawan-kawan sudah lebih istimewa dibandingan raihan treble winner yang dipersembahkan untuk Bayern Muenchen pada 2019-2020.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/16/8b7bce19-8425-4f4d-a1c8-a225a0be14ec_jpg.jpg)
Flick tidak memikirkan dana transfer besar untuk membangunkan Barca dari mati suri prestasi pada liga musim 2023-2024. Hanya Dani Olmo dan Wojciech Szczesny yang berstatus pendatang baru dalam susunan skuad Barca di era awal Flick.
Dengan segala keterbatasan finansial, juru taktik asal Jerman itu membuktikan kualitas sejati setelah citranya tercoreng akibat tersisihnya tim nasional Jerman pada fase grup Piala Dunia 2022. Ia memahami Barca adalah batu loncatan demi karier kepelatihannya. Flick berpeluang mereinkarnasi statusnya sebagai salah satu pelatih papan atas dunia.
Terlepas dari pendekatan taktik yang mengesankan serta kemampuannya menguasai ruang ganti Barca, Flick juga memiliki tangan dingin untuk membangunkan pemain-pemain yang nyaris tersisih dari Barca akibat performa anjlok pada musim pamungkas Xavi. Raphinha dan Frenkie De Jong adalah contoh nyata.
Pada musim 2023-2024, Raphinha hanya merasakan 17 kali bermain sebagai pemain inti dari 28 penampilan Liga Spanyol. Pemain asal Brasil itu hanya catatkan penampilan rerata 49 menit per laga. Raphinha mengoleksi enam gol dan sembilan asis.
Dalam masa-masa penting musim ini, ia kembali memiliki peran penting dalam sistem permainan Barca.
Di bawah kendali Flick, Raphinha menjelma sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or. Pemain berusia 28 tahun itu dipercaya Flick sebanyak 30 kali masuk dalam susunan pemain utama. Koleksi menit bermainnya pun melonjak menjadi 79 menit per laga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/16/7b4279b9-0acd-4388-837f-a361c8e818a7_jpg.jpg)
Raphinha menyumbang 18 gol dan sembilan asis di Liga Spanyol musim ini. Jika diakumulasikan dengan performa di Liga Champions, Piala Super Spanyol, dan Piala Raja Spanyol, Raphinha mengoleksi 34 gol dan 25 asis.
Tak hanya catatan statistik yang ciamik. Flick mampu membantu Raphinha melewati batas kemampuannya yang tidak pernah terpikirkan oleh pelatih-pelatih sebelumnya. Selain rutin bermain sebagai penyerang sayap kiri untuk mendampingi Yamal di sisi seberangnya, Raphinha juga tidak canggung mengemban peran baru sebagai gelandang serang.
”Saya tidak akan berhenti. Dengan seragam ini, saya telah memenangi segalanya di Spanyol, termasuk dua gelar liga. Kami berambisi mengejar Liga Champions musim depan yang sudah sangat dekat pada tahun ini,” tutur Raphinha setelah Barca menaklukkan Espanyol 2-0 pada laga penentu juara Liga Spanyol, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB, di Stadion Cornella-El Prat, dilansir Mundo Deportivo
Raphinha juga menjadi salah satu teladan nyata dari peningkatan aspek mental juara yang ditanamkan Flick kepada skuad Barca. Pemain-pemain Barca tidak segan melakukan otokritik di ranah publik atas penampilan mereka.
”Secara individual, laga (kontra Espanyol) adalah salah satu gim terburuk saya sepanjang musim,” ujar Raphinha.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/16/0d61168b-b50d-4eb8-aa75-dc89a111a1de_png.png)
Sementara De Jong bangkit sebagai salah satu gelandang penting di musim ini. Pemain asal Belanda itu mampu menjadi pivot andalan.
De Jong adalah jenderal lapangan yang menjembatani lini belakang dan depan, lalu mengatur ritme transisi permainan yang amat krusial dalam taktik Flick. Catatan rerata 95 persen operan akurat menjadikan De Jong sebagai gelandang Barca dengan akurasi umpan terbaik.
Performa De Jong membuat Marc Casado harus berbagi peran. De Jong memang hanya sembilan kali menyandang predikat pemain inti di Liga Spanyol musim ini, tetapi ia tak tergantikan pada laga-laga penting, misalnya dua laga terakhir liga.
Di Liga Champions dan Piala Raja Spanyol, posisi gelandang bertahan utama menjadi milik De Jong. Terlebih lagi, ia menjalani 15 pertandingan dari 44 penampilan di bawah asuhan Flick sebagai kapten tim. Hal itu sejalan dengan perannya sebagai kapten ketiga tim setelah Marc-Andre ter Stegen dan Ronald Araujo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/16/89959611-d993-4f82-8e2d-bf581f17328b_jpg.jpg)
Ruud Gullit, legenda tim nasional Belanda, memuji kebangkitan De Jong, terutama pada paruh kedua musim ini. Gullit mengatakan, setelah tampil buruk pada awal musim, De Jong adalah salah satu pemain dengan perkembangan paling signifikan bersama Flick.
”Frenkie (De Jong) menunjukkan perkembangan pesat. Saya mengkritiknya ketika hanya menjadi gelandang pelapis. Dalam masa-masa penting musim ini, ia kembali memiliki peran penting dalam sistem permainan Barca,” kata Gullit kepada Sport.
Satu lagi pemain yang bangkit di Barca adalah Szczesny. Ia rela menganulir status pensiunnya pada Oktober lalu di Juventus demi bergabung dengan Barca sebagai pemain gratis. Bahkan, seremoni perpisahan yang diberikan Juventus tak sedikit pun mengikis kemampuan kiper asal Polandia itu.
Catatan 13 laga nirbobol dari 30 penampilan sejak Januari 2025 membuktikan Szczesny sebagai pengganti tepat bagi Ter Stegen yang menderita cedera parah awal musim ini. Tingkat penyelamatan rerata 62 persen per laga menunjukkan kiper berusia 35 tahun itu belum layak cepat-cepat gantung sarung tangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/16/ffb41944-5510-4e10-859c-bda88e1096e7_jpg.jpg)
Kontrak terkini Szczesny akan rampung pada 30 Juni 2025. Berkat performanya, Barca berencana memberikan perpanjangan kontrak satu tahun plus opsi satu tahun lainnya. Ia bisa bertahan di Barca hingga akhir musim 2026-2027.
Namun, ia belum ingin memutuskan masa depannya. Bagi Szczesny, keputusan utama bukan berada di tangannya sendiri. ”Saya harus memutuskan dengan keluarga saya untuk keputusan terbaik. Istri saya akan menjadi pembuat keputusan, antara saya bertahan dan pergi ke Marbella untuk bermain golf,” kata Szczesny sembari berkelakar dilansir Marca.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari